- hidung berair
- hidung tersumbat
- bersin
Bolehkah Menahan Bersin saat Hamil? Ketahui Risiko dan Faktanya

- Menahan bersin saat hamil tidak disarankan karena dapat menimbulkan tekanan berlebih pada saluran napas, berisiko menyebabkan mimisan atau pecahnya gendang telinga.
- Ibu hamil sering bersin akibat rinitis kehamilan, alergi, atau flu yang dipicu perubahan hormon dan sistem imun yang melemah selama masa kehamilan.
- Bersin tidak membahayakan janin, namun jika disertai gejala seperti demam atau kesulitan bernapas, ibu hamil perlu segera berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan aman.
Bersin adalah salah satu cara tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari saluran pernapasan atas. Bersin bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari alergi hingga pilek atau flu.
Namun sebagai ibu hamil, Mama tentu akan berhati-hati. Mama mungkin takut jika bersin terlalu keras, si Kecil akan kaget atau terguncang. Untuk mencegah hal tersebut, ibu hamil mungkin berusaha untuk menahan bersin. Tapi, bolehkah ibu hamil menahan bersin? Apakah tidak berbahaya?
Pada ulasan kali ini, Popmama.com sudah merangkum informasi tentang bolehkah menahan bersin saat hamil. Semoga informasi berikut bisa memberikan pemahaman untuk Mama.
Bersin dan Kehamilan

Banyak perempuan bersin lebih sering dari biasanya saat hamil. Dokter menyebutnya rinitis kehamilan. Rinitis kehamilan adalah hidung tersumbat yang dimulai kapan saja selama kehamilan dan sembuh dalam 2 minggu setelah kelahiran bayi. Gejalanya meliputi:
Bolehkah Menahan Bersin saat Hamil?

Bersin adalah salah satu bentuk pertahanan tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari sistem saluran napas atas. Bila waktu bersin Mama menutup mulut atau hidung, hal tersebut bisa menimbulkan adanya tekanan saluran napas atas sehingga berisiko mengakibatkan mimisan hingga pecahnya gendang telinga.
Kalau Mama menahan bersin, tekanan udara yang harusnya keluar bisa terjebak di dalam tubuh. Ini berisiko merusak pembuluh darah kecil di hidung, mata, atau bahkan otak.
Dalam kasus yang jarang, menahan bersin bisa menyebabkan pembuluh darah pecah, bahkan cedera serius pada organ dalam seperti paru-paru atau gendang telinga.
Jadi, kalau Mama ingin bersin, jangan ditahan, ya! Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku agar tetap sopan dan higienis. Bersin itu alami, tubuhmu hanya sedang melindungi diri dari iritasi ataupun virus dari luar, Ma.
Penyebab Ibu Hamil Sering Bersin

Mengapa ibu hamil sering bersin? Penyebabnya tidak diketahui, tetapi mungkin terkait dengan perubahan hormonal.
Berikut beberapa kemungkinan penyebab ibu hamil sering bersin:
- Alergi
Perempuan dengan alergi mungkin terus mengalami gejala alergi selama kehamilan. Ini termasuk alergi musiman (serbuk sari, jerami) dan alergi dalam ruangan (bulu hewan peliharaan, tungau debu).
Sebuah studi terbaru mengevaluasi data selama beberapa dekade dari Survei Nasional Pertumbuhan Keluarga. Studi tersebut menemukan bahwa alergi selama kehamilan tidak meningkatkan risiko hasil kelahiran yang merugikan, seperti berat badan lahir rendah atau kelahiran prematur.
- Pilek atau flu
Mama mungkin bersin karena pilek atau flu. Selama kehamilan, sistem kekebalan tubuh Mama terganggu. Biasanya, sistem kekebalan tubuh cepat merespons kuman berbahaya yang menyebabkan penyakit.
Namun, saat hamil, sistem kekebalan tubuh mama berhati-hati agar tidak salah mengira janin yang sedang tumbuh sebagai penyerang berbahaya. Hal itu menyebabkan sistem kekebalan tubuh bereaksi lebih lambat terhadap penyerang sebenarnya, seperti virus yang menyebabkan gejala pilek. Ini berarti Mama lebih rentan terhadap pilek yang sedang menyebar di kantor.
Pilek biasa tidak menimbulkan risiko bagi ibu hamil atau janin, tetapi flu bisa berbahaya. Jika Mama mencurigai flu atau demam, segera hubungi dokter, ya!
Risiko Bersin saat Hamil

Tubuh ibu hamil dirancang untuk menjaga janin tetap aman. Bersin tidak dapat membahayakan janin. Bersin tidak menimbulkan risiko apa pun bagi janin pada tahap kehamilan apa pun. Namun, bersin bisa menjadi gejala penyakit, seperti flu atau asma.
Saat Mama terkena flu, janin juga akan merasakannya. Saat Mama kesulitan bernapas, bayi juga tidak mendapatkan oksigen yang dibutuhkan. Bicaralah dengan dokter jika Mama terkena flu atau asma, karena ada pertimbangan yang mungkin mereka ambil untuk kehamilan guna memastikan hasil persalinan yang baik.
Beberapa ibu hamil mengalami nyeri tajam yang menjalar di sekitar perut mereka saat bersin. Ini bisa menyakitkan, tetapi tidak berbahaya. Saat rahim membesar, ligamen yang menghubungkannya ke sisi perut akan meregang. Dokter menyebutnya nyeri ligamen bulat. Bersin dan batuk dapat memberi tekanan lebih pada ligamen, menyebabkan nyeri menusuk.
Cara Mengatasi Bersin selama Kehamilan

Apa pun yang Mama konsumsi saat hamil dapat ditularkan ke janin. Ini berarti Mama harus berhati-hati dengan apa yang Mama masukkan ke dalam tubuh. Terutama dalam hal pengobatan. Beberapa obat pereda nyeri, antihistamin, dan obat alergi aman digunakan selama kehamilan. Bicarakan dengan dokter tentang pilihan Mama.
Mama mungkin juga ingin mencoba:
- Neti pot. Gunakan neti pot untuk membersihkan sinus dengan larutan garam atau air suling.
- Pelembap udara. Gunakan pelembap udara di malam hari untuk mencegah udara kering mengiritasi saluran hidung.
- Pembersih udara. Mama mungkin alergi terhadap sesuatu di rumah atau kantor, seperti jamur atau debu. Pembersih udara dapat membantu mengatasi hal ini.
- Semprotan hidung saline. Gunakan semprotan hidung saline untuk membersihkan sinus.
- Menghindari pemicu. Jika Mama terpicu oleh alergi musiman atau bulu hewan peliharaan, ganti pakaian saat pulang dan mandi.
- Mendapatkan vaksin flu. Aman dan disarankan untuk mendapatkan vaksin flu saat hamil.
- Mengambil posisi yang nyaman saat bersin. Jika Mama mengalami nyeri perut saat bersin, cobalah memegang perut atau berbaring miring dalam posisi janin.
- Mengelola asma. Jika Mama menderita asma, buatlah rencana dengan dokter dan ikuti dengan cermat.
- Berolahraga. Olahraga teratur yang aman untuk kehamilan akan menjaga kesehatan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Mama.
- Menggunakan pembalut. Jika bersin menyebabkan Mama mengeluarkan urine, pembalut penyerap dapat membantu mengurangi kelembapan dan mencegah rasa malu.
- Menggunakan sabuk kehamilan. Sabuk kehamilan dapat membantu mengurangi nyeri perut yang disebabkan oleh bersin.
- Makanan kaya vitamin C. Mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C, seperti jeruk, dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara alami.
Bersin jarang menjadi hal yang perlu dikhawatirkan. Jika Mama menderita asma, bicarakan dengan dokter tentang obat-obatan mana yang aman digunakan selama kehamilan.
Segera cari pertolongan jika Mama mengalami gejala-gejala berikut:
- kesulitan bernapas
- demam di atas 37,8°C (100°F)
- kesulitan menelan cairan
- ketidakmampuan untuk makan atau tidur
- nyeri dada atau mengi
- batuk mengeluarkan lendir hijau atau kuning
Banyak perempuan lebih sering bersin selama kehamilan. Ini cukup umum. Janin terlindungi dengan sangat baik dan tidak akan dirugikan oleh bersin.
Jika Mama menderita pilek, flu, asma, atau alergi, bicarakan dengan dokter tentang pengobatan yang aman selama kehamilan.
Sekarang Mama sudah mengetahui tentang menahan bersin saat hamil. Hal ini sebaiknya tidak dilakukan, ya, Ma. Jangan takut jika Mama akan menyakiti janin jika Mama bersin, Ma!





















