Pexels.com/Photo By: Kaboompics.com
Satu lagi yaitu formaldehyde releasers atau zat pengawet pelepas formaldehid yang biasanya ditambahkan ke produk berbasis air seperti sampo dan sabun untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.
Tubuh yang terpapar senyawa ini dalam jangka panjang bisa mengganggu kesehatan reproduksi dengan menurunkan tingkat kesuburan, baik pada laki-laki maupun pada perempuan.
Formaldehida dapat mengganggu poros hipotalamus-hipofisis-ovarium (poros HPO) yang mengatur sistem reproduksi. Saat terganggu, produksi hormon penting jadi tidak seimbang dan memicu siklus haid yang tidak teratur.
Lalu, senyawa ini juga memicu munculnya stres oksidatif yang menurunkan kemampuan tubuh untuk mengatur hormon gonadotropin dan mencegah terjadinya ovulasi.
Studi menunjukkan kalau paparan kronis terhadap formaldehida bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan testis. Tentunya, hal ini memicu penurunan daya hidup sperma dan meningkatkan bentuk abnormal pada sperma, demikian dilansir dari National Institute of Health.
Bagi kamu yang sedang berencana hidup lebih sehat dan sedang menjalankan program hamil, ada baiknya untuk lebih detail dalam memilih produk perawatan tubuh serta kulit agar bisa menghindari beberapa senyawa ini. Semakin sederhana kandungan kimianya, diharapkan hormon pun tidak terganggu dan organ reproduksi bisa tetap sehat.