Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Heatwave bisa Picu Penurunan Kualitas Sperma, Hati-Hati!

Heatwave bisa Picu Penurunan Kualitas Sperma, Hati-Hati!
Freepik.com/freepik
Intinya Sih
  • Gelombang panas atau heatwave tidak hanya membuat tubuh mudah gerah, tapi juga berdampak pada kesehatan reproduksi pria.
  • Suhu bumi yang meningkat menyebabkan udara makin pengap dan sinar matahari terasa lebih menyengat sepanjang hari.
  • Cuaca ekstrem ini dapat menurunkan kualitas sperma, sehingga perlu diwaspadai dampaknya terhadap kesuburan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Cuaca yang sedang panas-panasnya tidak hanya berpengaruh pada tubuh yang lebih mudah gerah, ternyata ada efeknya juga pada kesehatan reproduksi. 

Suhu bumi yang makin memanas membuat udara terasa lebih pengap, matahari bersinar lebih silau, dan cuaca seperti musim panas tak berkesudahan. Sayangnya, cuaca yang kelewat panas ini tidak hanya membuat dehidrasi, tapi juga memengaruhi kesehatan sperma

Seperti apa hubungan heatwave dan kesehatan sperma, Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama. 

1. Testikel tidak bisa terkena suhu panas ekstrem

Magnific.com/benzoix
Magnific.com/benzoix

Ada alasan kenapa testikel berada di luar tubuh, berada antara paha dan dilindungi oleh rambut. Faktanya, temperatur di dalam skrotum jauh lebih rendah dibanding temperatur tubuh. Setidaknya 2 derajat celcius lebih rendah dari suhu tubuh, demikian dilansir dari Futura-Sciences

Suhu yang lebih rendah ini bukan hanya untuk kenyamanan, melainkan punya peranan penting untuk pembentukan sperma. Ketika suhu di area skrotum meningkat, maka sperma pun bisa banyak yang rusak. Itulah kenapa, heatwave memengaruhi kesehatan organ reproduksi laki-laki. 

2. Suhu yang tinggi memicu pengurangan produksi sperma

Freepik.com/krakenimages.com
Freepik.com/krakenimages.com

Suhu yang tinggi selama berhari-hari memicu masalah kesehatan, termasuk kesehatan organ reproduksi. Salah satunya adalah masalah dalam proses pembentukan sperma. Saat suhu di area skrotum meningkat, maka produksi sperma bisa mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. 

Itulah yang akhirnya berimbas pada kesuburan. 

3. Pengaruhnya bisa berbulan-bulan lamanya

Freepik.com/aleksandarlittlewolf
Freepik.com/aleksandarlittlewolf

Di tahun 2024, ada penelitian yang digelar oleh CDC, yang mengungkap hubungan heatwave dengan kesuburan. Sebuah studi yang dilakukan di Argentina melibatkan sekitar 55.000 laki-laki dengan rentang umur 18 sampai 60 tahun. 

Penelitian tersebut menyebutkan kalau efek kerusakan sperma karena heatwave bisa berlangsung sampai 90 hari. Dengan kata lain, infertilitas yang terjadi karena heatwave bisa memengaruhi hingga 3 bulan ke depan. 

Dari penelitian yang sama menyebutkan, kerusakan sperma terlihat makin parah saat suhu makin tinggi. 

4. Apa yang bisa dilakukan?

Freepik.com/freepik
Freepik.com/freepik

Meski kerusakan sperma karena cuaca panas ekstrem bisa berpengaruh lama pada kesehatan organ reproduksi, namun saat suhu menurun, kesehatan sperma bisa segera kembali seperti semula. Motilitas sperma pun bisa kembali sehat seperti sedia kala. 

Untuk itu, usahakan untuk menghindari kegiatan yang membuat testikel panas dalam jangka waktu yang lama. Beberapa hal yang harus dihindari adalah berkendara motor dalam keadaan panas selama berjam-jam, atau berada di ruangan panas ekstrem dalam waktu lama. 

Dokter biasanya akan menyarankan untuk mengecek kesehatan sperma saat promil. Jika dilakukan bertepatan pada musim panas yang ekstrem, usahakan untuk menghitung 3 bulan ke depan agar sperma bisa kembali dalam kondisi prima.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More