Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Nyeri Perut Bawah saat Hamil 9 Bulan, Apakah Tanda Mau Melahirkan?

Nyeri Perut Bawah saat Hamil 9 Bulan, Apakah Tanda Mau Melahirkan?
Freepik/tirachardz
Intinya Sih
  • Nyeri perut bawah saat hamil 9 bulan umumnya normal karena peregangan ligamen, namun bisa juga menjadi tanda persalinan jika disertai gejala lain.
  • Kenaikan hormon progesteron dapat memperlambat pencernaan dan meningkatkan gas, sehingga memicu rasa nyeri di bagian bawah perut ibu hamil.
  • Rasa nyeri bisa diredakan dengan kompres hangat, istirahat cukup, bergerak perlahan, serta olahraga ringan seperti jalan sehat atau yoga khusus ibu hamil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di masa kehamilan, terkadang Mama mengalami beberapa keluhan fisik yang menyebabkan rasa tidak nyaman. Tak hanya mual dan muntah di trimester awal kehamilan, Mama mungkin juga mengalami keluhan lain saat memasuki trimester ketiga.

Menjelang waktu persalinan, beberapa dari Mama bisa jadi mengalami gejala seperti napas yang mulai pendek, lebih sering buang air kecil, hingga nyeri perut di bagian bawah.

Pada dasarnya, nyeri perut bagian bawah sangat normal terjadi karena perubahan pada ukuran perut seiring bertumbuhnya janin dalam kandungan. Akan tetapi, Mama yang hamil 9 bulan mungkin khawatir bila gejala ini menjadi tanda harus segera melahirkan.

Lantas, nyeri perut bawah saat hamil 9 bulan, apakah tanda mau melahirkan?

Berikut ini Popmama.com telah merangkum penjelasannya khusus untuk Mama. Simak sampai akhir, yuk, Ma!

Table of Content

1. Nyeri perut bagian bawah saat hamil 9 bulan, apakah tanda mau melahirkan?

1. Nyeri perut bagian bawah saat hamil 9 bulan, apakah tanda mau melahirkan?

Freepik/rawpixel.com
Freepik/rawpixel.com

Nyeri perut bagian bawah saat hamil 9 bulan merupakan kondisi yang normal terjadi dan tidak berbahaya bagi janin maupun ibu hamil. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi salah satu tanda akan melahirkan.

Rasa nyeri perut bagian bawah bisa terjadi akibat peregangan terus-menerus pada ligamen seiring bertambahnya usia kehamilan. Ligamen merupakan jaringan ikat yang berfungsi sebagai penyangga rahim di kedua sisi dengan menghubungkannya pada panggul.

Semakin bertambahnya ukuran janin di dalam rahim, maka ligamen pun akan melebar mengikuti ukuran rahim. Kondisi inilah yang kemudian membuat ligamen menegang sehingga timbul rasa sakit pada perut bagian bawah.

2. Naiknya hormon progesteron bisa memicu nyeri perut bagian bawah

Freepik/gpointstudio
Freepik/gpointstudio

Bukan hanya disebabkan oleh jaringan ligamen yang meregang, nyeri perut bagian bawah saat hamil bisa juga dipicu karena naiknya kadar hormon progesteron.

Lonjakan hormon tersebut kemudian membuat otot pada bagian usus mengalami relaksasi dan lebih lambat mencerna makanan. Hal ini memicu proses pengolahan makanan menjadi terhambat sehingga kadar gas di dalam perut pun menjadi meningkat.

3. Gejala nyeri perut bawah saat hamil

Freepik/pvproductions
Freepik/pvproductions

Gejala nyeri perut bawah saat hamil bisa ditandai dengan rasa tidak nyaman atau nyeri kram yang tajam, menusuk, dan rasa seperti tertarik di area perut dekat bagian panggul atau selangkangan.

Nyeri umumnya akan terasa di bagian kanan perut, tetapi bisa juga di bagian kiri atau keduanya. Mama mungkin akan mengalami nyeri ini selama beberapa detik atau bahkan berulang kali hingga beberapa jam.

Selain itu, nyeri perut bawah bisa terjadi ketika ibu hamil berdiri atau duduk secara tiba-tiba, batuk, bersin, atau tertawa terlalu keras. Jika rasa nyeri perut semakin intens dan disertai gejala lain, sebaiknya segera hubungi dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Cara Mengatasi Nyeri Perut Bagian Bawah

Freepik/freepik
Freepik/freepik

1. Kompres bagian perut dengan air hangat

Mengompres perut menggunakan air hangat bisa membantu meredakan rasa nyeri, Ma. Caranya bisa gunakan botol yang diisi air hangat, lalu tempelkan di bagian perut yang terasa sakit. Jika diperlukan, Mama juga bisa mandi dengan air hangat agar tubuh terasa rileks.

Namun, sebaiknya ibu hamil jangan berendam di dalam air panas terlalu lama. Hal ini bisa menyebabkan peningkatan suhu tubuh dan berisiko terhadap gangguan kehamilan.

2. Istirahat yang cukup

Istirahat yang cukup bisa meredakan berbagai keluhan ibu hamil lho, Ma. Termasuk menjadi cara yang efektif untuk mengatasi nyeri perut bagian bawah saat hamil tua. Akan tetapi, istirahat yang terlalu lama bagi ibu hamil juga tidak selalu berdampak baik karena bisa memicu gangguan kesehatan lainnya.

3. Bergerak secara perlahan

Jika mengalami nyeri perut bagian bawah di trimester akhir, sebaiknya Mama jangan lakukan pergerakan secara tiba-tiba. Pastikan bergerak secara perlahan bila ingin berganti posisi duduk atau berbaring.

Bergerak secara perlahan akan membuat ligamen meregang secara bertahap sehingga meringankan rasa nyeri. Bila terasa ingin bersin atau batuk, Mama bisa menekuk bagian lutut ke atas dan melenturkan pinggul untuk mengurangi tarikan pada ligamen.

4. Berolahraga secara rutin

Memasuki trimester akhir kehamilan bukan berarti Mama harus menghindari semua jenis olahraga. Untuk mengurangi nyeri perut bagian bawah saat hamil, Mama bisa melakukan olahraga ringan seperti berjalan sehat atau yoga khusus ibu hamil.

Nah, itu tadi penjelasan terkait nyeri perut bawah saat hamil 9 bulan. Bila rasa nyeri disertai gejala lain seperti pendarahan atau pecahnya ketuban, sebaiknya segera datangi dokter kandungan agar segera mendapatkan penanganan, ya, Ma!

FAQ Seputar Nyeri Perut Bawah saat Hamil 9 Bulan

Ciri ciri Pembukaan orang mau melahirkan?

Ciri-ciri pembukaan orang mau melahirkan dimulai dari kontraksi teratur yang semakin kuat, keluarnya lendir bercampur darah (bloody show), pecah ketuban, serta nyeri punggung bawah. Kepala bayi turun ke panggul (perut terasa lebih rendah) dan mulut rahim menipis lalu membuka 1–10 cm.

Bagaimana cara membedakan antara sakit perut dan nyeri persalinan?

Kontraksi awal persalinan seringkali mengikuti pola tertentu, sedangkan nyeri perut akibat gas lebih tidak teratur dan tajam . Kontraksi persalinan yang sebenarnya menyebabkan perut Anda mengencang dan mengendur secara bergelombang, tidak seperti nyeri perut akibat gas.

Apa ciri-ciri Hb rendah pada ibu hamil?

Ciri-ciri Hb rendah (anemia) pada ibu hamil meliputi mudah lelah/lemas, kulit dan kelopak mata pucat, pusing, sakit kepala, jantung berdebar, serta sesak napas. Gejala lainnya adalah tangan/kaki dingin, sulit berkonsentrasi, hingga mati rasa. Hb rendah (< 11 g/dL) perlu diwaspadai agar tidak terjadi komplikasi.

Share
Topics
Editorial Team
Erick akbar
Wahyuni Sahara
Erick akbar
EditorErick akbar
Follow Us

Related Articles

See More