7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pasutri Saat Program Hamil

Beberapa kesalahan ini justru bisa menurunkan peluang kehamilan, lho

17 Januari 2019

7 Kesalahan Sering Dilakukan Pasutri Saat Program Hamil
Freepik/Jcomp

Saat sedang merencanakan kehamilan melalui program hamil, ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan oleh pasangan suami istri.

Meski dianggap sepele, kesalahan-kesalahan ini juga bisa memengaruhi peluang hamil Mama, lho.

Oleh sebab itu, sebaiknya perhatikan lagi seperti apa kebiasaan dan aktivitas sehari-hari Mama, ya. Termasuk kebiasaan dalam hal hubungan intim.

Berikut Popmama.com ulas beberapa kesalahan yang sering dilakukan dan sebaiknya dihindari demi meningkatkan peluang kehamilan:

1. Hubungan intim tidak teratur

1. Hubungan intim tidak teratur
Freepik

Salah satu kesalahan utama yang dilakukan oleh pasangan suami istri saat program hamil adalah jadwal hubungan intim yang tidak teratur.

Faktanya, perlu dipahami bahwa melakukan hubungan intim sebelum dan selama masa ovulasi adalah waktu terbaik untuk proses konsepsi.

Sebagian besar pasangan suami istri justru melewatkan waktu yang tepat ini, sehingga peluang hamil justru menjadi stagnan atau bahkan menurun, Ma.

Nah, untuk menghindari kesalahan ini, cobalah untuk melakukan hubungan intim sekitar 2-3 kali seminggu. Ini guna mendapatkan peluang yang lebih besar untuk berada di waktu yang tepat, dibandingkan jika Mama melakukannya sekali saja dalam seminggu.

2. Menunda cek ke dokter

2. Menunda cek ke dokter
Pexels/Bruce Mars

Jangan anggap remeh pentingnya berkonsultasi ke dokter saat merencanakan program hamil, Ma. Terutama jika Mama dan Papa berusia di bawah 35 tahun dan belum kunjung dikaruniai momongan setelah menikah minimal satu tahun.

Apabila kondisi tersebut sudah terjadi, sudah saatnya untuk segera cek ke dokter spesialis fertilitas. Nanti akan dilakukan beberapa pemeriksaan khusus, guna mengetahui apa penyebabnya.

Saat melakukan kunjungan ke dokter, usahakan untuk datang berdua dengan Papa ya, Ma. Ini supaya pemeriksaan yang dilakukan bisa benar-benar menyeluruh pada kedua belah pihak.

Ketidaksuburan seringkali dianggap sebagai kesalahan dari pihak perempuan, padahal nyatanya tidak selalu demikian lho, Ma.

3. Menggunakan pelumas atau cairan lubrikasi

3. Menggunakan pelumas atau cairan lubrikasi
Pexels/Rawpixel.com

Sampai saat ini apakah Mama dan Papa masih terbiasa menggunakan pelumas atau cairan lubrikasi saat berhubungan intim? Jika ya, sebaiknya coba ubah dulu kebiasaan ini, ya.

Sebagian besar cairan lubrikasi tidak ramah sperma dan dapat mengurangi peluang Mama untuk bisa hamil. Pada dasarnya, vagina sudah mampu menghasilkan cairan lubrikasi sendiri yang berfungsi ‘mengantarkan’ sperma mencapai sel telur.

Nah, cairan lubrikasi yang eksternal seringkali tidak bekerja dengan cara yang sama seperti pelumas alami tubuh Mama.

Editors' Picks

4. Menjalani gaya hidup tak sehat

4. Menjalani gaya hidup tak sehat
Pexels/Nathan Cowley

Penting untuk dicatat bahwa kesehatan Mama dan Papa memainkan peran penting dalam menentukan peluang hamil. Oleh sebab itu, menerapkan gaya hidup sehat pun menjadi perlu diutamakan.

Jauhi kebiasaan-kebiasaan seperti pola makan yang tidak sehat, merokok, serta konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang.

Selain itu, tetap rileks juga penting lho, Ma. Sebab stres dan depresi nyatanya juga dapat memengaruhi peluang kesuburan Mama.

Jadi, demi keberhasilan program hamil, jangan lupa untuk mengubah dulu pola hidup Mama dan Papa sehari-hari, ya.

5. Selalu menyalahkan pihak perempuan

5. Selalu menyalahkan pihak perempuan
Freepik/Nensuria

Sudah menjadi pemikiran yang membudaya bahwa ketika pasangan suami istri belum diberikan momongan, maka kesalahan sudah pasti ada pada istri.

Akibatnya, pemeriksaan dan tindakan pengobatan pun hanya dilakukan pada pihak perempuan saja. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian, Ma.

Masalah terkait sistem reproduksi dan kesuburan juga bisa dialami oleh laki-laki. Maka dari itu, saat melakukan konsultasi ke dokter pun, seharusnya suami juga ikut.

Jika masalah memang ditemukan berada dari sisi suami, pengobatan dan perawatan yang tepat pun bisa segera dilakukan. Dengan begitu, peluang hamil pun bisa meningkat.

6. Fokus hanya pada satu posisi saja

6. Fokus ha satu posisi saja
Pexels/Rawpixel.com

Tak sedikit pasangan suami istri yang berpikiran bahwa hanya satu atau dua posisi saja saat bercinta yang bisa meningkatkan peluang hamil. Sementara posisi lainnya dianggap kurang berpengaruh.

Juga diyakini bahwa setelah berhubungan intim, istri harus menjaga pinggulnya tetap berada dalam posisi tinggi.

Padahal kenyataannya setelah ejakulasi, sperma mampu berenang dengan sendirinya menuju serviks dan memasuki saluran tuba (tuba fallopi).

Sampai saat ini pun belum ada pembuktian ilmiah yang menyebutkan bahwa satu posisi tertentu bisa membantu peluang hamil, Ma. Alih-alih bertahan pada satu posisi saja saat melakukan hubungan intim, cobalah beberapa posisi lainnya, Ma.

Selain bisa membuat sesi bercinta menjadi lebih menyenangkan, rileks saat bercinta juga bisa mencegah kebosanan, lho.

7. Tidak memanfaatkan masa subur

7. Tidak memanfaatkan masa subur
Pexels/Pixabay

Banyak pasangan suami istri yang tidak menyadari bahwa waktu terbaik untuk melakukan hubungan intim adalah 3-5 hari sebelum ovulasi dan pada hari ovulasi.

Melakukan hubungan intim selama periode waktu ini akan membantu meningkatkan peluang hamil Mama.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!