Lindungi Mama dan Janin dengan Vaksin Influenza

Karena mencegah jauh lebih baik daripada mengobati ya, Ma!

7 Mei 2018

Lindungi Mama Janin Vaksin Influenza
voanews.com

Influenza adalah sebuah penyakit yang harus dicaritahu secara lebih mendalam, karena perlu Mama sadari bahwa telah terjadi kesalahpahaman selama ini. Mama harus tahu bahwa influenza itu berbeda dengan salesma.

Influenza adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus yang penularannya sangat mudah terjadi melalui udara (aerosol) dan percikan ludah (droplet).

Apalagi, dilansir dari cdc.gov, influenza lebih cenderung menyebabkan penyakit parah pada Mama yang sedang hamil. Perubahan sistem kekebalan tubuh, jantung, dan paru-paru selama kehamilan membuat #MamaMillenial lebih rentan terhadap penyakit berat akibat influenza.

Tidak hanya memberikan efek pada Mama. Gejala influenza yang umum terjadi yaitu demam dapat juga berbahaya dan mengakibatkan efek samping lain pada janin yang sedang berkembang dalam rahim Mama.

Maka dari itu, mendapatkan vaksin saat #MamaMillennial hamil adalah sesuatu yang dianjurkan lho, Ma.

Vaksin influenza adalah proteksi terbaik

Vaksin influenza adalah proteksi terbaik
Flickr.com/Florea Marian

Mendapatkan vaksin influenza adalah langkah pertama dan paling penting dalam melindungi diri kita dari influenza. Studi pada orang dewasa yang sehat menunjukkan bahwa dengan vaksin influenza, maka akan mengurangi risiko penyakit sebesar 40—60%.

Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa bayi yang Mamanya divaksinasi ketika hamil akan terlindung dari infeksi influenza sampai enam bulan setelah mereka lahir. Nah, biasanya vaksin influenza diberikan pada mama pada trimester kedua dan trimester ketiga.

Editors' Picks

Vaksin influenza tidak menyebabkan keguguran

Vaksin influenza tidak menyebabkan keguguran
Unsplash/Camila Cordeiro

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mendapatkan vaksin influenza selama kehamilan tidak memiliki risiko keguguran.

Pada saat ini, Komite Penasehat untuk Praktik Imunisasi (ACIP), American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan CDC terus merekomendasikan agar Mama mendapatkan vaksin influenza selama kehamilan, karena influenza menimbulkan penyakit serius, termasuk rawat inap.

Penelitian menyebutkan bahwa vaksin influenza aman untuk mama yang hamil

Penelitian menyebutkan bahwa vaksin influenza aman mama hamil
Unsplash/Mickael Tournier

Ketua Indonesia Influenza Foundation, Prof. dr. Cissy B. Kartasasmita, SpA(K), PhD yang ditemui beberapa hari yang lalu dalam acara konferensi pers Ayo #StopFlu mengatakan bahwa berdasarkan penelitian, vaksin influenza itu aman untuk Mama yang hamil, bahkan dianjurkan oleh WHO.

Perlu Mama ketahui juga bahwa vaksinasi influenza ini telah diberikan kepada jutaan Mama yang hamil, selama bertahun-tahun dengan catatan keamanan yang baik. Ada banyak studi ilmiah yang mendukung keamanan vaksin influenza pada Mama yang hamil

Berikut beberapa penelitian tentang keamanan vaksin flu untuk Mama dan janin yang dilakukan oleh CDC dan mitranya

  • Review laporan ke Vaccine Adverse Reporting System (VAERS) (Moro et al, 2011, Moro et al, 2011, Moro dkk, 2017) tidak menemukan bukti yang menunjukkan adanya hubungan antara komplikasi kehamilan atau efek samping janin pada perempuan hamil dan vaksin influenza.
  • Sebuah penelitian yang menggunakan data VSD (Irving et al, 2013) tidak menemukan peningkatan risiko keguguran di antara perempuan hamil yang menerima vaksin flu pada musim flu 2005—2006 atau 2006—2007.
  • Sebuah penelitian besar menggunakan data VSD (Kharbanda et al, 2013) tidak menemukan peningkatan risiko untuk kejadian obstetrik yang merugikan (seperti korioamnionitis, pre-eklamsia, atau hipertensi gestasional) untuk perempuan hamil yang menerima vaksin flu dari 2002 hingga 2009 jika dibandingkan dengan perempuan hamil yang tidak divaksinasi.
  • Sebuah studi VSD (Nordin et al, 2014) membandingkan perempuan hamil yang menerima vaksin influenza dengan jumlah yang sama dengan perempuan hamil yang tidak menerima vaksin influenza selama musim flu 2004—2005 dan 2008—2009. Studi ini tidak menemukan perbedaan antara kedua kelompok dalam tingkat kelahiran premature.
  • Sebuah studi pada bulan Agustus 2017 dengan menggunakan data VSD menemukan bahwa bayi dari perempuan yang menerima vaksin influenza selama trimester pertama mereka tidak memiliki peningkatan risiko memiliki anak dengan kelainan bawaan.

Setelah membaca informasi di atas, Popmama.com harap Mama tidak ragu dan menyepelekan vaksin influenza ya! Dan untuk Mama yang belum melakukan vaksinasi, yuk disegerakan! Karena mencegah lebih baik daripada mengobati ya, Ma!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!