Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Panduan Minum Vitamin saat Hamil agar Terserap Optimal

Panduan Minum Vitamin saat Hamil agar Terserap Optimal
Magnific/wayhomestudio
  • Zat besi dan vitamin C dapat dikonsumsi bersama, sedangkan kalsium sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan zat besi.

  • Vitamin D3 lebih optimal diserap jika dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak.

  • Jadwal minum vitamin perlu disesuaikan dengan kandungan suplemen dan anjuran dokter, terutama jika Mama mengonsumsi beberapa jenis vitamin sekaligus.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Selama hamil, Mama mungkin perlu mengonsumsi beberapa jenis vitamin dan mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Namun, bukan hanya jenis dan dosisnya yang perlu diperhatikan, waktu minum serta kombinasi vitamin tertentu juga bisa berpengaruh pada penyerapannya.

Untuk membantu Mama, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Prasetio Kristianto Budiono, Sp.OG, yang aktif membagikan informasi seputar kehamilan dan kesehatan ibu hamil di Instagram-nya, @tiobudiono.spog, menjelaskan panduan mengatur waktu minum vitamin, serta kombinasi vitamin apa saja yang dapat dikonsumsi bersamaan.

Berikut Popmama.com telah merangkum panduan minum vitamin saat hamil agar terserap optimal.

  1. 1. Zat besi dan vitamin C bisa diminum bersamaan

    Zat besi dan vitamin C bisa diminum bersamaan
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Zat besi merupakan salah satu nutrisi penting selama kehamilan karena kebutuhan tubuh meningkat menjadi sekitar 27 mg per hari. Vitamin C dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi, terutama jenis zat besi non-heme yang berasal dari makanan nabati. 

    Mama bisa mengonsumsi suplemen zat besi bersama vitamin C atau sumber vitamin C, seperti jus jeruk, karena dapat membantu penyerapan zat besi. Sebaliknya, hindari mengonsumsi zat besi bersamaan dengan teh atau kopi karena kandungan di dalamnya dapat menghambat penyerapan zat besi.

  2. 2. Jangan minum zat besi dan kalsium bersamaan

    Jangan minum zat besi dan kalsium bersamaan
    Magnific/yanalya

    Kalsium dan zat besi sebaiknya tidak dikonsumsi pada waktu yang sama karena kalsium dapat mengganggu penyerapan zat besi. Karena itu, jika Mama mendapatkan kedua suplemen tersebut secara terpisah, berikan jeda waktu dalam mengonsumsinya.

    Salah satu contoh pengaturan yang bisa digunakan adalah zat besi di pagi atau siang hari, kemudian kalsium pada malam hari. Namun, jadwal tetap perlu disesuaikan dengan jenis suplemen dan anjuran dokter.

  3. 3. Kalsium diminum pada malam hari

    Kalsium diminum pada malam hari
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Kalsium dibutuhkan selama kehamilan untuk membantu memenuhi kebutuhan Mama sekaligus mendukung pembentukan tulang dan gigi janin. Kebutuhan kalsium selama kehamilan untuk perempuan usia 19–50 tahun adalah sekitar 1.000 mg per hari. 

    Jika Mama juga mengonsumsi suplemen zat besi secara terpisah, kalsium dapat dijadwalkan pada waktu yang berbeda, misalnya malam hari. Perlu diingat, tidak semua Mama membutuhkan tambahan kalsium dalam jumlah yang sama, sehingga dosis sebaiknya mengikuti rekomendasi dokter.

  4. 4. Asam folat dan DHA aman diminum bersamaan

    Asam folat dan DHA aman diminum bersamaan
    Magnific

    Asam folat merupakan salah satu nutrisi penting selama kehamilan. Kebutuhan folat meningkat menjadi 600 mcg DFE per hari pada ibu hamil.

    Sementara itu, DHA merupakan bagian dari omega-3 yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan janin, terutama otak dan mata. Asam folat dan DHA tidak perlu dipisahkan secara khusus sehingga keduanya dapat diminum bersamaan jika memang direkomendasikan untuk Mama.

  5. 5. Vitamin D3 lebih baik diminum bersama makanan

    Vitamin D3 lebih baik diminum bersama makanan
    Magnific

    Vitamin D3 atau cholecalciferol juga dapat menjadi bagian dari kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dan berperan dalam kesehatan tulang. 

    Karena vitamin D termasuk vitamin yang larut dalam lemak, penyerapannya lebih baik ketika dikonsumsi bersama makanan atau camilan yang mengandung sedikit lemak. Jadi, Mama bisa meminumnya setelah makan sesuai anjuran pada suplemen.

  6. 6. Contoh jadwal minum vitamin selama hamil

    Contoh jadwal minum vitamin selama hamil
    Magnific/wirestock

    Agar lebih mudah diingat, Mama bisa mengatur waktu minum suplemen berdasarkan kandungan dan interaksinya. Salah satu contoh sederhananya:

    • Pagi: zat besi + vitamin C

    • Setelah makan: vitamin D3

    • Siang/malam: asam folat + DHA

    • Malam: kalsium

    Namun, jadwal tersebut bukan aturan yang berlaku untuk semua ibu hamil. Beberapa produk prenatal sudah mengandung beberapa vitamin dan mineral sekaligus, sehingga jadwalnya perlu disesuaikan dengan komposisi produk serta resep.

    Nah, itu dia panduan minum vitamin saat hamil agar terserap optimal. Semoga informasi ini bermanfaat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More