Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Belum Hamil Juga? Ini 7 Faktor yang Menghambat Kehamilan

Belum Hamil Juga? Ini 7 Faktor yang Menghambat Kehamilan
Popmama.com/Erica Santoso/AI
Intinya Sih
  • Kesulitan hamil bisa disebabkan oleh berbagai faktor medis dan gaya hidup, baik dari pihak perempuan maupun laki-laki, yang memengaruhi proses ovulasi, pembuahan, hingga implantasi embrio.
  • Tujuh penyebab utama meliputi gangguan ovulasi, endometriosis, penyumbatan tuba falopi, usia di atas 35 tahun, penurunan kualitas sperma, gangguan hormon pria, serta gaya hidup tidak sehat.
  • Pemeriksaan kesuburan dan perubahan gaya hidup sehat menjadi langkah penting agar pasangan dapat memperoleh penanganan tepat dan meningkatkan peluang kehamilan secara optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bagi banyak pasangan, kehadiran buah hati tentu menjadi momen yang sangat dinantikan dan didambakan setelah menikah. Namun, tidak sedikit pasangan yang harus melewati perjalanan lebih panjang untuk mendapatkan keturunan, bahkan meski telah rutin berhubungan intim tanpa menggunakan alat kontrasepsi selama satu tahun penuh. Perasaan cemas, bingung, hingga lelah mungkin sering kali dirasakan saat garis dua pada test pack belum juga muncul sesuai harapan.

Melansir dari EMC Healthcare, sulit hamil memang tidak selalu disebabkan oleh satu faktor tunggal saja, melainkan dipengaruhi oleh berbagai kondisi medis maupun gaya hidup yang kompleks, baik dari pihak perempuan maupun laki-laki. Kondisi ini dapat memengaruhi setiap tahapan krusial dalam proses reproduksi, mulai dari terganggunya proses ovulasi, hambatan saat pembuahan sel telur oleh sperma, hingga kegagalan implantasi embrio di dalam lapisan dinding rahim Mama.

Memahami berbagai faktor yang dapat menghambat kesuburan merupakan langkah awal yang sangat penting bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan agar Mama dan Papa bisa segera mendapatkan penanganan medis yang tepat dan terukur. Jangan merasa berkecil hati ya, Ma, karena dengan mengenali penyebabnya lebih awal, peluang untuk mendapatkan buah hati akan jauh lebih besar. Yuk, kenali apa saja penyebabnya, berikut Popmama.com bagikan 7 Faktor yang Menghambat Kehamilan yang Perlu Mama Waspadai:

Table of Content

1. Gangguan ovulasi pada perempuan

1. Gangguan ovulasi pada perempuan

Gangguan ovulasi pada perempuan
Magnific/freepik

Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur dari ovarium yang sangat krusial dalam program hamil. Jika proses ini tidak terjadi secara teratur setiap bulannya, peluang terjadinya kehamilan tentu akan menurun drastis.

Kondisi seperti Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS), gangguan kelenjar tiroid, hingga berat badan yang terlalu rendah atau berlebih dapat menjadi pemicu gangguan ovulasi. Ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh Mama sering kali menjadi akar masalah yang membuat sel telur sulit matang.

Oleh karena itu, jika Mama memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, jangan disepelekan ya. Memperbaiki ritme ovulasi melalui bantuan medis atau perubahan gaya hidup sehat dapat menjadi langkah awal yang sangat berarti bagi kesuburan Mama.

2. Endometriosis yang menyakitkan

Endometriosis yang menyakitkan
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Endometriosis merupakan kondisi ketika jaringan yang menyerupai lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim. Kondisi ini sering kali menyebabkan peradangan hebat dan nyeri haid yang tidak tertahankan, yang tentu saja dapat mengganggu fungsi organ reproduksi Mama.

Jaringan yang tumbuh "salah tempat" ini dapat menciptakan lingkungan yang kurang mendukung bagi sel telur untuk dibuahi atau menempel di dinding rahim. Nyeri panggul kronis yang dirasakan juga sering kali menjadi sinyal bahwa ada gangguan pada organ reproduksi yang harus segera diperiksa.

Jika Mama sering mengalami nyeri haid hebat yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter spesialis kandungan. Penanganan dini pada endometriosis sangat penting agar tidak menghambat peluang Mama untuk segera mengandung.

3. Penyumbatan pada tuba falopi

Penyumbatan pada tuba falopi
Magnific/freepik

Tuba falopi merupakan saluran tempat bertemunya sel telur dan sperma untuk proses pembuahan. Jika saluran ini mengalami penyumbatan, maka sel telur dan sperma tidak akan pernah bisa bertemu, sehingga kehamilan pun sulit terjadi.

Penyumbatan biasanya disebabkan oleh infeksi, riwayat operasi di area panggul, atau kondisi medis tertentu yang memengaruhi organ reproduksi Mama. Sayangnya, kondisi ini sering kali tidak menunjukkan gejala fisik yang nyata sampai Mama melakukan pemeriksaan kesuburan.

Karena letaknya yang tidak terlihat, hanya dokter yang bisa memastikan kondisi tuba falopi melalui tes khusus seperti histerosalpingografi (HSG). Jadi, jangan ragu untuk menjalani prosedur ini jika memang disarankan oleh dokter ya, Ma.

4. Faktor usia yang memengaruhi kualitas sel telur

Faktor usia yang memengaruhi kualitas sel telur
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Usia memang menjadi salah satu faktor penentu yang cukup signifikan dalam menentukan peluang kehamilan. Seiring bertambahnya usia, jumlah dan kualitas sel telur di dalam ovarium Mama akan mengalami penurunan secara alami.

Peluang untuk hamil umumnya mulai menurun setelah Mama memasuki usia 35 tahun dan akan terus berkurang seiring bertambahnya usia. Hal ini adalah proses alami, namun bukan berarti tidak bisa diusahakan dengan bantuan medis yang tepat.

Bagi Mama yang berusia di atas 35 tahun, dokter biasanya menyarankan pemeriksaan kesuburan setelah enam bulan mencoba hamil tanpa hasil. Jadi, jangan merasa khawatir atau rendah diri, segera lakukan pemeriksaan agar peluang Mama tetap maksimal.

5. Penurunan kualitas sperma pada Papa

 Penurunan kualitas sperma pada Papa
Magnific/freepik

Kesuburan bukan hanya tanggung jawab perempuan saja, karena kualitas sperma Papa juga sangat menentukan peluang kehamilan. Kualitas sperma ini meliputi jumlah, bentuk, dan kemampuan sperma bergerak (motilitas) menuju sel telur.

Jika ada gangguan pada salah satu faktor tersebut, peluang pembuahan akan menurun. Gangguan kualitas sperma bisa disebabkan oleh masalah kesehatan, pola hidup, hingga faktor keturunan yang perlu dipantau oleh dokter spesialis andrologi atau kandungan.

Ajak Papa untuk ikut memeriksakan kondisi kesehatannya juga ya, Ma. Dengan menjaga pola hidup sehat bersama-sama, kualitas sperma Papa bisa ditingkatkan dan peluang untuk segera mendapatkan momongan akan jauh lebih besar.

6. Gangguan hormon pada laki-laki

Ilustrasi suplemen Vitamin C
Ilustrasi suplemen Vitamin C (commons.wikimedia.org/Mx. Granger)

Produksi sperma yang optimal memerlukan keseimbangan hormon yang baik di dalam tubuh laki-laki. Ketidakseimbangan hormon tertentu dapat memengaruhi produksi, jumlah, maupun kualitas sperma yang dihasilkan secara signifikan.

Salah satu kondisi yang sering ditemukan adalah varikokel, yaitu pelebaran pembuluh darah di dalam skrotum yang dapat mengganggu suhu dan kualitas sperma. Kondisi ini merupakan penyebab infertilitas pria yang cukup sering ditemukan namun bisa ditangani jika terdeteksi lebih awal.

Penting bagi Mama dan Papa untuk saling mendukung dalam menjalani pemeriksaan kesuburan. Jika ada gangguan hormon pada pihak pria, dokter tentu punya penanganan khusus agar proses pembuahan tetap bisa terjadi.

7. Gaya hidup yang kurang sehat

ilustrasi merokok di dalam mobil
ilustrasi merokok di dalam mobil (pexels.com/Rupinder Singh)

Selain kondisi medis, gaya hidup sehari-hari ternyata memegang peranan sangat besar bagi kesuburan. Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kurang berolahraga, hingga stres berkepanjangan dapat menurunkan kualitas reproduksi Mama dan Papa.

Kurangnya tidur dan pola makan yang tidak bernutrisi juga berkontribusi pada penurunan peluang hamil. Stres yang tidak terkelola dengan baik bahkan bisa mengganggu ritme hormon alami di dalam tubuh, sehingga program hamil pun sering kali terhambat.

Menerapkan gaya hidup sehat seperti makan makanan bergizi, olahraga rutin, dan mengelola stres adalah cara terbaik untuk meningkatkan peluang kehamilan sekaligus menjaga kesehatan tubuh. Yuk, mulai ubah kebiasaan kecil bersama Papa dari sekarang!

Belum berhasil mendapatkan kehamilan memang bukan selalu pertanda masalah yang sangat serius, Ma. Namun, jika Mama dan Papa sudah mencoba rutin berhubungan tanpa kontrasepsi selama satu tahun (atau enam bulan bagi Mama yang berusia di atas 35 tahun), jangan tunda lagi untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Dengan pemeriksaan yang tepat dan penanganan yang sesuai, jalan menuju kehadiran buah hati pasti akan terbuka lebih lebar. Tetap semangat, Mama!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More