7 Tips Sukses Menyiapkan Biaya Persalinan Sejak Perencanaan Kehamilan

Biaya persalinan yang mahal bikin pusing calon Mama. Lakukan 7 tips ini yuk!

24 Oktober 2018

7 Tips Sukses Menyiapkan Biaya Persalinan Sejak Perencanaan Kehamilan
Pexels/rawpixel.com

Biaya persalinan tidak bisa dibilang murah. Baik persalinan normal maupun caesar membutuhkan persiapan biaya yang tidak sedikit.

Memang biaya persalinan normal cenderung lebih murah akan tetapi Mama juga tetap harus mempersiapkan dana darurat jika persalinan yang dilakukan nantinya tidak sesuai harapan.

Karena biaya persalinan cenderung mahal maka Mama dan Papa harus mempersiapkannya sebaik mungkin.

Banyak pengeluaran selama masa kehamilan dan kelahiran, diantaranya biaya cek kesehatan rutin, biaya USG, biaya senam hamil atau pre natal yoga, doula dan lain sebagainya. Selain itu kita tidak tahu apakah bayi yang dilahirkan nanti membutuhkan perawatan intensif atau tidak.

Biaya persalinan di setiap kota dan kelas rumah sakit dapat berbeda satu dengan yang lain. Begitupun tenaga kesehatan yang membantu proses persalinan, diantaranya bidan dan dokter memiliki tarif biaya yang berbeda pula.

Lalu bagaimana agar bisa mempersiapkan semua biaya dengan baik? Popmama.com akan membagikan 7 tips sukses menyiapkan biaya persalinan berikut ini:

1. Segera siapkan biaya saat positif hamil

1. Segera siapkan biaya saat positif hamil
pexels/rawpixel.com

Saat sudah dinyatakan positif hamil, kamu dan suami punya waktu sembilan bulan untuk mengumpulkan biaya persalinan. Kamu bisa membaginya menjadi tiga pos besar yaitu:

  • Pra persalinan: meliputi biaya cek kandungan rutin, biaya USG, obat-obatan dan vitamin, pre natal yoga ataupun senam hamil, dan baby shower.
  • Biaya persalinan: meliputi biaya tindakan dokter, obat-obatan, infus dan perawatan bayi selama di rumah sakit.
  • Pasca persalinan: meliputi biaya imunisasi bayi, dan upacara keagamaan misalnya akikah.

Siapkan biaya semaksimal mungkin bahkan mencapai angka yang memadai untuk operasi caesar. Karena bisa jadi keinginan untuk melahirkan secara pervaginam tidak bisa terealisasi karena alasan medis tertentu.

Sebisa mungkin hindari berhutang dan andalkan kemampuanmu dan pasangan.

2. Manfaatkan fasilitas asuransi atau BPJS

2. Manfaatkan fasilitas asuransi atau BPJS
Pexels/rawpixel.com

Apabila kamu atau suami merupakan pegawai kantoran, biasanya akan mendapat fasilitas berupa asuransi kesehatan. Cari tahu apakah mengcover biaya pemeriksaan kehamilan dan persalina? Jika ya, cek lebih lanjut berapa plafon yang disediakan.

Kantor biasanya akan memberi persyaratan kelas ruang rawat inap dan batas biaya yang dapat digunakan. Apabila kamu dan suami ingin kelas yang lebih tinggi maka siap-siaplah menanggung selisih biayanya mulai dari selisih biaya kamar, biaya persalinan dan biaya dokter.

Apabila tidak memiliki fasilitas asuransi kesehatan, kamu dapat memanfaatkan fasilitas BPJS dari pemerintah lho!

BPJS sudah sangat membantu banyak calon Mama untuk menekan biaya persalinannya bahkan gratis. Prosesnya memang agak panjang dan kurang praktis karena kamu harus berobat terlebih dahulu ke fasilitas kesehatan tingkat 1 yaitu puskesmas atau klinik. Apabila ada indikasi medis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut baru kamu akan diberi surat rujukan ke rumah sakit.

Rumah sakit yang dituju pun tidak bisa sesuai keinginanmu karena kelas rumah sakitpun bermacam-macam. Kamu akan dirujuk ke rumah sakit tipe terendah terlebih dahulu seperti RSUD. Apabila tidak bisa ditangani RSUD barulah kamu akan dirujuk ke tipe rumah sakit yang lebih tinggi. 

Editors' Picks

3. Lakukan Survei Tempat Persalinan

3. Lakukan Survei Tempat Persalinan
Pexels/Pixabay

Kamu sebaiknya melakukan survei tempat persalinan agar tahu berapa kebutuhan yang sebenarnya. Kamu dapat mengejar target menabung untuk melahirkan di rumah sakit idaman maupun menyesuaikan tempat persalinan dengan perkiraan uang yang mamou dikumpulkan.

Kamu bisa bertanya secara detail mengenai biaya persalinan, pilihan kamar yang tersedia dan perawatan selama beberapa hari pasca persalinan. Hal ini sangat berguna untuk memastikan rentang anggaran biaya yang harus kamu siapkan.

4. Pertimbangkan untuk investasi jangka pendek

4. Pertimbangkan investasi jangka pendek
Pexels/rawpixel.com

Daripada menabung biasa di bank, lebih baik simpan biaya persalinan dalam bentuk deposito. Deposito tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo sehingga kamu dapat lebih profesional dalam mengumpulkan uang dan tidak menggunakannya untuk keperluan lain yang tidak mendesak.

Kamu bisa memilih menyimpan deposito dalam jangka waktu 1 bulan, 3 bulan hingga 6 bulan. Saat ini sudah banyak bank yang memfasilitasi pembukaan deposito dengan cara yang mudah melalui mbanking maupun internet banking yang biasa kamu gunakan sehari-hari. Selain deposito kamu juga bisa memilih investasi reksadana pasar uang jangka pendek karena resikonya kecil.

5. Berhemat dan tetapkan prioritas

5. Berhemat tetapkan prioritas
Pexels/ArtemBali

Kamu belum punya simpanan sama sekali? Wah, ini waktu yang sangat penting untuk mengumpulkan rupiah demi rupiah sebagai persiapan persalinan nanti. Kamu harus mulai menetapkan prioritas dan menekan gaya hidupmu menjadi lebih hemat. Jika biasanya kamu dan pasangan sering makan di restoran, saat ini lebih baik memasak berdua di rumah. Cobalah untuk menekan biaya gaya hidupmu sebesar 20%. Tidak sulit jika tujuan dan keinginanmu melahirkan dengan tenang dan nyaman dirasa sangat penting.

Eliminasi juga pengeluaran yang dirasa tidak perlu seperti mengadakan baby shower. Kegiatan itu tidak penting dan dapat dieliminasi apabila kamu tidak memiliki cukup biaya. 

 6. Beli perlengkapan yang benar-benar dibutuhkan

 6. Beli perlengkapan benar-benar dibutuhkan
Pexels/bruce mars

Saat pertama kali hamil tentunya setiap calon Mama sangat bersemangat mempersiapkan kelahiran si Kecil. Banyak sekali barang yang belum perlu dibeli seketika dan membengkakkan anggaran.

Pada masa menabung untuk biaya persalinan, jangan tergiur untuk membeli perlengkapan bayi yang memerlukan biaya besar seperti tempat tidur bayi, stroller dan bouncer.

Belilah perlengkapan yang memang dibutuhkan seperti singlet bayi, pakaian, gendongan, bedong, selimut, sarung tangan, kaos kaki dan diapers.

Kebutuhan yang lain untuk si Kecil biasanya dapat tercukupi dari hadiah yang diberikan oleh kerabat dan sanak saudara setelah kelahirannya. Kamu bisa mendiskusikan apa yang kamu butuhkan pada kerabat terdekat agar tidak ada hadiah berupa barang yang sama. 

7. Memberikan ASI eksklusif

7. Memberikan ASI eksklusif
mooimom.id

Pemberian ASI eksklusif hingga usia 6 bulan dan dilanjutkan hingga usia 2 tahun merupakan anjuran setiap tenaga kesehatan. Bukan tanpa alasan, ASI eksklusif merupakan asupan terbaik yang mengandung berbagai nutrisi yang baik dan dibutuhkan bagi perkembangan otak dan fisik bayi.

ASI merupakan anugerah yang diberikan Tuhan untuk seluruh Mama. Meskipun tidak semua Mama dapat memberikan ASI eksklusif karena alasan medis tetapi sebagian besar Mama dapat memberikan cukup ASI bagi buah hatinya.

Pemberian ASI eksklusif mampu menolong Mama dari segi finansial karena tidak memerlukan biaya, dimana Mama yang tidak bisa memberi ASI harus mengeluarkan biaya susu formula mencapai Rp500 ribu per bulan.

Bila Mama bisa memberikan ASI eksklusif untuk si Kecil selama 6 bulan, berarti Mama sudah menghemat Rp 3 juta yang dapat dipergunakan untuk keperluan lainnya.

Itulah 7 tips sukses menyiapkan biaya persalinan yang dapat Mama terapkan untuk menyambut kehadiran si Kecil ke dunia.

Setiap kehamilan merupakan anugerah Tuhan yang harus disyukuri dan dinikmati prosesnya. Supaya tenang dan nyaman saat persalinan, persiapkan biaya dan kebutuhan dengan baik ya!

Topic:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.