Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kapan Waktu yang Tepat untuk Pijat saat Hamil? Ini Penjelasannya

Kapan Waktu yang Tepat untuk Pijat saat Hamil? Ini Penjelasannya
Magnific/pch.vector
  • Pijat ibu hamil disarankan setelah usia kehamilan 12 minggu atau trimester kedua, sementara trimester pertama dan usia 32 minggu ke atas sebaiknya dihindari.
  • Pijat perlu dilakukan terapis profesional dengan posisi nyaman; hindari tekanan pada panggul, perut, titik tertentu di tangan dan kaki karena berpotensi memicu kontraksi.
  • Pijatan lembut pada punggung, bahu, leher, tangan, dan kaki dapat meredakan pegal serta bengkak, tetapi ibu dengan kondisi medis tertentu perlu berkonsultasi terlebih dahulu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ketidaknyamanan fisik pasti menghampiri setiap ibu selama masa kehamilannya. Pegal dan nyeri pada tubuh kerap kali terjadi pada ibu hamil. Nyeri panggul, sakit pinggang, sakit punggung, hingga nyeri leher merupakan beberapa keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil.

Keluhan-keluhan tersebut tentunya bisa mengganggu tubuh ibu hamil bahkan berdampak pada aktivitas sehari-hari. Oleh karenanya, ibu hamil disarankan untuk melakukan pijat untuk membantu meredakan keluhan tersebut.

Pijat ibu hamil merupakan salah satu cara yang bisa Mama lakukan apabila mengalami nyeri dan pegal pada tubuh. Pijat ibu hamil memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan ibu hamil. Tetapi, tidak semua periode kehamilan aman untuk pijat ibu hamil.

Lantas, apan waktu yang tepat untuk pijat saat hamil? Yuk, Ma, cari tahu jawabannya dalam informasi yang sudah Popmama.com siapkan berikut ini, ya!

  1. Kapan Waktu yang Tepat untuk Pijat Ibu Hamil?

    Kapan waktu yang tepat untuk pijat saat hamil?
    Magnific/Jcomp

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tak semua periode kehamilan aman untuk pijat ibu hamil. Sebelum melakukan pijat, Mama harus memperhatikan usia kehamilan terlebih dahulu. Waktu yang disarankan untuk melakukan pijat ibu hamil adalah setelah usia kehamilan mencapai 12 minggu, atau memasuki trimester kedua.

    Pijat ibu hamil tidak dianjurkan selama trimester pertama. Karena trimester pertama merupakan periode penting dalam perkembangan janin, yaitu organ-organ vitalnya mulai terbentuk. Risiko keguguran juga memang masih cukup tinggi pada periode ini, dan pijat kerap dianggap dapat menjadi salah satu pemicunya, meskipun hingga kini belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk mendukung anggapan tersebut. 

    Tetapi, untuk menghindari kekhawatiran dan potensi risiko tersebut, sebagian besar tenaga kesehatan profesional menganjurkan untuk menunggu pijat ibu hamil hingga mencapai trimester kedua. Karena setelah melewati usia kehamilan 12 minggu, risiko keguguran menurun secara signifikan dan kehamilan umumnya sudah lebih stabil.

    Selain itu, hindari juga melakukan pijat ibu hamil setelah usia kehamilan mencapai 32 minggu. Karena pada periode ini, cenderung lebih sensitif terhadap rangsangan tertentu yang dapat memicu kontraksi. Jika kontraksi terjadi terlalu dini, kondisi ini dapat meningkatkan risiko persalinan prematur. 

  2. Yang Harus Disiapkan sebelum Ibu Hamil Pijat

    Yang harus disiapkan sebelum ibu hamil pijat
    Magnific/Tirachardz

    Sebelum melakukan pijat, sebaiknya Mama mempersiapkan beberapa hal seperti:

    • Pijat diilakukan oleh tenaga profesional. Memilih tenaga profesional yang tepat merupakan langkah pertama untuk melakukan pijat ibu hamil. Hal ini dilakukan karena tenaga profesional pasti sudah memahami bagian tubuh apa saja yang boleh dan tidak boleh untuk dipijat. 
    • Memilih waktu yang tepat. Seperti yang sudah disebutkan, sebaiknya pijat dilakukan saat usia kehamilan mencapai 12 minggu dan hindari pijat pada usia 32 minggu (maksimal hanya sampai 31 minggu saja). 
    • Memilih posisi yang tepat dan nyaman. Ada dua posisi yang disarankan saat pijat ibu hamil, yakni posisi berbaring telentang (untuk usia kehamilan di atas 4 bulan) dan posisi berbaring menyamping ke kiri, karena dapat mencegah rahim menekan vena cava inferior, sehingga aliran darah dari bagian bawah tubuh tetap lancar. 
    • Ketahui titik aman pijat. Seperti yang disebutkan sebelumnya, terdapat beberapa area yang tidak boleh dipijat, seperti di area panggul, perut bagian bawah, perut bagian tengah, sela jempol dan telunjuk tangan, jempol kaki, tumit, sekitar jari kaki, serta mata kaki karena dapat memicu kontraksi. Selain itu, beri tahu terapis jika pijatan terasa terlalu kuat atau tidak nyaman. 

  3. Area Tubuh yang Aman saat Pijat

    Area tubuh yang aman saat pijat
    Magnific/alexeyzhilkin

    Selain area tubuh yang harus dihindari, tentunya ada area tubuh yang aman untuk dipijat. Pada area-area ini, pijatan yang lembut justru dapat memberikan manfaat bagi tubuh ibu hamil, mulai dari mengurangi rasa pegal hingga melancarkan sirkulasi darah.

    Beberapa area tersebut di antaranya:

    • Punggung. Beban ibu hamil yang semakin bertambah seiring kehamilan acap kali menyebabkan rasa nyeri pada punggung bagian atas. Pijatan ringan dapat membantu meredakan ketegangan otot dan nyeri akibat bertambahnya beban tubuh. 
    • Bahu, leher, dan kepala. Area ini sering menegang akibat stres dan postur tubuh yang berubah. Pijatan lembut dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan relaksasi.
    • Tangan. Pijatan dapat membantu mengurangi pegal dan kaku serta melancarkan sirkulasi darah. 
    • Kaki (betis, paha, punggung kaki). Pijatan lembut pada betis, paha, dan punggung kaki dapat membantu mengurangi bengkak (edema) dan rasa pegal yang umum terjadi selama kehamilan. 
    • Area perut (hanya berupa usapan lembut). Area ini sangat sensitif, sehingga pijatan hanya dapat berupa usapan lembut dengan minyak yang aman, tanpa disertai dengan tekanan atau gerakan kuat. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelembapan kulit, bukan memijat otot. 

  4. Kondisi yang Perlu Diperhatikan sebelum Melakukan Pijat Ibu Hamil

    Kondisi yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pijat ibu hamil
    Magnific/DC Studio

    Meski pijat aman bagi sebagian besar ibu hamil dengan kehamilan yang normal, terdapat beberapa kondisi medis yang memerlukan konsultasi dokter sebelum melakukan pijat, seperti:

    • Preeklamsia atau hipertensi kehamilan.
    • Riwayat persalinan prematur.
    • Diabetes gestasional.
    • Penyakit jantung atau kondisi medis berat lainnya.
    • Perdarahan vagina atau bercak.
    • Pembengkakan atau edema yang parah, terutama di kaki.
    • Demam atau infeksi.

  5. Manfaat Pijat untuk Ibu Hamil

    Manfaat pijat untuk ibu hamil
    Magnific/pch.vector

    Pijat untuk ibu hamil tentunya memiliki beberapa manfaat tersendiri. Waktu pijat juga dapat dijadikan ide me time yang bisa menjadi pilihan untuk waktu luang mama. Menurut penelitian, beberapa manfaat yang diperoleh dari pijat ibu hamil seperti:

    • Meringankan rasa nyeri pada kepala, kaki, punggung, otot, dan sendi pada tubuh.
    • Mengurangi kecemasan dan depresi, karena tingkat hormon kortisol (hormon stres) yang menurun.
    • Memperbaiki suasana hati dan meningkatkan rasa bahagia, karena hormon serotonin dan dopamin (bagian dari hormon kebahagiaan/happy hormones) yang meningkat. 
    • Menurunkan risiko terjadinya kelahiran prematur.
    • Meningkatkan aliran oksigen pada jaringan dan otot.
    • Mengurangi pembengkakan pada area kaki (edema) 
    • Mengatasi sulit tidur.
    • Mengatasi masuk angin.

    Jika Mama masih ragu untuk melakukan pijat saat hamil, sebaiknya konsultasikan dulu kepada tenaga kesehatan profesional seperti dokter atau bidan sebelum melakukannya, ya!

    Nah, itu tadi beberapa informasi mengenai kapan waktu yang tepat untuk pijat saat hamil. Semoga artikel ini dapat menjawab pertanyaan mama dan bermanfaat bagi Mama yang ingin melakukan pijat saat hamil.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More