Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Cerita Inspiratif Adinda Thomas, dari Keguguran hingga Hamil Lagi

Cerita Inspiratif Adinda Thomas, dari Keguguran hingga Hamil Lagi
Instagram.com/adindathomas
Intinya Sih
  • Adinda Thomas dan Raka Akmal mengumumkan kehamilan yang dinanti pada Maret 2026.

  • Pada awal 2025, Adinda mengalami kehamilan ektopik yang membuatnya harus menjalani suntikan penghentian perkembangan janin.

  • Setelah pulih, Adinda kembali menjalani program hamil pada akhir 2025 dan berhasil hamil lagi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kebahagiaan tengah menyelimuti rumah tangga Adinda Thomas dan Raka Akmal. Setelah resmi menikah pada 8 Oktober 2023, pasangan ini membagikan kabar kehamilan yang telah lama dinantikan melalui akun Instagram pribadi Adinda, @adindathomas, pada 17 Maret 2026.

Kehamilan ini menjadi babak baru dalam perjalanan hidup Adinda setelah melewati masa-masa yang tidak mudah. Sebelumnya, ia sempat mengalami kehamilan ektopik yang membuatnya harus merelakan kepergian calon anaknya.

Pengalaman tersebut kemudian ia bagikan melalui video berdurasi 1 menit 54 detik di Instagram sebagai bentuk empati dan dukungan bagi perempuan yang tengah menghadapi kehilangan serupa.

Berikut Popmama.com rangkum cerita inspiratif Adinda Thomas, dari keguguran hingga hamil lagi. Yuk, kita simak, Ma!

Table of Content

1. Kehamilan pertama Adinda Thomas

1. Kehamilan pertama Adinda Thomas

Kehamilan pertama Adinda Thomas
Instagram.com/adindathomas

Perjalanan kehamilan pertama Adinda Thomas dimulai pada 28 Januari 2025. Saat itu, ia mengetahui hasil tes kehamilan yang menunjukkan dua garis, tetapi masih belum sepenuhnya percaya dengan kabar tersebut. Karena bertepatan dengan tanggal merah, Adinda baru bisa memeriksakan diri ke dokter keesokan harinya, 29 Januari 2025.

Untuk memastikan hasilnya, ia kembali menggunakan alat tes kehamilan lain dan kembali mendapatkan hasil positif. Usia kandungannya diperkirakan telah memasuki 2–3 minggu. Pada 31 Januari 2025, Adinda menjalani pemeriksaan kehamilan pertamanya dengan didampingi sang suami, Raka. Ia mengaku masih merasa deg-degan dan sulit mempercayai bahwa dirinya tengah mengandung.

2. Diberi obat penguat kandungan

Diberi obat penguat kandungan

Pada pemeriksaan, dokter memastikan bahwa Adinda Thomas memang tengah hamil. Namun, kantong kehamilan belum terlihat melalui pemeriksaan USG karena usia kandungan yang masih sangat dini. Untuk memastikan kondisi kehamilannya, Adinda kemudian dirujuk menjalani tes darah di laboratorium.

Setelah pemeriksaan, dokter memberikan obat minum serta suntikan penguat kandungan yang disuntikkan di area perut. Suntikan pertama tersebut diterima Adinda pada 31 Januari 2025. Meski sempat merasa tenang karena telah dipastikan hamil, ia mengaku cukup panik saat harus menjalani prosedur suntik.

3. Mengalami flek dan keluar gumpalan darah

Mengalami flek dan keluar gumpalan darah
Instagram.com/adindathomas

Pada 3 Februari 2025, Adinda merasa panik setelah mengalami flek disertai keluarnya gumpalan darah. Meski demikian, dokter tetap menyarankan agar ia melanjutkan suntikan penguat kandungan yang harus dijalani setiap hari sambil terus memantau perkembangan kehamilannya.

Dua hari kemudian, tepatnya pada 5 Februari 2025, kondisi Adinda belum juga membaik. Ia merasakan tekanan darahnya semakin rendah dan mulai memiliki firasat tidak enak terhadap kehamilannya. Flek yang keluar pun semakin banyak dari hari ke hari. Hingga 7 Februari 2025, kekhawatiran itu terus menghantuinya.

4. Mengalami kehamilan ektopik

Mengalami kehamilan ektopik
Instagram.com/adindathomas

Setelah hampir satu minggu menjalani suntikan penguat kandungan dan pemeriksaan laboratorium ulang untuk memantau kadar progesteron serta hormon HCG, Adinda Thomas diminta untuk beristirahat total di rumah.

Saat kembali menjalani pemeriksaan, dokter menyampaikan bahwa kehamilan tersebut tidak dapat dipertahankan karena ia mengalami kehamilan ektopik, yakni kondisi ketika janin berkembang di luar rahim. Mendengar hal itu, Adinda mengaku merasa sangat hancur. Ia merasakan seolah kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya.

Sambil menjalani istirahat total, ia menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari dokter ginekologi untuk mengetahui lokasi janin dan menentukan langkah penanganan berikutnya.

5. Menjalani proses pengguguran kandungan

Menjalani proses pengguguran kandungan
Instagram.com/adindathomas

Pada 22 Februari 2025, Adinda berkonsultasi dengan dokter ginekologi. Dari pemeriksaan tersebut diketahui bahwa janin berada di tuba falopi sebelah kiri. Kondisi itu membuat proses penanganan tidak perlu dilakukan dengan kuret, melainkan penanganan dilakukan melalui suntikan.

Dua hari kemudian, tepatnya pada 24 Februari 2025, Adinda menjalani suntikan untuk menghentikan perkembangan kehamilan ektopik tersebut. Ia mengaku bersyukur karena proses penyuntikan berlangsung cepat.

Setelahnya, Adinda masih harus menjalani beberapa tes laboratorium untuk memantau penurunan hormon kehamilan serta tetap beristirahat hingga masa nifas dan perdarahan benar-benar bersih.

Perlahan, setelah melalui rangkaian proses yang panjang, Adinda mulai belajar menerima kenyataan. Kehilangan calon anak yang telah lama dinantikan memang meninggalkan duka, tetapi sedikit demi sedikit mengikhlaskannya.

6. Kembali memulai program kehamilan

Kembali memulai program kehamilan
Instagram.com/adindathomas

Setelah melalui masa pemulihan dan berusaha berdamai dengan kehilangan yang dialaminya, Adinda Thomas dan sang suami, Raka, memutuskan untuk kembali membuka harapan. Pada November 2025, keduanya sepakat untuk memulai program kehamilan lagi.

Memasuki awal Januari 2026, Adinda merasa ada yang berbeda dengan kondisi tubuhnya. Karena penasaran, ia melakukan tes kehamilan pada 6 Januari 2026 dan mendapati hasil positif dengan dua garis. Ia dan suami pun menyambut kehamilan ini dengan perasaan bahagia.

7. Pelajaran yang dipetik dan dukungan untuk sesama pejuang 

Pelajaran yang dipetik dan dukungan untuk sesama pejuang 
Instagram.com/adindathomas

Setelah melewati kehilangan dan kembali diberi kesempatan untuk hamil, ia mengaku menjadi pribadi yang lebih tenang dan lebih mampu mensyukuri setiap proses yang dijalani, tanpa terburu-buru atau terlalu dipenuhi rasa takut.

Melalui pengalamannya, Adinda juga ingin memberi semangat kepada siapa pun yang masih berjuang menantikan kehadiran buah hati atau sedang berada dalam proses penyembuhan setelah kehilangan.

Ia memahami bahwa fase tersebut bisa terasa berat dan melelahkan. Namun, ia percaya setiap orang yang mampu melewatinya adalah sosok yang kuat dan hebat.

Adinda pun mengajak mereka untuk tetap percaya pada kebaikan Tuhan dan tidak kehilangan harapan, seraya mendoakan agar setiap penantian dapat dipertemukan dengan keajaibannya masing-masing.

Nah, itu dia cerita inspiratif Adinda Thomas, dari keguguran hingga hamil lagi. Semoga cerita dari Adinda bisa jadi inspirasi untuk Mama yang sedang berjuang!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More