Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Hebat! Mama Ini Bagikan Pengalaman Hamil di Usia 50 Tahun

Hebat! Mama Ini Bagikan Pengalaman Hamil di Usia 50 Tahun
instagram.com/dw.nesia
Intinya Sih
  • Mama ini berhasil hamil anak ke tiga di usia 50 tahun setelah bertahun-tahun mencoba, dengan persiapan matang dan pola hidup sehat.

  • Menghadapi risiko kehamilan dengan disiplin menjaga kesehatan, rutin konsultasi dokter, serta mengatur aktivitas agar tetap aman bagi janin.

  • Selama kehamilan, ia fokus pada nutrisi seimbang dan olahraga ringan untuk menjaga kebugaran tubuh serta mempersiapkan stamina menjelang persalinan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Keinginan untuk memiliki buah hati menjadi dorongan besar bagi Mama, hamil di usia yang tak lagi muda dapat menjadi tantangan tersendiri. Bukan hanya kesehatan tubuh yang perlu diperhatikan, tetapi kondisi mental juga mendukung masa kehamilan

Ternyata, setelah bertahun-tahun mencoba memiliki anak ketiga, Lisa Sedyaleksana tak menyangka akan kembali hamil di usia 50 tahun. Melalui akun @dw.nesia, Mama tiga anak itu bercerita pengalaman kehamilannya yang penuh rasa khawatir akibat faktor usia. Namun, dengan pola hidup teratur serta ketatnya pemantauan kesehatan, ia berhasil melewati tantangan kehamilan dengan lancar.

Berbeda dengan kehamilan sebelumnya ia sadar akan tantangan usia yang harus dihadapi, sehingga Lisa mempersiapkan diri lebih matang. Berikut Popmama.com telah rangkum ulasan selengkapnya, bisa Mama jadikan inspirasi dalam menyambut kehamilan.

1. Rencana kehamilan yang matang

Perempuan ini memiliki anak di usia 50-an (2)
magnific.com/rawpixel.com

Dalam cerita yang @dw.nesia bagikan, ternyata keinginan untuk memiliki anak ketiga bukan datang secara tiba-tiba. Rencana ini sudah hadir sejak Lisa masih berusia 40-an awal, dari situ ia dan suami hanya mencoba secara natural menggunakan sistem kalender. 

Namun, usaha yang dilakukan tak selalu berjalan mulus, sistem kalender yang ia terapkan tidak berhasil. Walau saat itu belum bisa memiliki anak ketiga, Mama dan suami ini tak pernah menyerah untuk terus mencoba. 

Persiapan kehamilan yang matang mulai dilakukan saat pandemi COVID-19, ia banyak melakukan aktivitas di rumah saja yang bikin waktu istirahatnya bertambah. Dengan mengatur pola hidup sehat dan memastikan kualitas makanan yang konsumsi lebih bagus, maka nutrisi dalam tubuh juga ikut terpenuhi. Tidak hanya Mama yang berusaha lebih dalam menjaga tubuh, suami juga perlu mengonsumsi asupan bergizi serta olahraga secara rutin.

2. Tips menghadapi risiko kehamilan dengan aman

Perempuan ini memiliki anak di usia 50-an (3)
magnific.com/prostooleh

Setiap tahun tubuh akan mengalami perubahan akibat usia yang terus bertambah, terlebih dalam menghadapi kehamilan di usia yang tak lagi muda. Di usia ini, Mama mungkin khawatir dengan penurunan kualitas sel telur dan sperma yang dapat meningkatkan risiko calon bayi terserang penyakit. 

Selain itu, faktor usia bukan hanya satu-satunya tantangan yang dihadapi. Dari kisah nyata, Mama ini mengalami diabetes saat hamil dari keturunan, sehingga perlu lebih ekstra dalam menjaga tubuh dan janin. Tapi nggak perlu khawatir berkepanjangan Ma, masa kehamilan bisa tetap berjalan lancar jika menerapkan tindakan yang benar. Seperti rutin konsultasi ke dokter, kurangi melakukan pekerjaan berat, hingga istirahat yang cukup.

3. Mengatur nutrisi yang masuk ke tubuh

Perempuan ini memiliki anak di usia 50-an (4)
magnific.com/freepik

Mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi manfaat, bisa membantu tubuh dan janin Mama berkembang dengan sehat. Terlebih dengan adanya diabetes saat masa kehamilan, menyebabkan pemilihan makanan yang konsumsi tidak boleh sembarangan ya, Ma. Lebih baik konsultasikan terlebih dahulu ke dokter atau bidan, untuk memastikan kondisi tubuh dapat menerima makanan atau minuman tertentu. 

Seperti yang dilakukan Mama ini, di bulan pertama kehamilan ia tidak makan karbohidrat sama sekali. Untuk memenuhi kebutuhan yang cukup, ia mengganti nutrisi lengkap dengan mengonsumsi salad, protein, kacang-kacangan, minum minyak zaitun sebanyak tiga kali sehari selama sebulan penuh. Mama tiga anak ini baru bisa makan nasi di bulan kedua, satu sampai dua sendok makan saja. 

4. Olahraga secara rutin

Perempuan ini memiliki anak di usia 50-an (5)
magnific.com/senivpetro

Dalam menjaga tubuh tetap sehat, olahraga di usia kehamilan 50-an tahun bukan hanya sekedar untuk kebugaran. Tantangan fisik dan risiko yang tinggi bisa dikurangi dengan rutin melakukan aktivitas fisik. Pemilihan jenis olahraga juga tak boleh sembarangan, lakukan kegiatan yang ringan serta tidak terlalu berat. 

Masa kehamilan tak akan berjalan baik, jika tidak diimbangi dengan rutin berolahraga. Sesudah makan, Mama ini sering melakukan jalan cepat selama 10 sampai 30 menit. Dengan manfaat yang bagus untuk tubuh, yaitu mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh serta dapat mempersiapkan stamina untuk kelancaran persalinan.

5. Kehamilan ternyata tidak semenakutkan itu

Perempuan ini memiliki anak di usia 50-an (6)
magnific.com/jcomp

Ternyata kehamilan di usia yang tak muda, bukan menjadi hambatan dalam memiliki anak. Usaha yang Mama perjuangkan akan berbuah manis dengan hadirnya buah hati. 

Nah, tips untuk menyambut kehamilan adalah pastikan Mama dan pasangan telah siap secara fisik dan mental. Lakukan konsultasi ke dokter secara rutin, untuk melihat perkembangan diri dan pasangan. Selain itu, pastikan rasa khawatir yang datang tidak menambah pikiran, ya! Terlebih stres bisa bikin Mama nggak nyaman setiap saat, komunikasikan selalu dengan pasangan sehingga tidak ada pikiran yang terpendam.

Nah, pengalaman ini bisa jadi gambaran kehamilan di usia 50-an tahun ternyata tak semenakutkan itu. Semoga Mama bisa lebih tenang dalam menyambut buah hati tersayang!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More