Menjelang Lebaran, Sudah Siap Hadapi Hujan Komentar & Saran Kehamilan?

Tips menghadapi berbagai nasihat kehamilan berbeda saat kumpul lebaran

8 Mei 2021

Menjelang Lebaran, Sudah Siap Hadapi Hujan Komentar & Saran Kehamilan
Freepik/Odua

Lebaran yang seharusnya menjadi momen hangat bercengkerama dengan keluarga dan kerabat dekat sebentar lagi datang. Namun, seringkali lebaran juga menjadi ajang saling mengomentari dan memberi saran kehidupan, terlebih dalam urusan bayi dan kehamilan.

Memang mungkin hanya basa-basi, atau justru ungkapan rasa peduli. Tapi tidak jarang hujan komentar dan saran kehamilan yang terlontar dari kerabat dan keluarga dekat itu justru membuat Mama bingung, canggung, bahkan tersinggung.

Tenang! Persiapkan diri dengan lima tips menghadapi komentar dan saran kehamilan selama lebaran a la Popmama.com berikut ini yuk!

1. Sampaikan perasaan mama dengan halus

1. Sampaikan perasaan mama halus
Freepik

Ketika komentar atau saran yang tidak diminta dan terkesan memaksa dilontarkan pada Mama, gunakan bahasa yang halus untuk menyampaikan perasaan mama mengenai perkataan tersebut. Seperti misalnya berikut ini:

“Terima kasih sarannya ya tante. Tapi jujur aku sedih lho, sepertinya tante menilai aku terlalu gila kerja sampai ngga mementingkan kandunganku. Tenang, aku tetap sangat hati-hati kok seperti yang tante sarankan barusan.”

Editors' Picks

2. Buat mereka merasa terlibat

2. Buat mereka merasa terlibat
Pexels/jack-sparrow

Seringkali, orang-orang terdekat menjadi terlalu protektif dan mengatur karena mereka sangat peduli dengan Mama dan merasa sedih karena kurang dilibatkan dalam perjalanan kehamilan mama.

Jadi, apabila ada kerabat dan keluarga dekat yang terlalu memaksakan sarannya pada Mama, coba untuk ajak mereka untuk menemani kontrol kehamilan ke dokter atau sesederhana minta mereka memegang perut mama dan merasakan pergerakan bayi. Lakukan gestur sejenis untuk membuat mereka merasa penting dan dilibatkan dalam proses kehamilan mama.

3. Selalu rujuk pada dokter

3. Selalu rujuk dokter
Freepik

Jika Mama mulai merasa lelah dengan banyaknya informasi yang diberikan, khususnya mengenai hal-hal yang sangat personal dan unik bagi setiap Ibu dan bayi, rujuk perkataan dokter!

Seperti misalnya, “Bisa jadi sih. Tapi dari salah satu pertemuan kontrol kehamilan rutinku, dokter X menyatakan kalau untuk kondisi kehamilanku, yang paling baik dilakukan adalah…”

Tidak hanya dapat dengan mudah menyudahi percakapan canggung yang berlarut-larut, cara ini akan menekankan pada lawan bicara bahwa Mama juga sudah mendapat nasihat profesional dari ahli dalam hal kehamilan dan perawatan bayi.

4. Diam dan setuju

4. Diam setuju
Pexels/Andrea Piacquadio

Kebanyakan dari mereka yang memberikan Mama komentar atau saran meyakini bahwa yang mereka katakan itu sangat penting untuk Mama tahu dan lakukan, atau mereka senang karena jadi teringat kembali pengalaman pribadi mereka dahulu.

Salah satu cara terbaik dalam merespon saran atau komentar yang tidak diminta adalah dengan tidak menanggapinya lebih lanjut. Jangan banyak membalas, senyum, dan setujui apapun perkatan mereka.

Jika Mama terlihat seperti sudah tahu dan setuju dengan semuanya, mereka akan dengan cepat berhenti memberikan saran.

5. Beranikan diri untuk menjadi asertif

5. Beranikan diri menjadi asertif
Freepik/tirachardz

Jika Mama tidak tahan lagi mendengar saran dan komentar yang bertubi-tubi, silakan respon menyetujui dengan singkat dan akhiri percakapan dengan pernyataan yang tegas namun tetap sopan.

Seperti, “Menarik. Terima kasih ya, Mba. Tapi keputusan seputar kehamilan dan mengurus bayi ini kan sebenarnya memang antara aku dan suami aja sebagai orangtua. Terlalu banyak saran berbeda malah ngga baik juga buat aku. Aku percayakan sama dokter aja yang tahu persis kondisi kehamilanku.”

Itu dia lima tips yang bisa Mama coba untuk menghadapi komentar dan saran kerabat atau keluarga pada momen Lebaran nanti. Perlu diingat untuk tidak menanggapi dengan emosi, mereka sangat menyayangi Mama dan peduli dengan kehamilan mama. Cobalah untuk lebih santai menanggapinya agar tidak jadi stres ya, Ma. Selamat mencoba!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.