Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Bolehkah Ibu Hamil Pakai Koyo? Ini Penjelasannya 
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • Ibu hamil boleh memakai koyo, asal tidak ditempel di perut dan memilih produk dengan bahan aktif ringan seperti mentol atau kamper.

  • Koyo dengan kandungan kuat seperti salisilat dan asam mefenamat sebaiknya dihindari.

  • Penggunaan koyo tidak disarankan pada trimester pertama kehamilan karena risiko peningkatan suhu tubuh.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Nyeri punggung, pegal pada bahu, hingga rasa tidak nyaman di area pinggang kerap dialami ibu hamil seiring bertambahnya usia kehamilan. Untuk meredakannya, sebagian Mama mungkin terpikir menggunakan obat pereda nyeri. Namun, penggunaan obat tidak boleh dilakukan sembarangan. Karena itu, banyak Mama memilih alternatif dengan menggunakan koyo.

Koyo merupakan obat luar berbentuk plester yang memberikan sensasi hangat untuk membantu meredakan nyeri otot. Meski begitu, kandungan panas dan bahan aktif di dalamnya kerap menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan penggunaannya selama kehamilan.

Jadi, bolehkah ibu hamil pakai koyo? Ini penjelasannya yang telah Popmama.com rangkum. Yuk, simak, Ma!

1. Bolehkah ibu hamil pakai koyo?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Pada dasarnya, ibu hamil boleh menggunakan koyo untuk membantu meredakan pegal atau nyeri otot. Namun, ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan dalam penggunaannya. Ibu hamil disarankan untuk tidak menempelkan koyo di area perut karena berdekatan langsung dengan janin.

Selain itu, pilihlah koyo dengan kandungan bahan aktif yang ringan. Jika nyeri terasa semakin berat, berlangsung lama atau disertai keluhan kesehatan lain, Mama sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan kondisi kehamilan tetap aman serta mendapatkan penanganan yang sesuai.

2. Bahan aktif koyo yang perlu diperhatikan

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Tidak semua jenis koyo aman digunakan selama kehamilan. Ibu hamil sebaiknya menghindari koyo yang mengandung bahan aktif kuat, seperti salisilat dan asam mefenamat. Kandungan tersebut berpotensi terserap melalui kulit dan dikhawatirkan dapat memengaruhi perkembangan janin dan menyebabkan gangguan pada kehamilan.

Sebaliknya, koyo dengan bahan aktif yang lebih ringan, seperti mentol dan kamper, umumnya dianggap lebih aman digunakan. Kandungan ini bekerja memberikan sensasi hangat atau dingin yang membantu meredakan pegal dan tidak nyamanan pada tubuh tanpa efek sistemik yang berat. Meski demikian, penggunaan koyo tetap perlu dibatasi dan tidak digunakan terlalu lama.

3. Hindari penggunaan koyo pada trimester pertama

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Pada trimester pertama, tubuh ibu hamil sedang mengalami fase adaptasi besar akibat perubahan hormon sekaligus proses pembentukan organ-organ penting janin. Di masa ini, janin masih sangat sensitif terhadap berbagai faktor dari luar, termasuk paparan panas.

Koyo umumnya bekerja dengan menghasilkan sensasi hangat atau panas di area yang ditempelkan. Meski panasnya hanya pada titik tertentu dan tidak menyebar secara menyeluruh, penggunaan koyo dalam waktu lama tetap berisiko meningkatkan suhu tubuh pada area tertentu.

Kenaikan suhu tubuh berlebihan pada awal kehamilan tidak dianjurkan karena dapat memengaruhi proses perkembangan janin, terutama pada fase pembentukan otak dan tulang belakang. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan menghindari penggunaan koyo di trimester pertama, terutama pada area perut dan punggung bawah.

4. Efek Koyo untuk Ibu Hamil

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Kandungan dalam koyo umumnya hanya bekerja di permukaan kulit dan tidak masuk ke aliran darah dalam jumlah besar. Namun, perlu diketahui bahwa kulit ibu hamil cenderung lebih sensitif akibat perubahan hormon.

Karena itu, penggunaan koyo dapat menimbulkan reaksi seperti iritasi, kemerahan, ruam, rasa panas berlebihan, atau gatal di area yang ditempel. Bila muncul keluhan tersebut, sebaiknya koyo segera dilepas dan hindari penggunaan kembali pada area yang sama.

Selama tidak digunakan berlebihan dan tidak ditempel terlalu lama, penggunaan koyo umumnya tidak menimbulkan risiko bagi janin. Meski begitu, jika penggunaan koyo justru menimbulkan rasa tidak nyaman atau memperparah nyeri, kondisi tersebut bisa memicu stres tubuh atau kontraksi ringan.

5. Tips memakai koyo saat hamil

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Tidak masalah bila ibu hamil menggunakan koyo untuk membantu meredakan nyeri otot atau pegal. Namun, penggunaannya tetap perlu diperhatikan agar aman.

  1. Pilih koyo dengan bahan aktif ringan dan level panas rendah
    Koyo biasanya mengandung mentol, capsaicin, atau bahan penghangat lain. Pilih produk dengan sensasi hangat ringan agar tidak menyebabkan iritasi kulit atau peningkatan suhu tubuh yang berlebihan. Hindari koyo dengan efek panas menyengat.

  2. Gunakan koyo tidak lebih dari 8 jam
    Pemakaian terlalu lama dapat membuat kulit iritasi, kemerahan, atau terasa terbakar. Idealnya, gunakan koyo sesuai petunjuk pemakaian dan beri jeda sebelum penggunaan berikutnya agar kulit dapat “bernapas”.

  3. Hindari menempel koyo di perut dan area yang sama terus-menerus
    Penggunaan pada area perut tidak boleh dilakukan. Selain itu penggunaan secara berulang pada satu titik bisa menyebabkan kulit sensitif, kering, bahkan lecet. Sebaiknya pindahkan posisi koyo atau beri waktu istirahat pada kulit sebelum penggunaan kembali.

  4. Segera lepaskan jika muncul reaksi pada kulit
    Jika timbul gatal, kemerahan, rasa terbakar, atau bahkan perut terasa kencang seperti kontraksi, segera lepaskan koyo. Bersihkan kulit dengan air dan sabun lembut untuk menghilangkan sisa bahan aktif yang menempel.

  5. Jangan gunakan koyo bersamaan dengan sumber panas lain
    Menggabungkan koyo dengan bantal panas, kompres hangat, atau selimut listrik dapat membuat tubuh sulit mengontrol suhu. Kondisi ini berisiko menyebabkan kulit terbakar ringan atau overheating.

  6. Konsultasikan dengan dokter jika memiliki keluhan kehamilan
    Mama yang mengalami perdarahan, kontraksi dini, riwayat kehamilan risiko tinggi, atau kondisi medis tertentu sebaiknya tidak menggunakan koyo tanpa anjuran dokter untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Nah, itu dia penjelasan mengenai bolehkah ibu hamil pakai koyo. Semoga membantu, ya, Ma!

Editorial Team