Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Normalkah Keluar Lendir Darah Tanpa Kontraksi saat Hamil? Ini Sebabnya

Normalkah Keluar Lendir Darah Tanpa Kontraksi saat Hamil? Ini Sebabnya
Magnific/senivpetro
Intinya Sih
  • Keluarnya lendir bercampur darah tanpa kontraksi pada trimester kedua bukan kondisi normal dan perlu segera dikonsultasikan ke dokter.
  • Penyebabnya bisa meliputi iritasi serviks, infeksi vagina atau serviks, polip serviks, hingga tanda persalinan prematur atau komplikasi kehamilan.
  • Ibu hamil disarankan segera memeriksakan diri jika perdarahan berlangsung lama, semakin banyak, atau disertai nyeri perut, kontraksi, demam, maupun cairan ketuban keluar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Keluar lendir bercampur darah saat hamil tentu bisa membuat Mama khawatir, apalagi jika terjadi pada trimester kedua dan tidak disertai kontraksi.

Berbeda dengan bloody show yang umumnya menjadi tanda persalinan pada akhir kehamilan, lendir berdarah pada usia kehamilan 13–27 minggu bukan termasuk kondisi yang normal dan sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter.

Ada beberapa penyebab yang mungkin mendasari keluarnya lendir berdarah pada trimester kedua. Lantas, apakah hal ini normal?

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

1. Iritasi pada leher rahim (serviks)

Iritasi pada leher rahim (serviks)
Magnific/yanalya

Serviks menjadi lebih sensitif selama kehamilan karena aliran darah meningkat. Akibatnya, pemeriksaan dalam, hubungan seksual, atau iritasi ringan dapat memicu bercak darah yang bercampur lendir. Meski sering kali tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu dipastikan penyebabnya oleh dokter.

Tanda-tandanya:

  • Keluar bercak darah atau lendir berwarna merah muda hingga kecokelatan
  • Biasanya terjadi setelah berhubungan seksual atau pemeriksaan serviks
  • Tidak disertai nyeri hebat atau kontraksi

2. Infeksi pada vagina atau serviks

Infeksi pada vagina atau serviks
Magnific/pch.vector

Infeksi bakteri, jamur, maupun infeksi menular seksual dapat menyebabkan keputihan atau lendir bercampur darah. Biasanya kondisi ini juga disertai gejala lain, seperti keputihan berbau, gatal, atau nyeri saat buang air kecil.

Kondisi ini memerlukan pemeriksaan dokter agar penyebab infeksi dapat diketahui dan diobati.

Tanda-tandanya:

  • Lendir bercampur darah disertai keputihan berwarna kuning, hijau, atau abu-abu
  • Keputihan berbau tidak sedap
  • Gatal, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri saat berhubungan seksual

3. Polip serviks

Polip serviks
Maginific/valeria_aksakova

Polip serviks merupakan pertumbuhan jaringan jinak pada leher rahim yang lebih mudah berdarah selama kehamilan. Perdarahan umumnya ringan, tetapi tetap memerlukan pemeriksaan agar tidak tertukar dengan penyebab lain yang lebih serius.

Tanda-tandanya:

  • Bercak darah ringan yang muncul setelah berhubungan seksual
  • Lendir bercampur darah tanpa rasa nyeri
  • Perdarahan terjadi berulang

4. Tanda persalinan prematur atau komplikasi kehamilan

Tanda persalinan prematur atau komplikasi kehamilan
Magnific/valeria_aksakova

Pada sebagian kasus, lendir berdarah di trimester kedua dapat menjadi tanda awal persalinan prematur atau berkaitan dengan gangguan pada plasenta, seperti plasenta previa maupun solusio plasenta.

Risiko ini meningkat apabila disertai nyeri perut, kontraksi, nyeri punggung, atau perdarahan yang semakin banyak.

Tanda-tandanya:

  • Lendir bercampur darah keluar berulang atau semakin banyak
  • Kram perut atau kontraksi yang datang secara teratur
  • Nyeri punggung bawah yang menetap
  • Tekanan pada panggul
  • Cairan ketuban keluar atau terasa merembes

5. Kapan harus ke dokter?

Kapan harus ke dokter?
Magnific/serhii_bobyk

Mama sebaiknya segera menghubungi dokter atau datang ke fasilitas kesehatan jika mengalami lendir berdarah pada trimester kedua, terutama bila perdarahan berlangsung lebih dari beberapa jam, jumlahnya semakin banyak, atau disertai nyeri perut, kontraksi, demam, maupun cairan ketuban yang diduga pecah.

Pada trimester kedua (13-27 minggu), keluarnya lendir bercampur darah tanpa kontraksi bukan kondisi yang dianggap normal. Meskipun penyebabnya bisa berupa iritasi ringan, semua perdarahan selama trimester kedua sebaiknya tetap dievaluasi oleh dokter untuk memastikan kondisi Mama dan janin baik-baik saja.

Itulah tadi informasi mengenai penyebab keluar lendir darah tanpa kontraksi saat hamil. Semoga membantu Mama mengenai hal ini. Jangan ragu segera ke fasilitas kesehatan terdekat jika tanda-tandanya seperti di atas.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More