Varikokel pada Laki-laki: Penyebab Tersembunyi Kualitas Sperma Menurun

- Varikokel adalah pembesaran pembuluh darah vena di dalam skrotum yang berfungsi melindungi testis.
- Kondisi ini terjadi ketika aliran darah dari testis terganggu dan menyebabkan penumpukan di dalam vena.
- Varikokel menjadi salah satu penyebab tersembunyi menurunnya kualitas sperma pada laki-laki.
Masalah kesuburan bisa terjadi pada kedua belah pihak. Pada pihak laki-laki, salah satu masalahnya adalah varikokel.
Varikokel adalah pembesaran pembuluh darah vena di dalam skrotum, yaitu kantung yang berfungsi menahan dan melindungi testis. Kondisi ini bisa terjadi ketika darah yang seharusnya mengalir keluar dari testis mengalami gangguan, sehingga menggenang dan menumpuk di dalam vena, demikian dilansir dari Mayo Clinic.
Lebih lanjutnya, Popmama.com akan menjabarkan mengenai varikokel untuk kamu.
Table of Content
1. Penyebab varikokel

Pada umumnya, varikokel dipicu oleh rusaknya fungsi katup pembuluh darah dalam kantung skrotum, yang menyebabkan menumpuknya darah dalam vena testis. Akibatnya, pembuluh darah jadi bengkak.
Sampai saat ini, penyebab pasti varikokel belum sepenuhnya dipahami betul. Namun, dalam kasus-kasus tertentu yang jarang, varikokel bisa muncul karena adanya penyumbatan pada vena di area perut, atau tumor ginjal yang menekan vena di skrotum.
Ada juga beberapa faktor risiko terjadinya varikokel seperti kelainan katup vena, posisi katup yang tidak normal, faktor genetik, tekanan dalam pembuluh darah, obstruksi aliran darah, atau kebiasaan merokok atau terpapar panas berlebih.
2. Mengetahui gejala varikokel

Seringnya, varikokel hanya terjadi pada salah satu sisi skrotum, namun ada juga yang terjadi pada di kedua sisi. Kebanyakan, varikokel tidak menimbulkan gejala sama sekali sehingga penderita tidak menyadari kondisi kesehatannya.
Namun, ada juga yang merasakan beberapa gejala seperti merasa sakit seperti pukulan benda tumpul yang dialami saat berdiri, atau, penampakan pembuluh darah di area skrotum tampak seperti cacing berukuran besar yang bisa dirasakan melalui sentuhan.
Untuk melihat secara mata telanjang, gejala varikokel memungkinkan testis yang terkena terlihat lebih besar dibanding yang lainnya.
3. Pengobatan untuk varikokel

Pada kondisi umum, varikokel tidak memerlukan pengobatan, namun bagi laki-laki yang mengalami infertilitas, dokter akan merekomendasikan operasi sebagai bagian dari rencana pengobatan kesuburan. Tujuan operasi adalah untuk menutup pembuluh darah yang terkena agar aliran darah mengalir ke pembuluh darah yang sehat.
Selain operasi, bisa juga melewati prosedur bedah. Dokter bedah bisa menghentikan aliran darah melalui vena testis dengan menjahit atau menjepit vena tersebut.
Di beberapa kasus, pengidap varikokel dengan gejala ringan bisa mengelola kondisinya dengan obat-obatan anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau naproksen untuk meredakan nyeri.
Selain itu, bisa juga mengenakan penyangga skrotum untuk mengurangi tekanan dan ketidaknyamanan.
4. Varikokel dan infertilitas

Jika kondisi ini dibiarkan dalam jangka waktu lama dan tidak ada penanganan medis, maka bisa menimbulkan komplikasi seperti penyusutan testis, rasa nyeri konsisten pada skrotum, dan peningkatan risiko penyakit vena dalam testis.
Pada masalah kesuburan, varikokel bisa menyebabkan infertilitas atau kemandulan karena peningkatan suhu di sekitar testis berpengaruh langsung pada kualitas, pergerakan, dan kualitas sperma.
Selain itu, varikokel bisa menimbulkan gangguan hormon testosteron yang berfungsi penting untuk kesehatan reproduksi dan fisik laki-laki.
5. Cara mencegah terjadinya varikokel

Kalau belum mengalami, lebih baik mengetahui cara-cara untuk mencegah terjadinya varikokel. Kamu bisa menghindari hal-hal yang bisa meningkatkan tekanan di perut seperti mengangkat beban berat atau batuk terus-terusan.
Bisa juga dengan menjaga berat badan ideal, berhati-hati saat melakukan aktivitas seksual, dan mencegah sembelit atau konstipasi.
Kamu perlu segera mencari pertolongan medis saat mengalami nyeri yang parah pada area perut dan testis, mengalami pembengkakan yang signifikan, atau mengalami masalah kesuburan.


















