Manajer Nagita Slavina Dapat Kado Progam Bayi Tabung dari Raffi Ahmad

Bayi tabung bisa jadi pilihan saat ingin memiliki momongan

11 Januari 2022

Manajer Nagita Slavina Dapat Kado Progam Bayi Tabung dari Raffi Ahmad
YouTube/Rans Entertainment

Pasangan artis, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina memang sering kali menjadi sorotan warganet. Pasangan ini banyak digemari publik karena selalu berhasil menginspirasi banyak orang. 

Belakangan ini, Raffi Ahmad kembali menghebohkan publik lantaran dirinya memberikan hadiah fantastis berupa program bayi tabung untuk manajer Nagita Slavina yang bernama Lutfi Achmad.

Hal tersebut diketahui dari kanal YouTube Rans Entertainment yang tayang pada 10 Januari 2022. 

Penasaran seperti apa cerita lengkap Raffi Ahmad yang memberikan hadiah program bayi tabung kepada manager Nagita Slavina?

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya untuk Mama. Langsung saja disimak yuk, Ma!

Raffi Ahmad Janjikan Program Bayi Tabung untuk Manajer Nagita Slavina

Raffi Ahmad Janjikan Program Bayi Tabung Manajer Nagita Slavina
YouTube/Rans Entertainment

Melalui podcast YouTube Rans Entertainment, Raffi mengajak manajer Nagita Slavina untuk berbincang-bincang. 

Pada awalnya, Raffi dan Lutfi membahas kesibukan Nagita Slavina serta pekerjaan Lutfi sebagai manajernya. Namun, setelah itu, Raffi mulai menanyakan kehidupan pribadi salah satu tim Rans tersebut. 

Raffi bertanya mengenai kehidupan rumah tangga Lutfi lantaran manajer Nagita tersebut tidak pernah terlihat membawa sang istri ke tempat kerja. Rupanya, laki-laki berusia 40 tahun itu telah membina rumah tangga selama 12 tahun. 

Namun, Lutfi mengaku sampai sekarang ia dan sang istri belum juga dikaruniai momongan. Bahkan, Lutfi dan istrinya pernah menjalani bayi tabung sebanyak dua kali dan telah menghabiskan uang sebanyak ratusan juta rupiah. 

Raffi pun merasa tersentuh setelah mendengar kisah Lutfi dan istrinya yang berjuang untuk mendapatkan momongan.

Ia pun langsung menjanjikan hadiah berupa program bayi tabung untuk membantu Lutfi mendapatkan buah hati.

“Bayi tabung mau coba lagi?,” tanya Raffi kepada manajer istrinya tersebut. Lutfi pun sontak menjawab mau. 

“Yaudah kalo gitu gue bayarin,” sambung Raffi. Lutfi pun menanggapinya dengan sangat antusias.

Berbicara soal bayi tabung atau fertilisasi in vitro (IVF), pasangan yang menjalani program bayi tabung akan melakukan serangkaian prosedur yang bertujuan untuk membantu kesuburan, mencegah masalah genetik, dan membantu dalam proses konsepsi.

Lantas, apakah ada batasan usia dalam menjalani program bayi tabung? Yuk, simak informasi berikut!

Editors' Picks

1. Apa itu program bayi tabung?

1. Apa itu program bayi tabung
Freepik/jcomp

Seperti yang sudah disebutkan di atas, program bayi tabung adalah serangkaian prosedur bagi pasangan yang menantikan kehamilan. 

Bayi tabung dilakukan untuk membantu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh perempuan, tepatnya di dalam tabung pembuahan.

Setelah sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma dan menghasilkan embrio, maka kemudian embrio tersebut akan dipindahkan ke dalam rahim perempuan. 

2. Mengapa lewat bayi tabung?

2. Mengapa lewat bayi tabung
Pexels/Pavel Danilyuk

Pada dasarnya, program bayi tabung bukanlah satu-satunya solusi bagi pasangan yang ingin memiliki anak yang mengalami masalah kesuburan.

Masih ada beberapa pilihan lain, salah satunya adalah dengan obat kesuburan untuk meningkatkan produksi sel telur. 

Namun, bagi pasangan yang sudah berusia di atas 40 tahun, disarankan untuk menjalani prosedur bayi tabung sebagai metode untuk mengatasi infertilitas.

Selain itu, ada beberapa kondisi lain yang kemungkinan dialami pasangan yang sulit dikaruniai kehamilan dan disarankan menjalani prosedur bayi tabung, di antaranya adalah:

  • Memiliki kelainan genetik,
  • Mengalami gangguan tuba falopi atau gangguan rahim,
  • Mengalami gangguan ovulasi yang membuat produksi sel telur tidak maksimal,
  • Sedang menderita penyakit serius, seperti kanker,
  • Mengalami masalah sistem kekebalan tubuh yang memengaruhi kualitas sel telur atau sperma,
  • Produksi sperma tidak maksimal,
  • Sperma tidak mampu melewati cairan leher rahim,
  • Masalah ketidaksuburan yang tidak diketahui penyebabnya,
  • Memiliki risiko penyakit keturunan.

Dengan program bayi tabung, sel telur yang sudah dibuahi sel sperma dapat dipantau untuk mencari tahu masalah genetik tertentu.

Jika embrio dinyatakan sehat dan tidak memiliki risiko penyakit yang dapat diturunkan, maka embrio tersebut dapat ditanam ke dalam rahim perempuan.

Dengan kata lain, program bayi tabung dapat memberikan peluang lebih besar untuk mendapatkan keberhasilan kehamilan dan melahirkan bayi yang sehat.

3. Apakah usia menentukan keberhasilan program bayi tabung?

3. Apakah usia menentukan keberhasilan program bayi tabung
Freepik/jcomp

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan prosedur bayi tabung. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh adalah faktor usia.

Pada dasarnya, saat memasuki usia 40-an, peluang dalam menjalani program bayi tabung akan semakin kecil. Tingkat keberhasilan bahkan bisa semakin menurun ketika usia perempuan melewati 44 tahun. 

Hal ini disebabkan oleh menurunnya produksi sel telur seiring dengan pertambahan usia perempuan. Bahkan, tidak hanya menurun secara jumlah, tetapi juga terjadi penurunan kualitas sel telur.

Namun, hal tersebut bukan berarti pasangan yang telah berusia di atas 40 tidak memiliki peluang untuk mendapatkan kehamilan. Perempuan masih memiliki peluang untuk hamil selama siklus menstruasi teratur dan tingkat kesuburan masih tinggi. 

    4. Tips dalam menjalankan program bayi tabung bagi pasangan dengan usia di atas 40 tahun

    4. Tips dalam menjalankan program bayi tabung bagi pasangan usia atas 40 tahun
    Unsplash/Felipe Bustillo

    Seperti yang telah disebutkan di atas, usia di atas 40 tahun masih memiliki kesempatan untuk hamil selama siklus menstruasi masih teratur dan tingkat kesuburan masih tinggi.

    Selain itu, ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan kesuburan setelah usia 40 tahun, di antaranya adalah sebagai berikut.

    • Melakukan konseling pra konsepsi

    Pada dasarnya, konseling pra konsepsi tidak hanya baik dilakukan oleh pasangan di atas usia 40 tahun.

    Setiap pasangan dari segala usia penting untuk melakukan konseling pra konsepsi saat merencanakan kehamilan.

    Dengan melakukan konseing pra konsepsi, pasangan dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai berbagai faktor yang dapat meningkatkan peluang kehamilan, hingga masalah kesehatan yang berpotensi memengaruhi kesehatan perempuan selama kehamilan.

    • Bangun pola hidup sehat

    Saat sedang program hamil, sangat penting untuk membangun gaya hidup sehat dengan menjaga pola tidur, pola makan, dan olahraga yang teratur.

    Sebaiknya hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang bisa mengurangi kesuburan atau bahkan menimbulkan masalah kesehatan ketika pasangan berhasil hamil, seperti kafein, alkohol, makanan cepat saji, atau makanan setengah matang.

    • Persiapkan banyak waktu dan usaha

    Seperti yang kita ketahui, menjalankan program bayi tabung membutuhkan waktu dan tenaga, serta perencanaan finansial yang matang.

    Kamu dan pasangan mungkin akan mengorbankan banyak waktu dan tenaga karena prosedur bayi tabung cukup ketat.

    Misalnya harus menunggu selama 10-12 hari, diharuskan minum obat kesuburan setiap hari, atau biasanya diberi suntikan yang dilakukan sendiri untuk merangsang ovarium agar menghasilkan banyak sel telur.

    Nah, itulah informasi mengenai manajer Nagita Slavina dapat kado progam bayi tabung dari Raffi Ahmad. Kita doakan semoga kado yang diberikan Raffi Ahmad tersebut bisa jadi cara agar manajer Nagita segera mendapatkan momongan.

    Baca juga:

    Tanya Ahli

    Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

    Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.