- Mengalami berat badan terlalu rendah.
- Memiliki riwayat gangguan siklus haid.
- Sedang menjalani terapi hormon atau program bayi tabung.
- Memiliki PCOS atau gangguan metabolik.
Apakah Ada Peluang Bisa Hamil saat Bulan Ramadan? Ini Caranya!

- Puasa tidak langsung menghentikan ovulasi pada perempuan sehat dengan siklus teratur
- Puasa Ramadan tidak secara langsung menurunkan tingkat kesuburan, namun ada kondisi tertentu yang perlu diperhatikan
- Puasa dapat membantu memperbaiki sensitivitas insulin dan metabolisme tubuh, namun tidak bisa dianggap sebagai cara cepat untuk hamil
Bulan Ramadan sering jadi momen refleksi sekaligus memperbaiki pola hidup. Namun, bagi Mama yang sedang menjalani program hamil (promil), mungkin muncul pertanyaan.
Apakah puasa bisa memengaruhi peluang kehamilan? Apakah menahan makan dan minum lebih dari 12 jam sehari berpengaruh pada hormon atau ovulasi?
Pertanyaan ini wajar, apalagi tubuh perempuan sangat sensitif terhadap perubahan pola makan dan metabolisme. Nah, sebenarnya bagaimana pengaruh puasa terhadap kesuburan?
Berikut Popmama.com merangkum penjelasannya untuk Mama, melansir dari Ferticity IVF & Fertility Clinics. Yuk simak berikut ini.
Table of Content
Apakah Puasa Memengaruhi Hormon Kesuburan?

Saat berpuasa, tubuh mengalami perubahan pola energi. Kadar gula darah, insulin, dan beberapa hormon lain ikut menyesuaikan. Nah, hormon ini juga berhubungan dengan siklus menstruasi dan ovulasi.
Melansir dari Healthline, perubahan pola makan seperti saat menjalani ibadah puasa memang bisa memengaruhi keseimbangan hormon, terutama jika asupan nutrisi tidak tercukupi dengan baik. Namun, efeknya berbeda pada setiap orang.
Pada perempuan yang sehat dan memiliki siklus teratur, puasa jangka pendek umumnya tidak secara langsung menghentikan ovulasi.
Selain itu, tubuh perempuan cenderung tetap mempertahankan fungsi reproduksi selama kebutuhan kalori dan nutrisi tetap terpenuhi saat sahur dan berbuka.
Apakah Puasa Bisa Menghambat Peluang Hamil?

Mengutip dari Healthline, belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa puasa ketika Ramadan, secara langsung menurunkan tingkat kesuburan Mama.
Namun, terdapat beberapa kondisi tertentu yang perlu diperhatikan, seperti:
Maka perubahan pola makan bisa saja memengaruhi keseimbangan hormon lebih signifikan. Tetapi puasa Ramadan yang dijalani dengan pola makan seimbang umumnya tidak termasuk dalam kategori stres ekstrem tersebut.
Apa Manfaat Puasa untuk Kesuburan?

Menariknya, dalam beberapa kondisi tertentu, puasa justru bisa memberi dampak positif.
Pada perempuan dengan berat badan berlebih atau resistensi insulin, pola makan terkontrol selama Ramadan bisa membantu memperbaiki sensitivitas insulin. Ini penting karena insulin berperan dalam keseimbangan hormon reproduksi.
Beberapa studi tentang berpuasa menunjukkan bahwa perbaikan metabolisme dapat membantu perempuan dengan PCOS mendapatkan siklus yang lebih teratur.
Namun, hal ini tidak berlaku untuk semuanya dan tidak bisa dianggap sebagai cara cepat untuk hamil. Jadi, Mama tidak perlu berharap puasa otomatis bikin cepat hamil, tapi juga tidak perlu takut selama tubuh tetap sehat dan nutrisi terpenuhi.
Cara Meningkatkan Peluang Hamil saat Ramadan

Jika Mama sedang promil dan tetap ingin berpuasa, ini beberapa cara yang bisa membantu menjaga peluang kehamilan tetap optimal:
- Perhatikan nutrisi saat sahur dan berbuka: seperti protein dari telur atau ikan, karbohidrat kompleks dari nasi merah, dan sayuran hijau kaya folat.
- Banyak minum air putih: dehidrasi bisa memengaruhi metabolisme tubuh. Usahakan minum cukup air di antara waktu berbuka hingga sahur.
- Konsumsi vitamin promil: asam folat sangat penting dikonsumsi bahkan sebelum terjadi kehamilan. Jangan menghentikan suplemen hanya karena sedang puasa.
- Perhatikan masa subur: puasa tidak menghentikan masa subur dan Mama tetap bisa memantau siklus menggunakan aplikasi atau metode kalender agar hubungan intim lebih terencana.
- Berkonsultasi dengan dokter: jika Mama sedang menjalani program medis seperti inseminasi atau IVF, sebaiknya diskusikan dengan dokter mengenai jadwal puasa.
Inilah penjelasan bahwa puasa saat Ramadan tidak langsung menurunkan atau meningkatkan peluang hamil. Dampaknya sangat bergantung pada kondisi tubuh, keseimbangan hormon, dan kecukupan nutrisi tubuh Mama.
Selama Mama menjaga pola makan sehat, cukup cairan, dan kondisi tubuh tetap stabil, peluang kehamilan tetap ada meski sedang berpuasa.


















