Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sampo dengan Kandungan ini bisa Mengganggu Kesuburan, Hati-Hati!
Magnific.com/jcomp
  • Ketidakseimbangan hormon dapat memengaruhi kesehatan organ intim, jadwal haid, serta kualitas sel telur dan sperma.

  • Gangguan kesuburan dapat dipicu berbagai faktor, termasuk senyawa kimia yang mengganggu kestabilan hormon.

  • Artikel menyoroti bahwa beberapa kandungan dalam sampo perlu dihindari karena berpotensi mengganggu kesuburan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gangguan kesuburan bisa disebabkan oleh banyak faktor, termasuk senyawa kimia yang mengganggu kestabilan hormon. Faktanya, ada beberapa senyawa di sampo yang bisa mengganggu kesuburan, lho. 

Keseimbangan hormon merupakan hal penting untuk terciptanya kesehatan organ intim. Saat hormon tidak seimbang, maka jadwal haid pun bisa berantakan, sel telur dan sperma memiliki kualitas rendah, dan banyak masalah lainnya. 

Sering tidak disadari, ketidakseimbangan hormon ini bisa disebabkan oleh hal-hal sepele, seperti memilih shampo. Berikut Popmama.com akan jabarkan apa saja kandungan yang sebaiknya dihindari saat memilih sampo karena bisa mengganggu kesuburan. 

1. Sampo dengan kandungan paraben

Unsplash.com/howtogym

Paraben adalah zat pengawet kimia yang biasanya ditemui dalam produk perawatan tubuh dan kosmetik. Zat ini bisa menjadi salah satu risiko terjadinya ketidakseimbangan hormon reproduksi dan juga menurunkan tingkat kesuburan. 

Paraben bertindak seperti hormon estrogen dalam tubuh, yang bisa mengganggu sistem reproduksi pada perempuan. Pada laki-laki, paraben bisa menurunkan kualitas sperma jika menggunakan banyak produk yang mengandung senyawa tersebut. 

2. Efek produk dengan kandungan phthalates pada perempuan

Pexels.com/rdne stock project

Dalam sampo, phthalates bermanfaat untuk menjadi bahan pengikat aroma agar wangi sampo tahan lama. Selain itu, phthalates juga mampu membuat tekstur cairan shampo lebih stabil dan fleksibel. 

Sayangnya, senyawa kimia ini bertindak sebagai pengganggu endokrin dan telah terbukti bisa mengganggu keseimbangan hormon reproduksi serta menurunkan kesuburan baik pada perempuan maupun laki-laki, demikian dilansir dari Science Direct. 

Pada perempuan, phthalates bekerja dengan mengikat reseptor hormonal dan mengganggu fungsi hormon reproduksi seperti estrogen dan testosteron, demikian menurut  dokter kandungan sekaligus spesialis ongkologis, Lora Shanine, MD, FACOG.

Paparan yang tinggi dan terus-menerus bisa memicu gangguan menstruasi, disfungsi ovulasi, dan peningkatan risiko endometriosis. 

3. Efek phthalates pada laki-laki

Magnific.com/freepik

Phthalates juga memiliki efek negatif pada laki-laki. Untuk kesuburan laki-laki, phthalates  bisa menghambat kerja hormon testosteron. Efeknya, memengaruhi kesuburan dan kesehatan reproduksi pada laki-laki. 

Kandungan ini bisa menurunkan konsentrasi sperma, menurunkan motility, dan membuat sperma menjadi abnormal. Sedangkan menurut dokter kandungan, Eric K Seaman, kandungan senyawa phthalates yang tinggi di tubuh laki-laki membuat proses kehamilan secara alami lebih sulit terjadi. 

4. Efek triclosan pada kesuburan

Magnific.com/gpointstudio

Triclosan merupakan bahan antimikroba sekaligus pengawet yang berguna untuk membunuh bakteri serta jamur di kulit kepala. Senyawa ini juga mampu membersihkan kulit kepala dari kuman penyebab infeksi ringan. 

Sayangnya, triclosan memberikan efek buruk pada kesuburan karena zat ini bertindak sebagai pengganggu endokrin yang merusak keseimbangan hormon reproduksi, demikian ditengok dari National Institute of Health.

Senyawa ini menirukan atau menghambat kerja hormon alami di dalam tubuh, sehingga mengganggu sistem endokrin yang mengatur fungsi reproduksi. 

5. Efek negatif triclosan pada perempuan dan laki-laki

Freepik.com/freepik

Pada perempuan, triclosan bisa mengganggu fungsi ovarium, memicu gangguan menstruasi, meningkatkan risiko kondisi PMOS, serta bisa membuat perempuan lebih sulit hamil. 

Sedangkan pada laki-laki, senyawa ini bisa menurunkan kualitas sperma dan merusak organ reproduksi. 

6. Formaldehyde releasers dan efeknya pada kesehatan organ reproduksi

Pexels.com/Photo By: Kaboompics.com

Satu lagi yaitu formaldehyde releasers atau zat pengawet pelepas formaldehid yang biasanya ditambahkan ke produk berbasis air seperti sampo dan sabun untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. 

Tubuh yang terpapar senyawa ini dalam jangka panjang bisa mengganggu kesehatan reproduksi dengan menurunkan tingkat kesuburan, baik pada laki-laki maupun pada perempuan. 

Formaldehida dapat mengganggu poros hipotalamus-hipofisis-ovarium (poros HPO) yang mengatur sistem reproduksi. Saat terganggu, produksi hormon penting jadi tidak seimbang dan memicu siklus haid yang tidak teratur. 

Lalu, senyawa ini juga memicu munculnya stres oksidatif yang menurunkan kemampuan tubuh untuk mengatur hormon gonadotropin dan mencegah terjadinya ovulasi. 

Studi menunjukkan kalau paparan kronis terhadap formaldehida bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan testis. Tentunya, hal ini memicu penurunan daya hidup sperma dan meningkatkan bentuk abnormal pada sperma, demikian dilansir dari National Institute of Health.

Bagi kamu yang sedang berencana hidup lebih sehat dan sedang menjalankan program hamil, ada baiknya untuk lebih detail dalam memilih produk perawatan tubuh serta kulit agar bisa menghindari beberapa senyawa ini. Semakin sederhana kandungan kimianya, diharapkan hormon pun tidak terganggu dan organ reproduksi bisa tetap sehat. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article