Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Saat PMS Jadi Mudah Lapar? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Rasa lapar dan keinginan makan manis atau gurih saat PMS dipicu fluktuasi estrogen-progesteron serta penurunan serotonin, umumnya muncul 7–10 hari sebelum menstruasi dan mereda setelahnya.
  • Karbohidrat kompleks seperti oatmeal, nasi merah, dan kacang-kacangan membantu menjaga energi, meningkatkan rasa kenyang, serta menghindari lonjakan gula darah dibanding karbohidrat sederhana.
  • Keinginan makan boleh diikuti dalam porsi wajar; namun, rasa lapar ekstrem dengan emosi berat atau terlambat haid disertai mual perlu dikonsultasikan ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjelang menstruasi, apakah Mama sering merasa cepat lapar dan ingin terus mengunyah? Dorongan kuat mengonsumsi makanan manis atau gurih saat PMS ternyata merupakan hal yang wajar dialami banyak perempuan.

Melansir dari Healthline, rasa lapar yang meningkat serta munculnya food cravings dipicu oleh perubahan hormon dan kadar zat kimia di otak. Kondisi biologis ini membuat tubuh memang butuh lebih banyak energi.

Memahami penyebabnya membantu Mama mengelola nafsu makan tanpa perlu merasa bersalah. Berikut Popmama.com bagikan penyebab kenapa saat PMS jadi mudah lapar beserta cara mengatasinya!

1. Fluktuasi hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Penyebab utama rasa lapar meningkat adalah perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron. Naik turunnya hormon menjelang siklus bulanan ini memicu dorongan untuk mengonsumsi makanan manis dan tinggi karbohidrat.

Fluktuasi ini tak hanya memengaruhi metabolisme, tetapi juga memicu perubahan emosi selama fase pramenstruasi. Makanan sering kali menjadi sarana alami bagi tubuh untuk meredakan rasa tidak nyaman.

Kondisi ini umumnya muncul 7–10 hari sebelum menstruasi dimulai. Mama tak perlu panik karena dorongan ini akan mereda setelah darah menstruasi keluar.

2. Mengonsumsi karbohidrat kompleks agar energi tetap stabil

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Saat tubuh lelah akibat PMS, mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti roti putih memang terasa nikmat. Namun, lonjakan gula darah yang cepat justru dapat membuat tubuh terasa makin lemas setelahnya.

Sesuai ulasan Healthline, memilih karbohidrat kompleks seperti oatmeal, nasi merah, dan kacang-kacangan jadi solusi lebih sehat. Makanan ini membantu pelepasan serotonin serta memberi rasa kenyang lebih lama.

Langkah ini efektif mencegah penurunan energi secara mendadak di tengah aktivitas harian. Perut pun terasa lebih nyaman tanpa risiko kembung akibat asupan olahan berlebih.

3. Penurunan kadar serotonin pemicu keinginan makan manis

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Serotonin merupakan zat kimia di otak yang bertugas menciptakan perasaan bahagia dan menjaga suasana hati. Ketika kadar serotonin turun menjelang menstruasi, tubuh secara alami mencari dorongan dari makanan tinggi gula.

Mengonsumsi makanan manis menstimulasi otak untuk melepaskan zat kimia gembira tersebut. Hal inilah yang menjelaskan mengapa Mama sering kali mendambakan cokelat atau makanan manis saat PMS.

Efek peningkat mood ini memberikan rasa nyaman sementara di tengah ketidaknyamanan fisik. Mengenali sinyal ini membantu Mama mengontrol porsi makan dengan bijak.

4. Menuruti keinginan makan dalam batas porsi yang wajar

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Mendengarkan dan menuruti sinyal tubuh menjelang menstruasi sebenarnya sangat diperbolehkan. Pasalnya, tubuh Mama memang membakar kalori sedikit lebih banyak selama fase pramenstruasi.

Mama tidak perlu terlalu menyalahkan diri sendiri jika porsi makan harian menjadi sedikit lebih banyak. Menahan lapar secara ekstrem justru berisiko memicu makan berlebihan yang memperburuk kondisi fisik.

Kuncinya adalah tetap menjaga batasan porsi agar tidak mengganggu kesehatan pencernaan. Menikmati camilan favorit dalam jumlah secukupnya tetap aman dilakukan demi kenyamanan pikiran.

5. Waspadai gejala khusus yang membutuhkan konsultasi dokter

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Meskipun rasa lapar menjelang menstruasi wajar, tingkat keparahan yang berlebihan perlu diwaspadai. Keinginan makan ekstrem yang disertai perubahan emosi berat bisa menandakan gangguan disforik pramenstruasi (PMDD).

Selain itu, rasa lapar yang melonjak tajam juga memiliki kemiripan dengan gejala awal kehamilan. Jika timbul keterlambatan menstruasi beserta mual, tak ada salahnya melakukan tes kehamilan mandiri.

Apabila gejalanya sangat mengganggu aktivitas, sebaiknya Mama segera berkonsultasi dengan dokter. Penanganan yang tepat akan membantu memulihkan kestabilan hormon dan kenyamanan tubuh Mama.

Kuncinya adalah tetap mendengarkan sinyal tubuh, memilih camilan bernutrisi, dan menjaga porsinya agar seimbang. Tetap jaga kesehatan dan semangat selalu ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article