7 Tips Memilih Parfum untuk Ibu Hamil, Nyaman dan Tidak Menyengat

Kehamilan dapat meningkatkan sensitivitas penciuman, karena biasanya ibu hamil disarankan mengikuti respons tubuh dan memilih aroma ringan yang tidak memicu mual, pusing, atau rasa tidak nyaman.
Parfum sebaiknya dicoba terlebih dahulu karena aromanya berubah di kulit. Gunakan secukupnya, lalu evaluasi apakah wanginya tetap nyaman setelah beberapa waktu.
Periksa kandungan produk, termasuk phthalates, parabens, oxybenzone, dan triclosan. Hentikan pemakaian bila muncul keluhan, serta konsultasikan essential oil atau reaksi alergi kepada dokter.
Kehamilan dapat membawa banyak perubahan pada tubuh, termasuk membuat indera penciuman terasa lebih sensitif dari biasanya. Aroma parfum yang sebelumnya disukai pun bisa saja terasa terlalu kuat dan membuat ibu hamil merasa tidak nyaman.
Tidak hanya itu, wangi parfum yang mungkin biasanya tidak nyaman bisa tercium harum di tubuh! Aneh bukan?
Meski begitu, perubahan ini bukan berarti ibu hamil harus berhenti menggunakan parfum sama sekali. Dengan memilih aroma yang sesuai, menggunakan parfum secukupnya, serta lebih cermat memperhatikan kandungan produk, ibu hamil tetap bisa menikmati wangi favoritnya.
Lantas, bagaimana cara memilih parfum yang nyaman digunakan selama kehamilan? Berikut Popmama.com rangkum beberapa tips yang bisa menjadi pertimbangan.
Table of Content
Deretan Tips Memilih Parfum untuk Ibu Hamil
1. Kenali perubahan sensitivitas terhadap aroma

Pexels/Alexander Mass Selama hamil, sensitivitas terhadap aroma dapat berubah dari waktu ke waktu. Parfum yang biasanya terasa lembut mungkin menjadi terlalu menyengat, terutama ketika ibu hamil sedang mengalami mual atau merasa lebih sensitif terhadap bau tertentu.
Karena itu, tidak ada salahnya untuk mendengarkan respons tubuh saat memilih parfum. Jika suatu aroma membuat merasa mual, pusing, atau tidak nyaman, sebaiknya pilih aroma lain yang terasa lebih ringan dan menyenangkan.
2. Pilih aroma yang lembut dan tidak terlalu menyengat

Pexels/Mihai Gheorghe Saat memilih parfum, ibu hamil bisa mempertimbangkan aroma yang terasa ringan dan tidak memenuhi ruangan. Aroma yang terlalu kuat berpotensi terasa mengganggu ketika penciuman sedang lebih sensitif.
Setiap orang tentu memiliki preferensi aroma yang berbeda. Oleh karena itu, tidak perlu terpaku pada jenis aroma tertentu. Yang terpenting, pilih wangi yang terasa nyaman saat dihirup dan tidak menimbulkan keluhan setelah digunakan.
3. Coba parfum terlebih dahulu sebelum membeli

Magnific Mencoba parfum sebelum membelinya dapat membantu mengetahui apakah aromanya cocok dengan kondisi tubuh saat ini. Aroma parfum juga dapat berubah setelah beberapa saat digunakan karena berinteraksi dengan kulit dan memiliki tahapan wangi yang berbeda.
Sebaiknya jangan terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan aroma pertama yang tercium. Berikan waktu beberapa saat untuk mengetahui apakah wanginya tetap nyaman dan tidak membuat ibu hamil merasa mual atau pusing.
4. Periksa daftar kandungan pada produk

Magnific Membaca label dan daftar bahan merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk lebih cermat memilih produk perawatan pribadi selama kehamilan. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyarankan untuk memeriksa kandungan produk dan, bila memungkinkan, memilih produk yang tidak mengandung bahan tertentu seperti phthalates, parabens, oxybenzone, dan triclosan.
Perlu diingat bahwa informasi mengenai berbagai paparan bahan kimia selama kehamilan masih terus diteliti. Karena itu, pendekatan yang dapat dilakukan adalah mengurangi paparan yang tidak diperlukan dan berkonsultasi dengan dokter jika memiliki kekhawatiran terhadap kandungan produk tertentu.
5. Gunakan parfum secukupnya

Magnific/bristekjegor Menggunakan parfum dalam jumlah banyak tidak selalu membuat tubuh menjadi lebih wangi sepanjang hari. Sebaliknya, aroma yang terlalu kuat justru dapat terasa mengganggu, terutama ketika ibu hamil memiliki penciuman yang lebih sensitif.
Cukup gunakan parfum secukupnya untuk mendapatkan aroma yang nyaman. Jika merasa parfum yang digunakan terlalu kuat, ibu hamil bisa mempertimbangkan produk dengan aroma yang lebih ringan atau mengurangi jumlah pemakaiannya.
6. Perhatikan penggunaan produk dengan essential oil

Magnific/jcomp Produk beraroma yang mengandung essential oil tidak selalu dapat disamakan dengan parfum biasa, terutama jika menggunakan minyak esensial dalam bentuk yang sangat terkonsentrasi. Informasi mengenai penggunaan berbagai jenis essential oil selama kehamilan juga masih terbatas dan dapat berbeda tergantung jenis serta cara penggunaannya.
Karena itu, jangan langsung menganggap label “alami” atau “natural” berarti cocok untuk semua kondisi kehamilan. Jika ingin menggunakan essential oil secara khusus, terutama dalam jumlah banyak atau sebagai bagian dari aromaterapi, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan.
7. Hentikan pemakaian jika menimbulkan keluhan

Pexels/Aziz Hasan AY Kenyamanan tubuh tetap menjadi pertimbangan utama saat memilih parfum selama hamil. Jika setelah menggunakan produk tertentu muncul keluhan seperti mual, pusing, sakit kepala, atau iritasi pada kulit, sebaiknya hentikan pemakaian dan perhatikan apakah keluhan membaik.
Apabila memiliki riwayat alergi atau merasa khawatir terhadap reaksi yang muncul setelah menggunakan suatu produk, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Dengan begitu, ibu hamil bisa mendapatkan saran yang lebih sesuai dengan kondisi masing-masing.
Memilih parfum selama hamil pada dasarnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan pribadi. Selain menikmati aroma yang disukai, ibu hamil juga dapat lebih cermat membaca label produk dan menggunakannya secukupnya agar tetap merasa nyaman sepanjang hari.




















