Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bolehkah Ibu Hamil Makan Burrata Cheese? Ini Penjelasannya

Bolehkah Ibu Hamil Makan Burrata Cheese? Ini Penjelasannya
Magnific/muhammad.abdullah
Intinya Sih
  • Ibu hamil boleh mengonsumsi burrata jika terbuat dari susu pasteurisasi, disimpan dingin, dan masih segar untuk menekan risiko kontaminasi bakteri.
  • Burrata dari susu mentah atau penyimpanan tidak tepat berisiko memicu listeriosis, keracunan makanan, gangguan pencernaan, serta komplikasi seperti persalinan prematur, keguguran, atau infeksi bayi baru lahir.
  • Pilih kemasan utuh, cek label pasteurisasi, simpan di lemari pendingin, habiskan maksimal 48 jam setelah dibuka, dan batasi konsumsi karena kandungan lemak jenuhnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Selama hamil, Mama tentu perlu lebih selektif dalam memilih makanan, termasuk berbagai jenis keju. Salah satu keju yang belakangan semakin populer adalah burrata cheese, keju asal Italia dengan tekstur lembut dan isian krim yang creamy. Burrata kerap disajikan sebagai appetizer, topping pizza, hingga pelengkap salad.

Meski memiliki cita rasa yang lezat, banyak ibu hamil bertanya-tanya apakah burrata aman dikonsumsi selama kehamilan. Pasalnya, burrata termasuk ke dalam kelompok semi-soft cheese atau keju semi lunak yang memiliki kadar air tinggi sehingga lebih berisiko menjadi tempat berkembangnya bakteri apabila tidak diproses atau disimpan dengan benar.

Lantas, bolehkah ibu hamil makan burrata cheese? Berikut Popmama.com telah merangkum informasinya.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Burrata Cheese?

Ibu hamil makan burrata cheese
Magnific.com

Jawabannya, boleh, Ma, asalkan burrata dibuat dari susu yang telah dipasteurisasi atau pasteurized milk dan disimpan dengan benar.

Pasteurisasi merupakan proses pemanasan susu pada suhu tertentu untuk membunuh bakteri berbahaya, termasuk Listeria monocytogenes. Bakteri ini menjadi salah satu penyebab listeriosis, infeksi yang memang jarang terjadi, tetapi dapat meningkatkan risiko komplikasi serius pada kehamilan, seperti persalinan prematur, keguguran, hingga infeksi pada bayi baru lahir.

Meski demikian, bukan berarti semua burrata harus dihindari. Selama berasal dari susu pasteurisasi, disimpan dalam suhu dingin, dan masih dalam kondisi segar, risiko tersebut dapat ditekan secara signifikan.

Penting untuk Cek Beberapa Hal sebelum Konsumsi Burrata Cheese saat Hamil

Konsumsi burrata cheese perlu diperhatikan saat hamil
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Burrata termasuk keju semi lunak yang memiliki kadar air lebih tinggi dibandingkan keju keras. Kondisi tersebut membuat bakteri lebih mudah berkembang apabila proses penyimpanan atau pengolahannya kurang tepat.

Risiko terbesar berasal dari burrata yang dibuat menggunakan susu mentah yang disimpan terlalu lama pada suhu ruang. Apabila terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes, infeksi dapat terjadi tanpa gejala yang khas, tetapi tetap berpotensi membahayakan kesehatan mama dan janin.

Risiko Mengonsumsi Burrata Cheese yang Tidak Dipasteurisasi saat Hamil

Risiko mengonsumsi burrata cheese yang tidak dipasteurisasi saat hamil
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Mengonsumsi burrata yang tidak dibuat dari susu pasteurisasi atau tidak disimpan dengan baik dapat meningkatkan risiko penyakit bawaan makanan. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk memahami potensi risikonya.

Beberapa risiko yang dapat terjadi antara lain:

  1. Meningkatkan risiko infeksi listeriosis akibat bakteri Listeria monocytogenes.
  2. Berisiko menyebabkan komplikasi kehamilan, seperti persalinan prematur, keguguran, atau infeksi pada bayi baru lahir apabila terjadi infeksi listeria.
  3. Berpotensi menimbulkan keracunan makanan, terutama jika burrata sudah tidak segar atau terkontaminasi bakteri lain.
  4. Meningkatkan risiko gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, diare, atau kram perut apabila kualitas makanan kurang terjaga.

Tips Mengonsumsi Burrata Cheese dengan Lebih Aman saat Hamil

Risiko mengonsumsi burrata cheese yang tidak dipasteurisasi saat hamil
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Agar tetap bisa menikmati burrata selama kehamilan, ada beberapa hal yang perlu Mama perhatikan, yaitu:

  • Pilih burrata yang dibuat dari susu pasteurisasi
  • Selalu baca label kemasan sebelum membeli
  • Jika makan di restoran, tanyakan apakah burrata menggunakan susu pasteurisasi
  • Pilih burrata yang masih berada dalam kemasan utuh dan tidak bocor
  • Pastikan keju selalu disimpan dalam lemari pendingin
  • Sebaiknya habiskan burrata dalam waktu maksimal 48 jam setelah kemasan dibuka atau dibeli
  • Hindari burrata yang sudah lama berada di suhu ruang
  • Jangan mengonsumsi produk yang sedang ditarik dari peredaran 
  • Bila pihak restoran tidak dapat memastikan apakah burrata menggunakan susu pasteurisasi atau tidak, lebih baik memilih menu lain atau keju yang dimasak hingga panas.

Manfaat Burrata Cheese bagi Ibu Hamil jika Dikonsumsi dengan Aman

Manfaat burrata cheese bagi ibu hamil jika dikonsumsi dengan aman
Magnific.com

Meski bukan makanan yang wajib dikonsumsi, keju ini bisa menjadi pelengkap menu bergizi jika dipadukan dengan sayuran segar, protein tanpa lemak, atau roti gandum.

Berikut beberapa manfaat burrata cheese bagi ibu hamil:

  • Sumber protein untuk membantu pertumbuhan jaringan tubuh mama sekaligus mendukung perkembangan organ dan otot janin.
  • Mengandung kalsium yang berperan dalam pembentukan tulang dan gigi janin serta membantu menjaga kesehatan tulang mama selama kehamilan.
  • Menyumbang vitamin B12 yang dibutuhkan dalam pembentukan sel darah merah dan mendukung perkembangan sistem saraf janin.
  • Menjadi sumber energi karena mengandung lemak yang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi selama kehamilan. Namun, konsumsinya tetap perlu dibatasi karena burrata juga mengandung lemak jenuh.

Nah, itu tadi informasi mengenai bolehkah ibu hamil makan burrata cheese. Kalau Mama sendiri, lebih suka menikmati burrata dengan salad, roti, atau pizza?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More