Perkembangan otak janin dimulai sejak awal kehamilan dan terus berlangsung hingga menjelang persalinan. Pada masa ini, otak si Kecil membentuk jutaan sambungan antarsel yang menjadi dasar bagi kemampuan belajar, bergerak, berpikir, hingga mengenali lingkungan setelah lahir. Tak heran jika banyak Mama bertanya-tanya, apa sebenarnya yang paling memengaruhi proses penting tersebut?
Sebagian orang mungkin mengira bahwa stres, kurang tidur, atau sesekali mengonsumsi makanan manis bisa langsung memengaruhi perkembangan otak janin. Padahal, menurut dr. Yusfa Rasyid, Sp.OG, lewat Instagramnya @yusfarasyid menjelaskan bahwa perkembangan otak janin tidak ditentukan oleh satu kebiasaan saja.
Penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa faktor yang paling berperan justru adalah kualitas lingkungan intrauterin, yaitu lingkungan di dalam rahim tempat janin tumbuh selama kehamilan.
Lingkungan ini menjadi tempat janin menerima oksigen, nutrisi, hormon, serta perlindungan dari plasenta setiap hari. Oleh karena itu, kondisi kesehatan Mama secara keseluruhan ikut membentuk lingkungan tersebut dan berperan besar dalam mendukung perkembangan otak si Kecil.
Lalu, mengapa lingkungan intrauterin menjadi faktor yang paling memengaruhi otak janin? Simak penjelasan dr. Yusfa yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.
