5 Hal yang Sering Dirasakan Ibu Hamil Kembar di Trimester Kedua

Tendangan bayi termasuk hal yang paling sering dirasakan ibu hamil kembar di trimester kedua

20 November 2021

5 Hal Sering Dirasakan Ibu Hamil Kembar Trimester Kedua
pexels/pnw production

Selamat ya, Ma! Mama sudah berhasil melewati trimester pertama kehamilan kembar. Apakah cukup melelahkan saat terus merasakan morning sickness atau gejala lain sebelumnya?

Meskipun tidak semua perempuan merasakannya, tapi semoga rasa mual di pagi hari sudah berangsur menghilang sekarang ya, Ma.

Jika sedang berada di usia kehamilan 16 minggu, Mama mungkin sudah mulai merasakan pergerakan janin di dalam perut, meski mereka belum menendang.

Namun pada usia kehamilan ini, mereka sudah mulai bergerak dengan lebih terkoordinasi.

Di tahap ini pula, Mama mungkin akan mulai merasakan gejala-gejala kehamilan kembar di trimester kedua.

Apa saja, ya? Berikut Popmama.com rangkumkan untuk Mama. Yuk, kita simak bersama!

Munculnya Gerakan dan Tendangan Janin

Muncul Gerakan Tendangan Janin
Freepik/bristekjegor

Gerakan janin biasanya mulai bisa dirasakan pada rentang usia kehamilan 16-20 bulan. Perempuan yang sudah pernah hamil sebelumnya akan merasakan gerakan janin lebih cepat.

Namun jika ternyata memerlukan waktu yang lebih lama, Mama tidak perlu khawatir.

Editors' Picks

Nyeri Ligamen Perut

Nyeri Ligamen Perut
asiaconnection.com/SabukKehamilanDenganDukunganEkstra

Ligamen perut adalah bagian tubuh yang menjadi penghubung bagian depan rahim dan selangkangan. Bagian ini juga menopang rahim ibu hamil.

Jadi, Mama mungkin akan merasakan nyeri saat ligamen perut diregangkan karena pertumbuhan janin.

Peregangan pada ligamen perut biasanya akan membuat ibu hamil merasakan sakit saat bergerak, seperti ketika berdiri, berguling di tempat tidur, batuk, tertawa, atau kegiatan lainnya.

Jadi, usahakan untuk melakukan kegiatan secara perlahan agar terhindar dari rasa sakit tersebut ya, Ma.

Penyumbatan di Beberapa Bagian Tubuh

Penyumbatan Beberapa Bagian Tubuh
healthline.com

Karena ibu hamil mengalami peningkatan volume darah di seluruh tubuh, lapisan pernapasan (termasuk hidung dan tenggorokan) juga menerima aliran darah ekstra.

Hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya pembengkakan dan tak jarang membuat sesak.

Meski tidak semuanya mengalami, ada juga saluran eustachius (penghubung tenggorokan dan telinga tengah) ibu hamil yang membengkak.

Pembengkakan ini membuat telinga ibu hamil menjadi tersumbat. Jadi, Mama harus tetap waspada, ya. Jika mengalami hal ini, segera konsultasikan ke dokter.

Ibu Hamil Mengalami Maag

Ibu Hamil Mengalami Maag
Freepik

Hormon progesteron saat hamil membuat sistem pencernaan Mama melambat. Makanan yang tetap ada di perut lebih lama dari biasanya bisa jadi penyebab penyakit maag yang diderita ibu hamil. 

Selain sistem pencernaan yang melambat, sfingter esofagus atau otot yang menutup perut ke kerongkongan yang lebih rileks saat hamil, juga menjadi penyebab maag yang sering muncul.

Terasa Nyeri pada Persendian

Terasa Nyeri Persendian
Shutterstock/Africa Studio

Perut yang tumbuh semakin besar akan membuat ibu hamil mengalami nyeri sendi. Hal ini terjadi karena ibu hamil membawa lebih banyak beban pada perutnya.

Namun tidak perlu khawatir, karena peningkatan hormon pada kehamilan bisa membantu persendian ibu hamil lebih rileks.

Jika Mama berada dalam tahapan ini, sebaiknya lebih berhati-hati untuk tidak terlalu banyak peregangan, serta tetap waspada saat bergerak, karena persendian yang longgar bisa menyebabkan hilang keseimbangan dan terjatuh.

Perbanyak istirahat dan berikan asupan gizi terbaik untuk calon buah hati Mama, ya. Semoga Mama dan kedua janin sehat selalu! 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.