Popmama.com/Yesica Kirana
Perubahan hormon, terutama saat menopause, dapat berdampak ke kualitas tidur dan kestabilan fisik lainnya.
“Kalau perempuan-perempuan dengan fase menopause itu sulit sekali tidur. Insomnia itu merupakan salah satu kesulitan yang utama dan memang harus kita jawab,” tambahnya.
Secara umum, menopause dapat menyebabkan perubahan pada dinding vagina yang membuatnya lebih tipis, kering, dan kurang elastis, sehingga berpotensi muncul rasa tidak nyaman atau nyeri saat berhubungan intim.
Kondisi ini juga dikenal sebagai genitourinary syndrome of menopause dan dapat dialami oleh sebagian besar perempuan dalam fase ini.
Melansir dari Healthline, penurunan estrogen saat menopause bisa memengaruhi kesehatan jaringan vagina dan menyebabkan kekeringan, nyeri, dan berkurangnya pelumasan alami.
Selain itu, teknologi modern dan tim pendukung kesehatan mental dapat membantu perempuan merasa lebih nyaman dan rileks melalui terapi yang fokus pada tidur, stress, dan fungsi saraf tubuh secara keseluruhan.