Menjaga kesehatan tubuh saat sedang merencanakan kehamilan memang memerlukan perhatian ekstra ya, Ma. Selama ini, banyak orang berasumsi bahwa masalah kesuburan hanya mengintai mereka yang memiliki berat badan berlebih. Alhasil, memiliki tubuh yang sangat kurus sering kali dianggap aman-aman saja dan jauh dari masalah kesuburan. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, lho.
Faktanya, memiliki tubuh yang terlalu kurus atau berat badan kurang juga bisa menjadi rintangan tersendiri dalam menjemput garis dua. Melansir data medis dari Tommy’s, seseorang dikategorikan memiliki berat badan kurang jika Indeks Massa Tubuh (BMI) berada di bawah angka 18,5. Pada kondisi ini, tubuh berisiko tinggi mengalami malnutrisi atau kekurangan nutrisi penting, yang secara langsung dapat mengacaukan sistem reproduksi dan memicu terjadinya gagal ovulasi alias sel telur tidak matang. Jika ovulasi terganggu, otomatis menstruasi menjadi tidak teratur atau bahkan berhenti total, sehingga peluang untuk hamil pun akan menurun drastis.
Topik mengenai berat badan dan makanan memang menjadi hal yang cukup sensitif bagi sebagian orang. Namun, memahami kondisi fisik sendiri secara jujur adalah langkah awal yang sangat baik demi kesehatan Mama dan masa depan calon janin. Mengetahui fakta medis ini bukan untuk membuat Mama berkecil hati, melainkan untuk membantu Mama menyusun strategi promil yang lebih tepat bersama Papa.
Berikut Popmama.com rangkum fakta mengenai kurang berat badan bisa bikin gagal ovulasi beserta cara aman mengatasinya:
