Tips Hamil Sehat di Atas 35 Tahun, Ketahui Risiko dan Faktanya

Ada cara meminimalisir risiko ibu hamil di usia di atas 35 tahun agar janin bisa tetap sehat

25 Oktober 2021

Tips Hamil Sehat Atas 35 Tahun, Ketahui Risiko Faktanya
Pexels/amina-filkins

Hamil di atas 35 tahun cukup berisiko bagi kesehatan baik untuk ibu hamil maupun janin yang ada dalam kandungan. Oleh karenanya, ibu hamil yang ingin memiliki momongan di atas usia 35 tahun perlu mengetahui risiko dan fakta hamil sehat di usia tua.

Apakah ibu hamil di atas usia 35 tahun bisa tetap sehat?

Tentu bisa, Ma. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipelajari untuk mengurangi risiko dan mengetahui tips hamil sehat di atas 35 tahun.

Berikut Popmama.com rangkum informasi tips hamil sehat di atas 35 tahun yang harus Mama tauh.

1. Memeriksa kehamilan secara rutin

1. Memeriksa kehamilan secara rutin
Freepik/wavebreakmedia-micro

Sama seperti tips kehamilan lain, kita juga harus selalu memeriksa kehamilan secara rutin. Hal ini bertujuan untuk mencegah dan mengetahui risiko yang mungkin terjadi. 

Idealnya bagi ibu hamil perlu berkunjung ke dokter untuk melakukan pemeriksaan kehamilan minimal 8 kali. Sehingga minimal kita perlu meluangkan waktu sebulan sekali untuk memeriksakan diri terutama di masa 6 bulan pertama kehamilan. 

Saat memasuki usia 7-8 bulan kehamilan, lakukan pemeriksaan setiap dua minggu sekali. Kita juga harus mengetahui apa saja perawatan kehamilan yang mungkin dilakukan saat hamil. 

Ini juga berguna untuk mencegah bayi lahir prematur dan bayi BBLR (berat badan lahir rendah). Kita juga bisa melakukan tes darah untuk mengetahui risiko kelainan kromosom sebelum bayi lahir mungkin diperlukan.

2. Hindari hal-hal yang merugikan kesehatan selama hamil

2. Hindari hal-hal merugikan kesehatan selama hamil
Pexels/Basil MK

Ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko hamil di atas 35 tahun. Misalnya merokok bisa menyebabkan BBLR, bayi lahir prematur, cacat lahir, hingga sindrom kematian bayi mendadak.

Lalu, hindari juga untuk minum-minuman beralkohol. Ini dapat meningkatkan risiko bayi mengalami keterlambatan fisik dan mental.

Editors' Picks

3. Menjaga berat badan sehat selama kehamilan

3. Menjaga berat badan sehat selama kehamilan
Pexels/SHVETS production

Makanan bergizi dan seimbang penting untuk kesehatan ibu hamil dan kesehatan janin yang sedang berkembang. Penting juga untuk mengonsumsi makanan bergizi selama kehamilan.

Ibu hamil direkomendasikan memakan banyak makanan yang bervariasi untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh. Zat gizi penting seperti asam folat, kalsium hingga karbohidrat dan sumber lemak baik sangat dibutuhkan. 

Ibu hamil juga harus mengonsumsi sumber protein dan sumber vitamin serta mineral dari sayuran dan buah-buahan. 

Kita juga harus menkonsultasikan dengan dokter mengenai kenaikan berat badan yang harus dicapai. Semakin banyak berat badan yang kita miliki sebelum hamil, semakin kecil kenaikan berat badan yang harus dicapai ketika hamil. 

Kenaikan berat badan yang cukup selama kehamilan dapat mengurangi risiko ibu hamil terkena penyakit diabetes gestasional dan hipertensi gestasional.

4. Rutin berolahraga

4. Rutin berolahraga
Freepik/freepik

Olahraga teratur bisa membantu mengontrol berat badan ibu hamil sehingga membuat tubuh lebih sehat. Olahraga juga bisa membantu menjalani proses persalinan dengan mudah. 

Olahraga yang bisa kita ikuti selama hamil adalah kelas senam ibu hamil atau yoga hamil. Untuk gerakan dan jenis olahraga konsultasikan dengan dokter sebelum memilih.

Olahraga untuk ibu hamil juga tidak mesti berat. Misalnya, olahraga ringan seperti jalan kaki juga termasuk hal yang bisa dilakukan ibu hamil.

5. Menghindari stres

5. Menghindari stres
Freepik/wayhomestudio

Ibu hamil di atas usia 35 tahun biasanya memiliki beberapa kecemasan tentang kesehatan bayi dalam kandungan. Salah satunya kemungkinan mengalami keguguran. 

Untuk risiko seperti ini, sebaiknya bicarakan apa yang kita rasakan dengan dokter dan orang sekitar kita. Sebaiknya ibu hamil juga memiliki support system kuat dari suami, saudara, atau teman. Ini bisa mengurangi beban pikiran yang ada.

Stres saat hamil bisa membuat ibu hamil memproduksi lebih banyak hormon stres yang bernama kortisol. 

Ketika jumlah hormon stres itu meningkat, pembuluh darah di dalam tubuh akan menyempit. Ini akan membuat aliran darah dan pasokan oksigen ke janin bisa terganggu. 

Risiko kehamilan di atas 35 tahun

Risiko kehamilan atas 35 tahun
Freepik/drobotdean

Ibu hamil di atas 35 tahun punya sederet risiko kehamilan yang meningkat. Ini tidak berarti calon ibu hamil di usia tua selalu memiliki risiko ini.

Namun, kita bisa memahami risiko tersebut agar bisa mengambil langkah pencegahan. Ibu hamil di atas 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai masalah, misalnya:

  • Preeklamsia, suatu kondisi yang menyebabkan tekanan darah tinggi.
  • Diabetes gestasional, ketika ada terlalu banyak gula dalam darah.
  • Keguguran atau lahir mati.
  • Bayi lahir cacat.
  • Bayi lahir berat badan rendah (BBLR).

Itulah tadi informasi mengenai tips hamil sehat di atas 35 tahun, sebaiknya mengetahui risiko dan faktanya. Kehamilan sehat dan baik ini bisa diusahakan oleh semua ibu hamil, jadi jangan khawatir selama kita juga berdiskusi dengan dokter.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.