7 Cara Meningkatkan Kualitas Sperma menurut Dokter Spesialis

- Sekitar 40-50% kasus infertilitas disebabkan oleh faktor laki-laki, sehingga menjaga kesehatan sperma menjadi kunci keberhasilan program hamil.
- dr. Yassin Bintang menjelaskan bahwa kualitas sperma dipengaruhi oleh gaya hidup, kesehatan metabolik, nutrisi, dan lingkungan sekitar.
- Melalui akun Instagram @yassinbintang, dr. Yassin rutin membagikan tips penting untuk meningkatkan dan menjaga kualitas sperma secara sederhana.
Faktanya, sekitar 40-50% kasur infertilitas melibatkan faktor dari laki-laki. Sehingga, menjaga kesehatan sperma merupakan salah satu kunci terjadinya keberhasilan promil.
Kalau pasangan memiliki masalah dengan sperma, maka dokter akan menyarankan beberapa cara untuk mengembalikan dan meningkatkan kualitas sperma. Menurut dr Yassin, kualitas sperma dipengaruhi oleh gaya hidup, kesehatan metabolik, nutrisi, dan lingkungan.
Dokter Yassin Bintang, seorang dokter spesialis kandungan dengan subspesialis fertilitas kerap membagikan konten bermanfaat di sosial media miliknya. Dari akun ig @yassinbintang, dr Yassin membagikan tips sederhana namun ternyata sangat penting mengenai kesehatan sperma dan bagaimana cara menjaganya.
Seperti apa saja tipsnya? Popmama.com akan merangkumkannya untuk kamu.
Table of Content
1. Penilaian kesehatan sperma

Jika dokter menyarankan untuk mengecek kesehatan sperma, maka inilah parameter yang dinilai. Pertama, konsentrasi atau jumlah sperma, motilitas atau kemampuan berenang sperma, dan morfologi atau bentuk sperma.
Lalu, ada juga vitalitas atau jumlah sperma hidup dan terakhir integritas DNA sperma. Menurut dr Yassin, semakin baik parameternya, semakin besar peluang terjadinya kehamilan.
2. Menjaga berat badan ideal

Menjaga berat badan ideal erat pengaruhnya dengan kesehatan sperma. Karena, obesitas mampu menurunkan kadar testosteron dan mengganggu produksi sperma.
Berat badan yang tidak ideal juga meningkatkan stres oksidatif dan menurunkan kualitas DNA sperma. Untuk memulainya, kamu bisa membuat target lingkar perut yang sehat, menjaga pola makan seimbang, sehingga tercipta berat badan ideal.
3. Tidur minimal 7 jam per hari

Tak bisa beralasan terlalu banyak pekerjaan atau sulit tidur. Karena sperma yang sehat didukung dengan gaya hidup sehat, termasuk tidur yang teratur.
Produksi hormon reproduksi hanya bisa terjadi saat tubuh beristirahat dalam deep sleep. Jika jam tidur kurang maka bisa berpengaruh pada penurunan testosteron, penurunan jumlah sperma, dan penurunan motilitas sperma.
Maka dari itu, usahakan menjaga kualitas tidur dengan durasi 7-9 jam per hari.
4. Rutin berolahraga

Menurut dr Yassin, olahraga yang teratur bisa meningkatkan sensitivitas insulin, menjaga kadar testosteron, menurunkan inflamasi, dan memperbaiki kualitas sperma.
Bagaimana cara olahraga yang tepat untuk kamu yang sedang meningkatkan kualitas sperma? Dr Yassin pun merekomendasikan untuk berolahraga selama 150 menit aktivitas fisik per minggu dengan intensitas sedang. Bisa dibagi dengan 30 menit per hari, dan dilakukan selama 5 hari dalam seminggu.
Untuk menjaga kesehatan sperma, hindari melakukan olahraga ekstrem secara berlebihan.
5. Berhenti merokok dan vape

Banyak orang berusaha berhenti rokok dengan beralih ke vape. Padahal, bahaya dan risikonya sama saja. Asap rokok (dan vape) mengandung ribuan zat toksik yang dampaknya bisa menurunkan jumlah sperma dan menurunkan motilitas sperma.
Selain itu, asap rokok dan vape juga meningkatkan kerusakan DNA sperma dan meningkatkan risiko infertilitas baik pada perempuan maupun laki-laki.
6. Tingkatkan antioksidan
![Unsplash.com [Say S.]](https://image.popmama.com/post/20260427/say-s-osse_jq_sm8-unsplash_81e19a95-dda0-42d2-b65e-a7dce5b372da.jpg)
Untuk makanan yang seimbang, kamu bisa menerapkan pola diet sehat yang kaya antioksidan, vitamin dan mineral. Kenapa antioksidan penting, karena mampu membantu melawan stres oksidatif yang merusak sperma. Vitamin dan mineral juga berperan penting pada metabolisme sel.
Kamu bisa memperbanyak asupan seperti sayuran hijau, buah berwarna cerah, ikan laut, kacang-kacangan dan lemak sehat untuk memastikan kesehatan sperma.
7. Mengendalikan penyakit metabolik

Bagi laki-laki yang memiliki kondisi seperti diabetes, hipertensi, dan sindrom metabolik, maka kualitas sperma mereka pun bisa terpengaruh. Untuk itu, pastikan untuk mengontrol kesehatan secara rutin dan patuhi terapi yang diberikan dokter.
Dengan diet yang sehat, olahraga rutin, dan istirahat berkualitas, kualitas sperma pun bisa meningkat sehingga kemungkinan hamil bisa lebih tinggi.
Semoga berhasil!


















