Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Jangan Cuma Makan Toge, Ini 7 Nutrisi Biar Cepat Garis Dua!
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Artikel menekankan pentingnya pola makan seimbang dan kaya nutrisi untuk meningkatkan kesuburan, bukan hanya mengandalkan satu jenis makanan seperti toge.
  • Tujuh kelompok nutrisi utama yang disarankan meliputi omega-3, vitamin D, asam folat, zat besi, antioksidan, kalsium, probiotik, karbohidrat kompleks, protein nabati, zinc, selenium, vitamin C, dan fitonutrien.
  • Penerapan variasi gizi harian membantu menjaga keseimbangan hormon, kualitas sel telur dan sperma, serta mempersiapkan tubuh agar lebih siap menghadapi kehamilan secara alami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mencoba untuk mendapatkan buah hati memang menjadi perjalanan yang mendebarkan sekaligus penuh harapan ya, Ma. Selama ini, mungkin Mama sering sekali mendengar saran dari orangtua atau kerabat untuk memperbanyak konsumsi toge agar cepat hamil.

Toge memang baik, tetapi mengandalkan satu jenis makanan saja tentu tidak cukup untuk mempersiapkan kehamilan yang optimal.

Nutrisi yang masuk ke dalam tubuh memiliki peran yang sangat langsung terhadap kesehatan reproduksi. Pola makan yang segar dan padat gizi terbukti memberikan efek positif pada kualitas sel telur maupun sperma, serta menjaga keseimbangan hormonp.

Melansir data dari IVF London, pasangan yang menerapkan pola makan kaya nutrisi memiliki peluang keberhasilan kehamilan yang jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang sering mengonsumsi lemak trans atau makanan tinggi gula.

Keseimbangan gizi ini juga sangat krusial untuk menjaga berat badan tetap ideal, membantu proses ovulasi berjalan lancar, dan mempersiapkan dinding rahim sebagai tempat menempelnya janin kelak.

Oleh karena itu, penting bagi Mama dan Papa untuk bekerja sama dalam memenuhi variasi gizi harian demi meningkatkan kesuburan secara alami.

Jangan sampai menu harian terasa membosankan karena hanya berfokus pada satu jenis sayuran saja. Nah, untuk membantu menyukseskan program hamil kali ini, Popmama.com rangkum 7 nutrisi biar cepat garis dua yang wajib Mama masukin ke dalam menu harian:

1. Omega-3 dan vitamin D

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Asam lemak omega-3 dan vitamin D merupakan kombinasi nutrisi yang sangat krusial dalam dunia kesuburan.

Omega-3 bekerja secara aktif untuk mengurangi peradangan di dalam tubuh, menyeimbangkan hormon reproduksi, serta melancarkan aliran darah ke organ intim.

Bagi Mama yang sedang mempersiapkan kehamilan, asupan ini sangat membantu meningkatkan kualitas sel telur dan mendukung perkembangan embrio yang sehat. Sementara bagi Papa, lemak sehat ini sangat dibutuhkan untuk menjaga pergerakan (motility) serta bentuk (morphology) sperma agar mampu membuahi sel telur dengan baik.

Selain omega-3, kandungan vitamin D yang tinggi dalam nutrisi ini juga memegang peranan penting untuk meningkatkan fungsi ovarium pada perempuan.

Kadar vitamin D yang optimal dalam tubuh terbukti dapat memicu ovulasi yang lebih teratur dan mempersiapkan dinding rahim yang kuat untuk proses implantasi janin.

Sementara pada laki-laki, vitamin D berperan penting dalam menjaga kadar hormon testosteron yang sehat, sehingga produksi sperma tetap melimpah dan berkualitas tinggi.

Untuk mendapatkan manfaat luar biasa ini, Mama dan Papa sangat disarankan mengonsumsi oily fish atau jenis ikan yang kaya akan minyak sehat.

Pilihan sumber makanan terbaik yang bisa dijumpai di pasar atau supermarket antara lain ikan salmon, sarden, makarel, dan ikan kembung. Mama bisa mengolah salmon dengan cara dipanggang atau digrill ringan sebanyak dua kali seminggu, memasak ikan kembung bumbu kuning, atau mencampurkan sarden instan rendah natrium ke dalam salad dan menyajikannya di atas roti gandum utuh sebagai menu sarapan praktis.

2. Asam folat dan zat besi

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Asam folat (folate) merupakan nutrisi wajib mutlak yang tidak boleh dilewatkan oleh siapa saja yang sedang merencanakan kehamilan. Zat gizi ini berfungsi utama untuk memelihara kualitas sel telur serta melindungi calon janin dari risiko kelainan kromosom dan cacat tabung saraf sejak minggu-minggu pertama kehamilan.

Ketika dikombinasikan dengan zat besi, nutrisi ini akan merangsang ovarium untuk melepaskan sel telur yang matang secara teratur setiap bulannya, sehingga siklus menstruasi Mama menjadi lebih terprediksi dan masa subur lebih mudah dihitung.

Masalah kekurangan zat besi sering kali menjadi penyebab tersembunyi dari gangguan ovulasi (ovulatory infertility) pada perempuan.

Oleh karena itu, kehadiran vitamin C dalam kelompok nutrisi ini bertindak sebagai sahabat terbaik yang membantu tubuh Mama menyerap zat besi nabati dengan jauh lebih efisien.

Mengonsumsi kombinasi nutrisi ini secara rutin tidak hanya membuat tubuh Mama lebih bertenaga selama promil, tetapi juga memastikan pasokan darah dan oksigen menuju rahim mengalir dengan sangat lancar.

Mama bisa mendapatkan cadangan asam folat, zat besi, dan vitamin C yang melimpah ini dari kelompok sayuran berdaun hijau gelap. Pilihan bahan makanan yang sangat mudah diolah meliputi bayam, kale, sawi hijau, arugula, dan swiss chard.

Agar tidak bosan, Mama bisa berkreasi dengan cara memblender bayam segar ke dalam smoothies buah pagi hari, menumis kale dengan bawang putih untuk menu makan siang, atau mencampurkan potongan swiss chard ke dalam dadar telur (omelet) hangat yang lezat.

3. Antioksidan dan polifenol

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Stres oksidatif akibat radikal bebas dan gaya hidup modern merupakan salah satu musuh utama yang dapat menurunkan kualitas sel telur pada perempuan serta merusak DNA sperma pada laki-laki.

Di sinilah pentingnya peran antioksidan tinggi dan polifenol untuk bertindak sebagai perisai pelindung sel-sel reproduksi dari kerusakan dini. Antioksidan bekerja dengan cara menetralkan radikal bebas di dalam tubuh, sehingga lingkungan rahim dan kualitas sperma tetap berada dalam kondisi paling prima untuk menyambut pembuahan.

Selain melindungi sel, kandungan antioksidan ini juga bekerja secara sinergis dengan serat alami untuk menjaga keseimbangan hormon di dalam tubuh.

Serat yang cukup sangat penting untuk membantu sistem pencernaan membuang kelebihan hormon estrogen yang tidak diperlukan, sehingga tidak terjadi dominasi estrogen yang bisa mengganggu siklus subur Mama. Kesehatan pencernaan (gut health) yang baik secara otomatis akan membuat metabolisme tubuh menjadi lebih seimbang dan mendukung peluang kehamilan yang cepat.

Sumber terkaya dari antioksidan, vitamin C, dan serat ini bisa Mama temukan pada kelompok buah-buahan beri. Mama bisa membeli buah beri segar maupun beku (frozen) seperti stroberi, blueberry, dan raspberry.

Cara mengonsumsinya sangat menyenangkan dan praktis; Mama bisa langsung memakan satu genggam buah beri segar sebagai camilan sehat di sore hari, menjadikannya campuran topping di atas oatmeal hangat, atau mengolahnya menjadi selai rumahan (berry compote) tanpa gula tambahan untuk dinikmati bersama roti gandum.

4. Kalsium dan probiotik

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Kalsium dan probiotik adalah kombinasi nutrisi luar biasa yang sering kali terlupakan dalam menu diet kesuburan. Kalsium sangat dibutuhkan untuk membangun sistem reproduksi yang sehat serta mempersiapkan cadangan mineral tubuh Mama sebelum janin mulai berkembang di dalam rahim.

Sementara itu, probiotik atau bakteri baik memiliki tugas penting untuk menjaga kesehatan lini pencernaan Mama, yang mana sistem pencernaan ini berpengaruh langsung pada cara tubuh mengontrol, mengikat, dan meregulasi hormon-hormon reproduksi agar tetap stabil.

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi produk olahan susu yang tinggi lemak (full-fat) justru efektif dalam menurunkan risiko kemandulan akibat masalah ovulasi dibandingkan produk yang rendah lemak (low-fat).

Kandungan vitamin D dan lemak sehat di dalamnya membantu tubuh menyerap kalsium secara maksimal serta merangsang aktivitas ovarium yang sehat. Bagi laki-laki, asupan kalsium dan vitamin D yang seimbang dari nutrisi ini juga terbukti mampu mendongkrak kualitas serta kecepatan renang sperma menuju sel telur.

Pilihan sumber makanan terbaik untuk mendapatkan asupan ini secara optimal adalah Greek yogurt varian full-fat dan original (tanpa rasa/pemanis tambahan). Teksturnya yang kental dan lembut membuatnya sangat fleksibel untuk dinikmati kapan saja.

Mama bisa menggunakannya sebagai bahan dasar pengental smoothies, memadukannya dengan taburan kacang-kacangan, biji-bijian, dan satu sendok teh madu murni sebagai camilan malam, atau bahkan menggunakannya sebagai pengganti santan atau krim berlemak pada sup dan kari agar makanan terasa lebih gurih dan sehat.

5. Karbohidrat kompleks dan protein nabati

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Menjaga kadar gula darah dan sensitivitas insulin agar tetap stabil adalah salah satu kunci paling krusial agar hormon tubuh tidak berantakan selama menjalani program hamil.

Karbohidrat kompleks bekerja melepaskan energi secara perlahan ke dalam darah, sehingga tubuh Mama terhindar dari lonjakan gula darah drastis yang bisa memicu peradangan dan mengganggu proses pematangan sel telur.

Ketika dipadukan dengan protein nabati, kombinasi ini terbukti ampuh mencegah risiko resistensi insulin, yang sering menjadi pemicu utama gangguan kesuburan seperti PMOS.

Berbeda dengan karbohidrat olahan seperti nasi putih atau tepung yang miskin nutrisi, perpaduan karbohidrat kompleks dan protein nabati ini juga menyediakan persediaan asam amino esensial yang melimpah.

Asam amino ini merupakan blok bangunan utama yang digunakan oleh tubuh untuk memperbaiki jaringan sel, memproduksi sel telur yang sehat, serta membangun lapisan dinding rahim yang tebal dan siap menerima pembuahan.

Kandungan seratnya yang tinggi juga membuat Mama merasa kenyang lebih lama dan menjaga berat badan tetap berada di angka ideal.

Salah satu superfood yang menjadi sumber utama karbohidrat kompleks, serat, dan protein nabati terbaik adalah quinoa. Biji-bijian kuno ini sekarang sangat mudah ditemukan di lorong bahan organik di supermarket maupun platform belanja online.

Cara memasak dan mengonsumsinya pun sangat mudah; Mama cukup mencuci quinoa hingga bersih lalu memasaknya di dalam rice cooker seperti memasak nasi biasa sebagai pengganti nasi putih, atau mencampurkannya yang sudah matang ke dalam mangkuk salad sayur dan mengolahnya menjadi bubur quinoa gurih untuk menu sarapan.

6. Zinc dan selenium

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Seng atau zinc merupakan mineral esensial yang memegang kendali utama dalam pembelahan sel, produksi materi genetik (DNA), serta pengaturan hormon kesuburan pada tubuh perempuan. Zinc sangat dibutuhkan oleh Mama untuk membantu pertumbuhan sel telur yang sehat di dalam ovarium hingga mencapai ukuran siap buahi.

Bagi Papa, zinc adalah "raja nutrisi kesuburan" karena sangat diperlukan dalam proses pembentukan sperma, menjaga jumlah sperma tetap melimpah, dan memastikan struktur sperma berkembang dengan sempurna tanpa cacat fisik.

Di sisi lain, selenium melengkapi kerja zinc dengan bertindak sebagai antioksidan kuat yang menjaga integritas DNA sel reproduksi. Selenium bertugas melindungi sel telur dan sperma dari kerusakan genetik yang bisa menyebabkan kegagalan pembuahan atau keguguran di awal kehamilan.

Lemak sehat seperti omega-3 yang ikut terkandung di dalam kelompok makanan ini juga ikut membantu meredakan peradangan di dalam organ reproduksi, sehingga menciptakan lingkungan dalam rahim yang sangat kondusif bagi calon janin.

Mama bisa mendapatkan kombinasi zinc, selenium, dan lemak sehat ini dari kelompok kacang-kacangan serta biji-bijian kering. Pilihan sumber makanan yang sangat direkomendasikan adalah kacang kenari (walnuts), biji rami (flaxseeds), dan biji chia (chia seeds).

Untuk cara konsumsinya, Mama bisa langsung mengonsumsi segenggam kacang kenari panggang tanpa garam sebagai camilan sehat di sela aktivitas kerja, menaburkan satu sendok makan flaxseeds yang sudah dihaluskan ke dalam blenderan jus, atau merendam chia seeds di dalam susu almond semalaman untuk dijadikan puding chia yang lezat.

7. Vitamin C dan fitonutrien

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Meskipun vitamin C sudah disebutkan membantu penyerapan zat besi pada sayuran, kehadirannya secara mandiri dalam dosis yang tinggi bersama fitonutrien memberikan dampak yang sangat masif bagi kesuburan.

Vitamin C dosis tinggi bekerja secara aktif untuk memicu terjadinya ovulasi yang sehat dan meningkatkan kadar hormon progesteron pada tubuh perempuan, yaitu hormon yang bertanggung jawab untuk menebalkan dinding rahim agar janin bisa menempel dengan aman. Bagi laki-laki, vitamin C bertindak mencegah sperma saling menggumpal (aglutinasi), sehingga sperma dapat berenang bebas dengan lincah.

Selain itu, fitonutrien yang terkandung di dalam jenis nutrisi ini membantu memperkuat dinding pembuluh darah dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan.

Ketika imun tubuh Mama berada dalam kondisi yang seimbang dan kuat, tubuh tidak akan menganggap sperma atau embrio sebagai benda asing yang harus ditolak, sehingga memperbesar peluang terjadinya kehamilan yang sukses. Sifat alaminya yang menyegarkan juga membantu menghidrasi tubuh dengan baik dan menjaga kualitas cairan serviks yang penting untuk membantu perjalanan sperma menuju sel telur.

Sumber alami terbaik yang menyimpan kekayaan vitamin C dan fitonutrien ini berada pada kelompok buah-buahan sitrus. Mama bisa dengan mudah membeli jeruk manis, jeruk sunkist, lemon, maupun grapefruit di pasar tradisional atau swalayan.

Cara terbaik untuk mengonsumsinya adalah dengan meminum segelas jus jeruk murni segar yang diperas sendiri di rumah tanpa tambahan gula di pagi hari, menambahkan irisan buah jeruk sunkist ke dalam salad buah, atau memeras air lemon segar ke atas piring sayuran matang maupun ke dalam segelas air hangat untuk dinikmati sebelum memulai aktivitas.

Yuk, kita mulai kurangi konsumsi makanan siap saji atau camilan yang tinggi gula, dan mari penuhi piring makan kita dengan variasi nutrisi padat gizi harian.

Tetap semangat, selalu berpikiran positif, saling mendukung bersama Papa, dan semoga garis dua yang dinantikan bisa segera hadir di tengah-tengah keluarga kecil Mama!

Editorial Team