Mama Hobi Jalan-Jalan, Boleh Tidak Ya Traveling saat Hamil?

Cari tahu serba-serbi traveling untuk ibu hamil, yuk!

3 Juni 2021

Mama Hobi Jalan-Jalan, Boleh Tidak Ya Traveling saat Hamil
Freepik/pch.vector

Pada kehamilan kali pertama, wajar apabila banyak hal yang membuat Mama ragu dan khawatir. Salah satu di antara yang umum dikhawatirkan adalah aman atau tidaknya bepergian jauh atau traveling dalam keadaan hamil.  

Sebenarnya ibu hamil yang sehat secara umum boleh saja traveling dalam kondisi mengandung. Namun, perlu pengetahuan dan persiapan yang matang agar perjalanan aman dan nyaman bagi Mama maupun janin.

Agar dapat lebih mempersiapkan diri, yuk baca informasi lengkap Popmama.com seputar traveling aman dan nyaman selama kehamilan!

1. Riset sebelum berangkat

1. Riset sebelum berangkat
Freepik/Dragana_Gordic

Beberapa hal penting yang perlu diketahui sebelum bepergian di antaranya adalah informasi mengenai kondisi, fasilitas, dan asuransi kesehatan yang dapat diklaim di destinasi tujuan.

Selain itu, penting untuk membawa catatan medis atau jurnal kehamilan pribadi untuk keperluan darurat. Jangan lupa untuk melengkapi vaksinasi dan mengurus asuransi bepergian untuk berjaga-jaga sebelum keberangkatan.

2. Waktu yang baik untuk travel

2. Waktu baik travel
unsplash.com/esteejanssens
Pilih waktu yang pas untuk pergi traveling.

Mama tidak direkomendasikan untuk bepergian dalam 12 minggu pertama kehamilan karena rentan mual, muntah, dan cepat lelah. Secara general, risiko keguguran juga sangat tinggi pada usia tiga bulan pertama kehamilan.

Bepergian dalam keadaan hamil tua juga sangat melelahkan dan tidak nyaman. Untuk itu, sebaiknya Mama bepergian dalam rentang usia empat sampai enam bulan kehamilan dengan catatan kondisi kehamilan harus sehat tanpa komplikasi.

Editors' Picks

3. Vaksinasi perjalanan

3. Vaksinasi perjalanan
Freepik

Sebagian vaksin yang mengandung bakteri hidup atau virus di dalamnya dapat berpotensi buruk bagi janin dalam kandungan, sementara sebagian lainnya dengan kandungan non aktif aman bagi kehamilan.

Mama dapat mempertimbangkan untuk tetap melakukan vaksin kategori pertama apabila risiko terinfeksi jauh lebih besar dibandingkan risiko vaksinasi. Pastikan Mama sudah berkonsultasi dengan dokter kepercayaan terlebih dahulu untuk menyesuaikan keperluan vaksin dengan kondisi kehamilan.

4. Ketentuan bepergian jalur udara

4. Ketentuan bepergian jalur udara
Freepik/farknot

Bepergian melalui jalur udara tidak berbahaya selama kondisi kesehatan kandungan mama baik. Mama perlu riset terlebih dahulu karena beberapa maskapai penerbangan tidak memperbolehkan ibu hamil tua (usia 32-37 minggu kehamilan) untuk ikut dalam penerbangan.  

Apabila usia kehamilan mama sudah menginjak 28 minggu ke atas, umumnya maskapai penerbangan mengharuskan adanya surat persetujuan dari dokter terkait kondisi kesehatan kandungan dan prediksi hari kelahiran.

Perlu diingat bahwa terbang jarak jauh selama lebih dari 4 jam berisiko menyebabkan trombosis vena dalam atau penggumpalan darah pada satu atau lebih pembuluh darah vena dalam. Untuk mencegahnya, minum banyak air mineral dan bergeraklah secara rutin setiap 30 menit.

Mama juga bisa menggunakan stocking khusus kehamilan selama penerbangan untuk mengurangi pembengkakan yang mungkin terjadi karena terlalu banyak duduk dalam waktu lama. Jangan lupa untuk tetap konsultasikan kondisi kehamilan dengan dokter kepercayaan sebelum terbang ya!

5. Tetap nyaman saat bepergian jalur darat

5. Tetap nyaman saat bepergian jalur darat
Freepik

Sangat dianjurkan untuk menghindari bepergian jarak jauh melalui jalur darat dalam kondisi hamil, terlebih apabila Mama menyetir sendiri. Namun jika memang harus pergi, pastikan Mama berhenti dan keluar dari kendaraan untuk bergerak bebas dan melakukan peregangan secara berkala.

Selain itu, Mama juga dianjurkan untuk menjaga aliran darah pada area kaki tetap baik. Untuk mengurangi rasa kaku dan tidak nyaman, Mama bisa menggerakkan kaki meregang dan memutar atau menggunakan stocking khusus kehamilan untuk mencegah penggumpalan darah.

Pastikan Mama minum cukup selama perjalanan dan makan makanan alami yang memberikan energi seperti buah dan kacang-kacangan, sirkulasi udara di dalam kendaraan harus tetap terjaga, serta gunakan sabuk pengaman dengan posisi sabuk panjang berada di antara dada sementara sabuk pendek menahan di bawah perut.

6. Persyaratan jalur laut

6. Persyaratan jalur laut
Pixabay/Starflames

Pada umumnya, kapal komersil memiliki larangan berlayar untuk penumpang yang hamil di atas usia 32 minggu. Lakukan riset sebelum memesan tiket dan pastikan juga kapal yang akan Mama naiki memiliki fasilitas kesehatan yang mumpuni.

Jangan lupa untuk membawa obat-obatan anti mabuk laut yang sudah disetujui oleh dokter kandungan mama, ya.

7. Makan dan minum yang cukup selama travelling

7. Makan minum cukup selama travelling
Pexels/Andrea Piacquadio

Pastikan Mama tetap mengonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang yang baik bagi kesehatan tubuh dan janin selama perjalanan. Agar tidak lupa menyesuaikan dengan perbedaan waktu destinasi, pasang alarm khusus untuk pengingat waktu makan dan minum vitamin.

Sebisa mungkin hindari masalah pencernaan yang disebabkan oleh makanan dan minuman dalam kondisi buruk atau tercemar seperti keracunan makanan atau diare. Sebab, kebanyakan obat sakit perut dan diare tidak cocok dengan ibu hamil.

Untuk berjaga-jaga, selalu periksa tanggal kedaluwarsa makanan yang Mama beli di toko, minum air mineral dalam kemasan yang terjamin higienis, dan hindari makanan yang terlalu pedas.  

Itu dia tujuh hal yang harus diperhatikan bila ingin bepergian saat hamil. Semoga bermanfaat dan tetap jaga protokol kesehatan ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.