Selama hamil, perubahan hormon membuat suasana hati Mama bisa ikut berubah. Rasa senang, sedih, kesal, atau marah dapat muncul lebih mudah dari biasanya. Kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh berbagai ketidaknyamanan selama kehamilan, seperti sulit tidur, tekanan pada kantong kemih, dan rasa kepanasan.
Belum lagi kekhawatiran mengenai proses persalinan maupun peran sebagai orangtua yang dapat membuat pikiran terasa lebih berat. Jika emosi dan stres berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kesehatan janin.
Ibu hamil sering marah-marah, ini dampak buruknya pada janin yang sudah Popmama.com rangkum di bawah ini.
