Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

7 Cara Promil setelah Kuret agar Tubuh Siap Hamil Kembali

7 Cara Promil setelah Kuret
Popmama.com/Yesica Kirana/AI
Intinya sih...
  • Rutin berolahraga membantu proses pemulihan dan mempersiapkan tubuh untuk promil dengan olahraga ringan seperti jalan santai atau yoga.
  • Melakukan hubungan intim secara teratur setelah mendapat izin dari dokter, serta memperhatikan masa subur agar peluang pembuahan optimal.
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seperti ikan, biji-bijian, daging rendah lemak, kacang-kacangan, serta vitamin sesuai anjuran dokter.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengalami keguguran tentu bukan hal yang mudah bagi seorang perempuan. Dalam beberapa kondisi, dokter akan menyarankan tindakan kuret untuk membantu membersihkan rahim agar proses pemulihan bisa berjalan dengan baik. 

Setelah melewati fase tersebut, tak sedikit Mama yang mulai memikirkan kemungkinan untuk hamil kembali.

Namun sebelum memulai program hamil setelah kuret, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar tubuh Mama benar-benar siap dan bisa berjalan lebih sehat dan aman.

Berikut Popmama.com merangkum bagaimana cara melakukan program hamil yang penting untuk diketahui. Yuk simak berikut ini. 

Table of Content

1. Rutin berolahraga

1. Rutin berolahraga

7 Cara Promil setelah Kuret
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Menjaga tubuh tetap aktif dengan olahraga ringan dapat membantu proses pemulihan setelah kuret sekaligus mempersiapkan tubuh untuk promil. 

Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin berperan dalam melancarkan peredaran darah, membantu keseimbangan hormon, serta mengurangi ketegangan pada otot.

Namun, sebaiknya Mama memilih jenis olahraga yang ringan dan aman, seperti jalan santai atau yoga, agar tubuh dapat beradaptasi secara perlahan tanpa merasa kelelahan.

2. Melakukan hubungan intim secara teratur

7 Cara Promil setelah Kuret
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Setelah kondisi tubuh pulih dan mendapat izin dari dokter, Mama dapat mulai mencoba program hamil secara alami dengan melakukan hubungan intim secara teratur.  Selain itu, dengan memperhatikan masa subur juga penting agar peluang terjadinya pembuahan menjadi lebih optimal.

Setelah kuret (dilatasi dan kuretase/D&C), hubungan intim umumnya dianjurkan ditunda selama sekitar 1–2 minggu atau sampai perdarahan dari vagina benar-benar berhenti. Hal ini karena setelah prosedur, serviks masih sedikit terbuka dan lapisan rahim membutuhkan waktu untuk pulih. Jika hubungan intim dilakukan terlalu cepat, risiko infeksi rahim akan meningkat. Rekomendasi ini dijelaskan oleh lembaga medis seperti Cleveland Clinic dan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), yang menekankan pentingnya memberi waktu bagi tubuh untuk sembuh secara alami.

Namun, waktu aman berhubungan intim bisa berbeda pada setiap perempuan, tergantung kondisi tubuh, jumlah perdarahan, serta ada atau tidaknya nyeri, demam, atau keputihan berbau. Jika masih muncul keluhan tersebut, hubungan intim sebaiknya ditunda dan segera berkonsultasi dengan dokter. Disarankan agar Mama mengikuti arahan dokter yang menangani, karena dokter dapat menilai secara langsung kapan rahim dan serviks sudah cukup pulih untuk kembali berhubungan intim dengan aman.

3. Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi

7 Cara Promil setelah Kuret
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Pola makan yang sehat dapat mendukung keberhasilan program hamil. Asupan nutrisi yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan mempersiapkan organ reproduksi agar bekerja lebih optimal.

Mama bisa mengonsumsi makanan bergizi seperti ikan, biji-bijian, daging rendah lemak, serta kacang-kacangan. 

Selain itu, makanan yang mengandung zinc seperti susu, telur, dan tiram juga dapat menjadi pilihan. Jangan lupa untuk menjaga pola makan yang seimbang dan teratur setiap harinya.

4. Mengonsumsi vitamin secara teratur

7 Cara Promil setelah Kuret
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Selain menjaga pola makan sehat, Mama juga dapat mendukung kesiapan tubuh dengan mengonsumsi vitamin atau suplemen sesuai anjuran dokter. 

Asupan ini membantu menjaga daya tahan tubuh, mengurangi rasa lelah, serta mendukung kondisi fisik agar lebih siap menjalani program hamil. Setelah kuret, dokter biasanya menganjurkan konsumsi vitamin karena tubuh membutuhkan nutrisi tambahan untuk mempercepat proses pemulihan. Prosedur kuret dapat menyebabkan perdarahan dan stres fisik pada tubuh, sehingga vitamin terutama zat besi, vitamin C, vitamin B kompleks, dan asam folat—membantu mengganti sel darah yang hilang, mendukung pembentukan sel baru, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan asupan vitamin yang cukup, tubuh lebih cepat pulih dan risiko lemas atau anemia pascakuret dapat diminimalkan.

Selain itu, vitamin juga berperan penting dalam penyembuhan jaringan rahim dan pencegahan infeksi. Vitamin C dan E membantu proses regenerasi jaringan dan berfungsi sebagai antioksidan, sementara vitamin B kompleks mendukung keseimbangan energi dan hormon. Jika tubuh kekurangan nutrisi setelah kuret, proses penyembuhan bisa lebih lambat dan tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Karena itu, konsumsi vitamin sesuai anjuran dokter menjadi bagian penting dari perawatan pascakuret agar pemulihan berjalan optimal.

5. Menjaga pikiran tetap tenang

7 Cara Promil setelah Kuret
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Setelah menjalani kuret, wajar jika tubuh terasa lebih lemah dan suasana hati belum sepenuhnya pulih. 

Namun, kondisi emosional yang terlalu tertekan sebaiknya tidak dibiarkan berlarut-larut. Menjaga pikiran tetap tenang dan mengelola stres dapat membantu Mama tetap bersemangat beraktivitas serta mendukung keseimbangan hormon yang berperan dalam proses ovulasi dan pembuahan.

6. Rutin berkonsultasi ke dokter

7 Cara Promil setelah Kuret
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting sebelum memulai program hamil setelah kuret. 

Melalui pemeriksaan menyeluruh, Mama bisa mendapatkan arahan yang tepat, mulai dari pola makan, jenis aktivitas yang aman, hingga waktu yang disarankan untuk kembali merencanakan kehamilan, agar promil dapat dijalani dengan lebih aman dan sesuai kondisi tubuh.

7. Tidak merokok

7 Cara Promil setelah Kuret
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Setelah kuret, sebaiknya tidak merokok karena zat berbahaya dalam rokok dapat menghambat proses penyembuhan rahim. Nikotin menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga aliran oksigen dan nutrisi ke jaringan rahim berkurang. Padahal, setelah kuret tubuh membutuhkan suplai darah dan oksigen yang optimal untuk memperbaiki lapisan rahim dan menutup luka akibat tindakan medis. Kondisi ini dapat membuat proses pemulihan menjadi lebih lambat dan meningkatkan rasa nyeri atau perdarahan yang berkepanjangan.

Selain itu, merokok juga dapat meningkatkan risiko infeksi dan gangguan hormonal setelah kuret. Sistem imun perokok cenderung lebih lemah, sehingga tubuh lebih sulit melawan bakteri yang berpotensi masuk ke rahim saat masa pemulihan. Zat kimia dalam rokok juga diketahui dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi dan kesehatan rahim secara keseluruhan. Oleh karena itu, menghentikan atau setidaknya menghindari rokok setelah kuret sangat dianjurkan agar pemulihan berlangsung lebih cepat, aman, dan optimal.

Inilah 7 cara menjalani program hamil setelah kuret yang membutuhkan kesabaran dan kesiapan, baik secara fisik maupun emosional.  Setiap perempuan memiliki waktu pemulihan yang berbeda, sehingga penting bagi Mama untuk mendengarkan sinyal tubuh dan tidak terburu-buru. 

Mulai dari menerapkan pola hidup sehat, menjaga kondisi mental, serta rutin berkonsultasi dengan dokter, peluang untuk kembali hamil dapat dipersiapkan dengan lebih baik dan aman.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

5 Gejala Kanker Serviks Stadium Awal yang Tak Boleh Diabaikan

22 Jan 2026, 16:25 WIBPregnancy