Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Stres Oksidatif Bisa Memicu Kerusakan DNA Sperma, Ini Solusinya
Popmama.com/Bernika Nathania/AI
  • Stres oksidatif terjadi saat radikal bebas melebihi kemampuan tubuh menetralisirnya, sehingga dapat merusak DNA sperma, menurunkan kualitasnya, dan memengaruhi peluang keberhasilan program hamil.
  • Perbaikan gaya hidup mencakup berhenti merokok, membatasi alkohol, rutin berolahraga, menjaga berat badan, tidur cukup, mengatur jam kerja, serta memberi tubuh waktu istirahat dan relaksasi.
  • Asupan buah, sayur, kacang, dan biji-bijian kaya antioksidan dapat membantu; suplemen harus sesuai anjuran medis, sementara paparan panas berlebih di sekitar testis perlu dihindari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kondisi genetik pada sperma adalah hal penting yang perlu diperhatikan karena dapat berpengaruh pada proses pembuahan dan perkembangan embrio. Salah satu faktor yang dapat mengganggu kualitas tersebut adalah stres oksidatif, yaitu kondisi ketika jumlah radikal bebas di dalam tubuh lebih tinggi daripada kemampuan tubuh untuk menetralisirnya. 

Pada sperma, kondisi tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada DNA, lho. Kerusakan ini ada kaitannya dengan menurunnya kualitas sperma dan berpotensi memengaruhi peluang keberhasilan program hamil

Kabar baiknya, ada beberapa solusi untuk membantu mengurangi stres oksidatif dan menangani kerusakan DNA sperma. Yuk, simak artikel dari Popmama.com berikut ini.

1. Perbaiki pola hidup

Popmama.com/Bernika Nathania/AI

Pola hidup sehari-hari dapat memengaruhi jumlah radikal bebas di dalam tubuh. Kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kurang tidur, serta berat badan berlebih dapat meningkatkan stres oksidatif yang berisiko memengaruhi kualitas sperma.

Karena itu, biasakan mulai menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dengan berhenti merokok, membatasi alkohol, rutin berolahraga, tidur cukup, dan menjaga berat badan tetap ideal. Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi paparan stres oksidatif.

2. Perbanyak makanan kaya antioksidan

Popmama.com/Bernika Nathania/AI

Mencukupi asupan makanan yang kaya antioksidan dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengurangi stres oksidatif. Antioksidan berperan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. 

Untuk yang sedang mempersiapkan kehamilan, dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, serta melengkapi pola makan dengan kacang-kacangan dan biji-bijian. Pola makan bergizi ini dapat membantu memperbaiki dan menjaga kualitas sperma selama menjalani program hamil.

3. Konsumsi suplemen antioksidan sesuai anjuran medis

Popmama.com/Bernika Nathania/AI

Suplemen antioksidan dapat dipertimbangkan untuk membantu mengurangi dampak radikal bebas terhadap sel sperma. Beberapa nutrisi, seperti vitamin C dan vitamin E, diketahui memiliki sifat antioksidan yang berperan dalam melindungi sel dari kerusakan oksidatif.

Namun, konsumsi suplemen tidak boleh dilakukan sembarangan. Jenis, dosis, dan lama penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebutuhan masing-masing agar manfaatnya dapat lebih optimal.

4. Hindari paparan suhu terlalu panas di sekitar testis

Popmama.com/Bernika Nathania/AI

Suhu yang terlalu tinggi di sekitar testis dapat memengaruhi proses pembentukan dan kualitas sperma. Paparan panas yang terjadi secara berulang atau dalam waktu lama juga dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan saat menjalani program hamil.

Disarankan untuk mengurangi paparan panas berlebihan dengan membatasi kebiasaan berendam air panas atau menggunakan sauna terlalu lama. Hindari juga meletakkan laptop atau perangkat elektronik yang menghasilkan panas langsung di atas paha dalam waktu lama.

5. Atur jam kerja dan perbanyak istirahat

Popmama.com/Bernika Nathania/AI

Mulai mengatur jam kerja adalah hal penting agar tidak terlalu berlebihan dan untuk memastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Usahakan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam, mengambil jeda di sela pekerjaan, serta meluangkan waktu untuk relaksasi.

Kebiasaan tersebut dapat membantu tubuh pulih dari kelelahan dan menjaga keseimbangan tubuh, sehingga turut mendukung kesehatan serta kualitas sperma.

Setelah penjelasan di atas, ternyata menjaga kualitas sperma ternyata tidak hanya soal pemeriksaan kesuburan. Kebiasaan sehari-hari seperti pola makan, waktu istirahat, hingga menghindari paparan panas juga bisa menjadi bagian dari persiapan sebelum menjalani program hamil.

Jadi, dari beberapa langkah di atas, kebiasaan mana yang sudah mulai diterapkan di rumah?

Curated For You

Editorial Team

Related Article