Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Apakah Kurang Tidur Bisa Menghambat Program Hamil?

Apakah Kurang Tidur Bisa Menghambat Program Hamil?
Popmama.com/Yesica Kirana/AI
Intinya Sih
  • Kualitas tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga keseimbangan hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron, yang memengaruhi siklus menstruasi serta peluang kehamilan.
  • Kurang tidur dapat meningkatkan hormon stres dan mengganggu ritme sirkadian, sehingga berdampak negatif pada ovulasi dan sistem imun tubuh.
  • Pada pria, kurang tidur bisa menurunkan kualitas sperma akibat perubahan kadar testosteron, sehingga disarankan tidur 7–9 jam setiap malam secara konsisten.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Saat menjalani program hamil, banyak pasangan lebih fokus pada asupan nutrisi dan jadwal masa subur.  Padahal, kualitas tidur juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tubuh, termasuk sistem reproduksi. 

Sebab, tubuh yang tidak mendapatkan istirahat cukup bisa mengalami gangguan hormonal yang berdampak pada peluang terjadinya kehamilan.

Selain itu, kurang tidur secara terus-menerus dapat memicu stres fisik, mengganggu ritme biologis, hingga memengaruhi produksi hormon yang berperan dalam ovulasi dan pembentukan sperma.

Berikut Popmama.com merangkum penjelasan bagaimana kurang tidur bisa memengaruhi promil Mama. Yuk simak berikut ini. 

Table of Content

Waktu Tidur Memengaruhi Stabilitas Hormon Reproduksi

Waktu Tidur Memengaruhi Stabilitas Hormon Reproduksi

Apakah Kurang Tidur Bisa Menghambat Program Hamil?
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Tubuh Mama bekerja mengikuti jam biologis alami yang dikenal sebagai ritme sirkadian untuk membantu mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk pelepasan hormon reproduksi.

Mengutip dari Healthline, kualitas tidur yang baik dapat menjaga keseimbangan hormon seperti estrogen dan progesteron, dimana kedua hormon tersebut berperan dalam mengatur siklus menstruasi dan proses pelepasan sel telur. 

Selain itu, jika durasi tidur berkurang atau sering terbangun di malam hari, produksi hormon bisa menjadi tidak stabil. 

Melansir dari Cleveland Clinic, kurang tidur juga berkaitan dengan peningkatan hormon stres. Jika kondisi ini berlangsung lama, tubuh dapat mengalami gangguan dalam sistem reproduksi karena stres kronis dapat memengaruhi proses ovulasi.

Pola Tidur yang Tidak Teratur Dapat Menurunkan Imun Tubuh

Apakah Kurang Tidur Bisa Menghambat Program Hamil?
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Melansir dari Medical News Today, ritme sirkadian yang terganggu dapat berdampak pada sistem hormonal secara keseluruhan. 

Ketika jam biologis tidak seimbang, tubuh bisa kesulitan mengatur pelepasan hormon yang mendukung kesuburan.

Menurut Verywell Health, kebiasaan tidur yang buruk dalam jangka panjang dapat berkaitan dengan gangguan ovulasi pada perempuan. 

Nah, kondisi ini tentu berdampak pada peluang terjadinya pembuahan, terutama bagi Mama yang sedang merencanakan kehamilan.

Berdampak pada Kualitas Sperma

Apakah Kurang Tidur Bisa Menghambat Program Hamil?
Freepik/Jcomp

Program hamil adalah tanggung jawab bersama, sehingga Papa juga perlu memperhatikan kualitas istirahatnya. Jika Papa mengalami kurang tidur cenderung mengalami penurunan kualitas sperma dibandingkan mereka yang memiliki waktu tidur cukup. 

Hal ini diduga berkaitan dengan perubahan kadar testosteron yang biasanya diproduksi optimal saat tubuh beristirahat.

Selain itu, kurang tidur dapat memengaruhi keseimbangan hormon secara umum, termasuk hormon yang berperan dalam produksi sperma.

Inilah penjelasan bahwa kurang tidur bukan sekadar kebutuhan untuk menghilangkan rasa lelah, tetapi dapat membantu menjaga stabilitas hormon, mendukung ovulasi yang teratur, serta mempertahankan kualitas sperma.

Jika Mama dan Papa sedang menjalani program hamil, sebaiknya tidur selama 7–9 jam setiap malam dengan jadwal yang konsisten. 

Mulai dari mengurangi kesibukan sebelum tidur hingga menciptakan suasana kamar yang nyaman, dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More