Mudah Berkeringat saat Menyusui, Apakah Normal? Ini Penjelasannya

Keringat berlebih saat menyusui atau setelah melahirkan umumnya normal, sebagai bagian dari pemulihan tubuh pascakehamilan dan persalinan, terutama pada malam hari.
Penurunan estrogen dan progesteron, pelepasan cairan sisa kehamilan, serta tingginya prolaktin saat menyusui dapat memicu tubuh memproduksi keringat lebih banyak.
Makanan pedas, kafein, obat tertentu, atau gangguan tiroid juga dapat memicu keringat.
Mungkin Mama sering merasa baju basah karena keringat saat sedang aktif menyusui si Kecil, kondisi ini ternyata memang membuat Mama merasa tidak nyaman.
Tapi nggak perlu panik dulu, berkeringat berlebih sebenarnya hal yang normal dialami beberapa perempuan setelah persalinan terutama saat malam hari.
Ternyata, kondisi ini merupakan proses pemulihan tubuh Mama setelah melewati masa kehamilan dan persalinan. Biar lebih paham, berikut Popmama.com telah rangkum mengenai faktor pemicunya dari website WebMD agar Mama bisa menyusui dengan tenang!
Table of Content
1. Penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Selama kehamilan, kadar hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh Mama akan melonjak tinggi demi mendukung tumbuh kembang janin.
Namun, begitu buah hati lahir kadar kedua hormon tersebut akan mengalami penurunan drastis. Perubahan kadar hormon ini memengaruhi hipotalamus, yaitu bagian di dalam otak Mama yang bertugas mengatur suhu tubuh.
Akibatnya otak salah mengartikan bahwa suhu tubuh Mama terlalu panas, sehingga merangsang produksi keringat berlebih untuk mendinginkannya.
2. Pelepasan sisa cairan tubuh selama hamil

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Setelah melahirkan, tubuh Mama secara otomatis perlu mengeluarkan seluruh sisa cairan yang sudah tidak diperlukan lagi. Tubuh memiliki dua cara utama untuk membuangnya, yaitu melalui buang air kecil yang lebih sering dan lewat produksi keringat.
Proses alami ini membantu mengembalikan kadar cairan tubuh Mama ke batas normal sebelum masa kehamilan. Jadi, keringat berlebih yang Mama alami sebenarnya merupakan tanda bahwa tubuh sedang membersihkan.
3. Pengaruh tingginya hormon prolaktin saat menyusui

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Saat sedang aktif menyusui, hormon prolaktin memegang peranan yang penting dalam merangsang produksi ASI.
Namun, tingginya kadar hormon prolaktin ini ternyata memiliki efek samping terhadap hormon reproduksi lainnya.
Hormon prolaktin dapat menekan produksi hormon estrogen di dalam tubuh Mama agar tetap berada di tingkat yang rendah, sehingga memberi efek berkeringat.
4. Konsumsi makanan pedas dan kafein sebelum tidur

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Selain faktor internal, asupan makanan dan minuman yang Mama konsumsi sehari-hari juga memegang peranan penting. Mengonsumsi makanan yang pedas dapat memicu lonjakan suhu tubuh.
Begitu juga dengan kebiasaan minum minuman berkafein, terutama jika dikonsumsi menjelang waktu tidur malam. Kafein sendiri dapat meningkatkan denyut jantung serta merangsang kelenjar keringat bekerja lebih aktif dari biasanya.
5. Efek samping dari masalah kesehatan lain

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Meskipun sebagian besar penyebabnya dari faktor hormonal, tapi berkeringat kadang bisa dipengaruhi oleh masalah kesehatan tertentu.
Masalah pada kelenjar tiroid, seperti hipertiroidisme atau peradangan tiroid pasca melahirkan sering menyebabkan keluhan keringat dingin. Selain itu, penggunaan obat-obatan medis tertentu juga bisa memicu produksi keringat.
Jika Mama merasa keringat berlebih sudah sangat mengganggu tidur atau disertai rasa tidak enak badan, jangan ragu berkonsultasi ke dokter ya, Ma!





















