Ketahui Efek Samping Konsumsi Obat Kesuburan bagi Tubuh

Setiap apa yang kita konsumsi pasti punya dampak, tak terkecuali obat kesuburan

31 Maret 2021

Ketahui Efek Samping Konsumsi Obat Kesuburan bagi Tubuh
Freepik

Apapun yang kita konsumsi memiliki efek terhadap tubuh. Tak terkecuali obat-obatan yang ditujukan untuk meningkatkan kesuburan. 

Efek samping obat kesuburan beserta risikonya bergantung pada jenis obat apa yang dikonsumsi. Obat kesuburan yang diminum biasanya punya efek samping lebih ringan ketimbang obat kesuburan yang disuntikkan. 

Penting mengetahui apa saja efek samping dari obat kesuburan yang dikonsumsi. Berikut ini Popmama.com merangkumnya, dilansir dari Very Well Family:

Efek Samping Umum

Efek Samping Umum
Freepik/karlyukav

Efek samping obat kesuburan bervariasi pada tiap orang. Efek samping paling umum yang dirasakan adalah kembung, sakit kepala, payudara terasa lembek, sakit perut, hingga perubahan suasana hati. 

Sebagian orang merasakan kecemasan yang meningkat selepas membaca risiko efek samping dari minum obat kesuburan. Kondisi ini disebut dengan nocebo effect. Mirip dengan efek plasebo, tetapi manifestasinya negatif. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika Mama merasakan efek ini.

Editors' Picks

Efek Samping dan Risiko Konsumsi Clomid

Efek Samping Risiko Konsumsi Clomid
Freepik/Racool_studio

Salah satu jenis obat kesuburan yang umum diberikan adalah Clomid. Clomid bekerja dengan mengelabui tubuh agar mengira tidak ada cukup estrogen yang bersirkulasi. Clomid memblokir reseptor di tubuh yang bereaksi terhadap hormon estrogen. Sebagian besar efek samping Clomid disebabkan karena tingkat estrogen yang dianggap rendah ini. 

Efek samping Clomid antara lain:

  • Rasa panas di dalam tubuh,
  • kembung dan perut tidak nyaman,
  • berat badan bertambah,
  • sakit kepala,
  • perubahan suasana hati,
  • mual,
  • pusing,
  • nyeri payudara,
  • perdarahan atau bercak menstruasi yang tidak normal,
  • vagina kering.

Penggunaan Clomid meningkatkan risiko memiliki bayi kembar.

Efek Samping dan Risiko Letrozole

Efek Samping Risiko Letrozole
Freepik/wirestock

Letrozole, atau juga dikenal dengan nama Femara sebenarnya digunakan untuk pengobatan kanker payudara. Tetapi, di luar labelnya, obat ini juga digunakan sebagai obat kesuburan. Cara kerja letrozole hampir sama seperti Clomid, yaitu memblokir reseptor estrogen. 

Kemungkinan efek samping letrozole meliputi:

  • Kelelahan,
  • pusing,
  • sakit kepala,
  • perut kembung atau tidak nyaman,
  • rasa panas di dalam tubuh,
  • sulit tidur,
  • perdarahan atau bercak menstruasi yang tidak normal,
  • nyeri payudara.

Sama seperti Clomid, penggunaan letrozole meningkatkan kemungkinan hamil bayi kembar.

Risiko dan Efek Samping Gonadotropin

Risiko Efek Samping Gonadotropin
Freepik/topntp26

Obat kesuburan gonadotropin adalah obat hormon yang dapat disuntikkan. Mereka termasuk obat-obatan seperti Gonal-F (FSH), Follistim, dan Ovidrel (hCG). Suntikan dapat digunakan sendiri, atau dikombinasikan dengan obat lain selama siklus IVF.

Kemungkinan efek samping gonadotropin meliputi:

  • Nyeri perut atau kembung,
  • sakit kepala,
  • mual atau sakit perut,
  • infeksi saluran pernapasan bagian atas,
  • perubahan suasana hati,
  • jerawat,
  • penambahan berat badan,
  • perdarahan atau bercak menstruasi yang tidak normal,
  • rasa sakit dan kemerahan di tempat injeksi,
  • pusing.

Jika dibandingkan dengan Clomid dan letrozole, risiko mengandung bayi kembar secara signifikan lebih tinggi dengan gonadotropin. 

Risiko dan Efek Samping Agonis GnRH

Risiko Efek Samping Agonis GnRH
Pexels/rfstudio

Agonis GnRH, seperti Lupron, paling sering digunakan selama perawatan IVF. Obat ini mematikan sistem reproduksi alami tubuh sehingga dokter dapat mengontrol rangsangan dan pematangan ovarium. Kadar estrogen yang rendah adalah salah satu efek samping agonis GnRH.

Kemungkinan efek samping agonis GnRH (seperti Lupron) yang lain, meliputi:

  • Rasa panas di dalam tubuh,
  • sakit kepala,
  • perubahan suasana hati, depresi, atau kecemasan,
  • vagina kering,
  • jerawat,
  • nyeri tubuh atau nyeri sendi secara umum,
  • mual,
  • retensi cairan,
  • sakit perut,
  • penambahan berat badan,
  • dorongan seks menurun,
  • pusing,
  • nyeri di tempat suntikan.

Sebagian efek samping obat kesuburan dapat dihindari atau dikurangi dengan minum obat di malam hari atau dengan mengonsumsinya bersama makanan. Selalu ikuti petunjuk dokter tentang waktu dan cara terbaik mengonsumsi obat yang diberikan. 

Beritahu dokter jika Mama merasakan efek samping yang buruk, bahkan jika itu adalah efek samping yang berhubungan dengan suasana hati (yang banyak orang sembunyikan dari dokter). Dokter mungkin akan memberikan alternatif obat lain atau menurunkan dosisnya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.