Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apakah Setiap Ibu Hamil Ngidam Harus Dituruti? Ini Kata Dokter

Apakah Setiap Ibu Hamil Ngidam Harus Dituruti? Ini Kata Dokter
Pexels/Matilda Wormwood
  • Perubahan hormon selama kehamilan dapat memengaruhi selera, penciuman, dan rasa, sehingga keinginan terhadap makanan tertentu terasa lebih kuat.
  • Ngidam makanan boleh dipenuhi bila aman dan dalam porsi wajar, tanpa mengabaikan kebutuhan nutrisi seimbang bagi ibu dan janin.
  • Keinginan mengonsumsi benda non-makanan seperti tanah atau kapur dapat mengarah pada pica dan perlu segera dikonsultasikan kepada dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ngidam menjadi salah satu hal yang cukup identik dengan masa kehamilan. Keinginan untuk menyantap makanan tertentu terkadang muncul begitu kuat, bahkan membuat ibu hamil terus memikirkannya sebelum keinginan tersebut terpenuhi.

Namun, apakah setiap keinginan saat hamil atau ngidam ibu hamil harus selalu dituruti? Rupanya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai ngidam tersebut, lho.

Melalui salah satu unggahan Instagramnya, dr. Keven Tali, Sp.OG @dokterkeven, menjelaskan bahwa ngidam memang bisa terjadi selama kehamilan. Namun, ibu hamil tetap perlu bijak dalam menyikapi setiap keinginan yang muncul.

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

  1. 1. Perubahan hormon bisa membuat keinginan makan terasa lebih kuat

    Perubahan hormon bisa membuat keinginan makan terasa lebih kuat
    Vecteezy/Suriyawut Suriya

    Saat hamil, sebagian perempuan mungkin tiba-tiba menginginkan makanan tertentu, termasuk makanan yang sebelumnya jarang disukai. Keinginan tersebut bahkan dapat terasa sangat kuat hingga terus terpikirkan sebelum terpenuhi.

    Menurut dr. Keven, perubahan yang terjadi dalam tubuh selama kehamilan dapat menjadi salah satu alasan di balik kondisi tersebut.

    “Ngidam saat hamil bisa berupa keinginan kuat untuk makan makanan tertentu, bahkan makanan yang sebelumnya jarang disukai. Perubahan hormon selama kehamilan diduga ikut mempengaruhi perubahan selera, penciuman, dan rasa. Makanya, keinginan makan tertentu bisa terasa lebih kuat dari biasanya,” jelasnya di unggahan tersebut.

    Perubahan hormon memang dapat memengaruhi berbagai hal, termasuk selera makan dan sensitivitas terhadap aroma maupun rasa. Tak heran jika ibu hamil bisa memiliki preferensi makanan yang berbeda dibandingkan sebelum hamil.

  2. 2. Ngidam makanan boleh dituruti, tetapi tetap ada batasannya

    Ngidam makanan boleh dituruti, tetapi tetap ada batasannya
    Pexels/Pavel Danilyuk

    Tidak semua keinginan makan saat hamil harus ditahan. Jika makanan yang diidamkan merupakan makanan biasa dan aman dikonsumsi, tidak ada salahnya untuk sesekali memenuhi keinginan tersebut.

    Namun, jumlah yang dikonsumsi tetap perlu diperhatikan. Jangan sampai terlalu sering mengonsumsi satu jenis makanan hingga kebutuhan nutrisi lainnya justru terabaikan. dr. Keven menekankan bahwa keamanan makanan dan kecukupan nutrisi tetap menjadi hal utama selama kehamilan.

    “Tapi, bukan berarti setiap ngidam harus selalu dituruti ya. Kalau yang diinginkan masih makanan biasa dan dikonsumsi dalam jumlah wajar, tentu boleh saja. Yang penting, kebutuhan nutrisi selama hamil tetap terpenuhi dan makanan yang dikonsumsi aman untuk ibu dan janin,” tulisnya.

    Jadi, sebelum menuruti keinginan makan, pastikan makanan tersebut aman dan dikonsumsi dalam porsi yang sesuai. Pola makan bergizi seimbang tetap penting untuk mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.

  3. 3. Ngidam benda yang bukan makanan perlu mendapat perhatian khusus

    Ngidam benda yang bukan makanan perlu mendapat perhatian khusus
    Freepik/jcomp

    Berbeda dengan keinginan mengonsumsi makanan tertentu, ibu hamil perlu lebih waspada apabila justru ingin memakan sesuatu yang sebenarnya bukan makanan. Misalnya tanah, kapur, atau benda lainnya.

    Kondisi ini dikenal sebagai pica dan tidak boleh dianggap sebagai ngidam biasa. Pica adalah gangguan makan ketika seseorang secara kompulsif dan terus-menerus memakan benda atau zat yang bukan makanan dan tidak memiliki nilai gizi. Jika ibu hamil mengalami kondisi ini, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.

    “Nah, kalau ngidamnya justru ingin makan sesuatu yang bukan makanan, seperti tanah, kapur, atau benda lainnya, jangan dianggap sepele. Kondisi ini bisa disebut pica dan sebaiknya dikonsultasikan ke dokter untuk dicari tahu penyebabnya,” jelas dr. Keven.

    Mengonsumsi benda non-makanan dapat berisiko bagi kesehatan. Selain berpotensi mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh, pica juga dapat menjadi tanda adanya kondisi tertentu yang perlu dievaluasi oleh tenaga medis.

    Jadi, ngidam saat hamil memang bisa terjadi, tetapi tidak semua keinginan harus selalu dituruti. Jika makanan yang diinginkan aman dan dikonsumsi dalam jumlah wajar, keinginan tersebut boleh saja dipenuhi. Namun, jika ngidam mengarah pada benda yang bukan makanan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

    Pesan utamanya yakni utamakan keamanan makanan dan kebutuhan nutrisi selama kehamilan agar kesehatan ibu dan janin tetap terjaga!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More