Mama, gerakan janin yang terasa di perut bagian bawah bisa disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari posisi janin, letak plasenta, hingga perubahan posisi janin seiring bertambahnya usia kehamilan.
Pada trimester kedua, ukuran janin masih relatif kecil sehingga ia memiliki banyak ruang untuk bergerak dan berputar di dalam rahim. Posisinya yang sungsang, yaitu kepala berada di atas dan kaki di bawah, atau melintang bisa membuat tendangan dan getaran lebih terasa di area panggul atau perut bagian bawah.
Selain itu, letak plasenta juga bisa memengaruhi gerakan yang mama rasakan. Jika plasenta berada di dinding depan rahim (plasenta anterior), gerakan si Kecil di bagian tengah atau atas perut mama bisa terasa lebih samar karena terhalang plasenta. Dengan begitu, gerakannya di area lain, termasuk perut bagian bawah, mungkin terasa lebih jelas.
Lalu saat memasuki trimester ketiga, si Kecil biasanya mulai mengambil posisi dengan kepala menghadap ke bawah menuju panggul sebagai persiapan persalinan. Pada kondisi ini, gerakan yang terasa di perut bagian bawah bisa berasal gerakan tangan, sundulan kepala, atau dorongan tubuhnya saat bergerak.