Perempuan Asal Amerika Dipenjara karena Keguguran

Seorang perempuan asal Amerika mengalami keguguran dan dituntut sebagai pembunuh janinnya sendiri

17 November 2021

Perempuan Asal Amerika Dipenjara karena Keguguran
Freepik/jcomp

Pernahkah terbayangkan di benak Mama seorang perempuan masuk penjara karena keguguran? Ya, kisah ini memang benar dialami oleh seorang perempuan asal Oklahoma, Amerika Serikat.  

Seorang perempuan bernama Brittney Poolaw dijatuhi hukuman 4 tahun penjara atas tuduhan melakukan pembunuhan pada janinnya. Hal ini telah menuai perdebatan di media sosial.

Lantas, bagaimana bisa Brittney Poolaw dituntut sebagai pembunuh janinnya sendiri dan dijatuhi hukuman penjara? Berikut Popmama.com telah rangkum informasinya untuk Mama.

Editors' Picks

1. Dituntut 4 tahun karena mengalami keguguran

1. Dituntut 4 tahun karena mengalami keguguran
BBC News

Pada 6 Oktober 2021, Brittney Poolaw, seorang remaja dari Oklahoma dijatuhi hukuman 4 tahun penjara setelah ia didakwa atas pembunuhan tingkat pertama karena keguguran. 

Pengacara Poolaw mengatakan mereka akan mengajukan banding atas tuntutan tersebut. Sementara itu, jaksa penuntut menolak memberikan komentar karena proses pengadilan masih terus berjalan.

Kisah Poolaw yang dipenjara karena keguguran ini telah menjadi pertentangan dan bahan diskusi di media sosial maupun pers.

Tak sedikit juga warganet dan organisasi kehamilan yang menentang keputusan jaksa yang memutuskan hukuman penjara 4 tahun kepada Poolaw.

2. Bagaimana Poolaw bisa dipenjara?

2. Bagaimana Poolaw bisa dipenjara
Freepik/Racool_studio

Jaksa kasus Poolaw berargumen bahwa keguguran yang dialami Poolaw disebabkan oleh penggunaan sabu.

Associated Press melaporkan hasil otopsi yang menunjukkan bahwa janin yang dikandung Poolaw positif mengandung metamfetamin di hati dan otaknya. 

Namun, tidak ada bukti yang jelas bahwa keguguran disebabkan oleh penggunaan sabu-sabu. Menurut Lynn Paltrow, seorang Direktur Eksekutif National Advocates for Pregnant Women (NAPW), keguguran bisa saja disebabkan oleh faktor lain, termasuk kelainan bawaan dan solusio plasenta.

Poolaw mengalami keguguran di rumahnya dan pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis.

Konstitusi di kota Lawton melaporkan bahwa Poolaw mengaku menggunakan sabu-sabu dan ganja. Dia juga mengatakan bahwa ketika awal mengetahui dirinya sedang hamil, ia ragu apakah ingin tetap menjaga bayinya atau menggugurkannya.

Sementara itu, organisasi NAPW percaya bahwa ibu hamil memegang pilihan untuk meneruskan atau menghentikan kehamilannya. 

3. Banyak yang menentang keputusan jaksa

3. Banyak menentang keputusan jaksa
Nathan Dumlao
Ilustrasi

Setelah jaksa menuntut 4 tahun atas tuduhan pembunuhan tingkat pertama, pihak NAPW mengatakan bahwa undang-undang pembunuhan dan pembunuhan tidak berlaku bagi perempuan yang mengalami keguguran, yang didefinisikan sebagai keguguran yang terjadi sebelum usia kehamilan 20 minggu.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, Janin berusia antara 15 hingga 17 minggu tidak memiliki kesempatan hidup di luar rahim.

Janin biasanya mampu bertahan hidup di luar rahim sampai setidaknya usia kehamilan 24 minggu,

Tak hanya itu, berdasarkan American Pregnancy Association, perempuan di bawah usia 35 tahun memiliki kemungkinan 15 persen mengalami keguguran. 

"Kasus Poolaw merupakan sebuah tragedi. Ia telah menderita trauma saat keguguran, telah dipenjara selama satu setengah tahun selama pandemi, dan didakwa serta dihukum karena kejahatan yang tidak didasari hukum atau sains," kata Direktur Eksekutif NAPW. 

Organisasi tersebut menyatakan bahwa ibu hamil yang memiliki ketergantungan atau kecanduan narkoba tidak boleh dihukum secara pidana, melainkan harus diobati dan dirawat.

Kasus Poolaw ini telah memicu kecaman di media sosial. Banyak orang yang mengkritik keputusan pengadilan dan membuat petisi untuk mendukung Poolaw.

Nah, itulah informasi mengenai kisah seorang perempuan dipenjara karena keguguran.

Bagaimana nih menurut pendapat Mama, apakah kasus Poolaw bisa dianggap sebagai pembunuhan atau murni disebabkan oleh masalah kehamilan?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.