Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ibu Hamil Sering Marah-Marah, Ini 6 Dampak Buruknya pada Janin
Magnific
  • Perubahan hormon, ketidaknyamanan kehamilan, serta kekhawatiran persalinan dapat memicu marah dan stres. Bila berkepanjangan, kondisi ini berkaitan dengan kesehatan janin.

  • Stres atau kemarahan dapat meningkatkan kortisol, menyempitkan pembuluh darah, dan mengurangi pasokan oksigen janin, sehingga pertumbuhan terganggu, berat lahir rendah, serta risiko persalinan prematur meningkat.

  • Kondisi psikologis ibu selama hamil juga dikaitkan dengan temperamen rewel, gangguan tidur bayi, serta risiko penyakit jantung, hipertensi, obesitas, dan diabetes saat anak dewasa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selama hamil, perubahan hormon membuat suasana hati Mama bisa ikut berubah. Rasa senang, sedih, kesal, atau marah dapat muncul lebih mudah dari biasanya. Kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh berbagai ketidaknyamanan selama kehamilan, seperti sulit tidur, tekanan pada kantong kemih, dan rasa kepanasan.

Belum lagi kekhawatiran mengenai proses persalinan maupun peran sebagai orangtua yang dapat membuat pikiran terasa lebih berat. Jika emosi dan stres berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kesehatan janin.

Ibu hamil sering marah-marah, ini dampak buruknya pada janin yang sudah Popmama.com rangkum di bawah ini.

1. Pertumbuhan janin dapat terhambat

Magnific

Salah satu dampak yang berkaitan dengan kondisi janin adalah terganggunya pertumbuhan selama berada di dalam kandungan.

Saat ibu hamil mengalami stres atau marah, tubuh memproduksi hormon kortisol. Jika jumlahnya meningkat, pembuluh darah dapat menyempit sehingga aliran darah dan pasokan oksigen menuju janin berkurang. Kondisi inilah yang dapat mengganggu tumbuh kembang janin.

2. Meningkatkan risiko persalinan prematur

Magnific

Gangguan pada kehamilan tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan janin. Kondisi emosi yang berat juga dapat berhubungan dengan waktu persalinan.

Beberapa studi menyebutkan bahwa ibu hamil yang mengalami gangguan mood dan stres berat lebih banyak menjalani persalinan prematur dibandingkan ibu hamil yang emosinya stabil.

3. Bayi berisiko lahir dengan berat badan rendah

Magnific

Pertumbuhan janin yang terganggu juga dapat berpengaruh pada berat badan bayi ketika lahir. Penelitian menyebutkan bahwa sering marah atau mengalami stres selama hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kilogram.

Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan IUGR atau gangguan pertumbuhan janin di dalam kandungan.

4. Dapat memengaruhi temperamen bayi

Magnific

Pengaruh kondisi psikologis Mama juga dapat terlihat setelah bayi lahir, terutama pada temperamennya.

Mama yang mengalami stres berat atau sering marah, khususnya pada trimester pertama, diduga lebih berisiko memiliki bayi yang rewel dan mudah marah. Kondisi tersebut juga disebut dapat membuat bayi lebih rentan mengalami depresi setelah lahir.

5. Meningkatkan risiko gangguan tidur pada bayi

Magnific

Selain temperamen, kondisi psikologis Mama selama kehamilan juga dapat berkaitan dengan pola tidur bayi.

Kecemasan atau depresi yang dialami Mama saat hamil menjadi salah satu hal yang dapat meningkatkan risiko gangguan tidur pada bayi. Hormon kortisol yang diproduksi secara berlebihan saat stres dapat masuk ke plasenta dan memengaruhi bagian otak yang mengatur siklus tidur dan bangun bayi.

6. Bayi lebih rentan mengalami penyakit saat dewasa

Magnific

Pengaruh stres selama kehamilan juga disebut dapat berlanjut hingga anak tumbuh dewasa.

Penelitian mengungkapkan bahwa stres berkepanjangan pada ibu hamil dapat membuat bayi lebih berisiko mengalami penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes ketika beranjak dewasa.

Nah, itu tadi dampak ibu hamil yang sering marah-marah pada janin, mulai dari pertumbuhan yang terhambat hingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan di kemudian hari.

Semoga informasi ini bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article