Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Ibu Hamil Lemas padahal sudah Makan? Ini Penyebabnya
  • Ibu hamil dapat tetap lemas setelah makan karena tubuh memakai energi untuk mencerna makanan, mendukung pertumbuhan janin, dan beradaptasi dengan perubahan kehamilan.

  • Penyebab lain lemas meliputi peningkatan progesteron, fluktuasi gula darah akibat makanan tinggi gula, anemia, serta stres dan kurang tidur.

  • Keluhan ringan dapat diatasi dengan istirahat, pola makan seimbang, cukup minum, aktivitas ringan, dan suplemen sesuai anjuran dokter; gejala tertentu perlu dikonsultasikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sudah makan, tetapi tubuh masih terasa lemas dan ingin terus berbaring? Kondisi ini bisa membuat Mama bertanya-tanya, terutama ketika asupan makanan sudah dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan selama kehamilan. Padahal, makan seharusnya membantu tubuh mendapatkan energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Namun, selama kehamilan, tubuh mengalami berbagai perubahan yang membuat kebutuhan energi dan nutrisi meningkat. Karena itu, rasa lemas tidak selalu berarti Mama kurang makan. Ada beberapa faktor lain yang bisa memengaruhi tingkat energi, mulai dari perubahan hormon hingga kondisi kesehatan tertentu.

Lantas, kenapa ibu hamil lemas padahal sudah makan? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya. Yuk, simak, Ma!

Kenapa Ibu Hamil Lemas padahal sudah Makan?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Ibu hamil bisa tetap merasa lemas setelah makan karena tubuh membutuhkan energi untuk menjalankan berbagai proses sekaligus, termasuk mencerna makanan dan mendukung pertumbuhan janin. Pada sebagian ibu hamil, perubahan ini dapat disertai rasa mengantuk atau lelah.

Selain itu, menjelang trimester ketiga, berat badan janin dapat bertambah hingga sekitar 400 gram dalam seminggu. Gerakan janin pun mungkin semakin terasa aktif, meskipun waktu dan intensitasnya berbeda-beda pada setiap kehamilan. Perkembangan ini membuat tubuh mama terus menyesuaikan kebutuhan energi dan nutrisinya.

Penyebab Lain Ibu Hamil Lemas

1. Peningkatan hormon progesteron

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Peningkatan hormon progesteron merupakan salah satu penyebab ibu hamil lebih mudah merasa lelah. Hormon ini berperan penting dalam mempertahankan kehamilan, tetapi juga dapat menimbulkan efek seperti rasa kantuk dan tubuh terasa kurang bertenaga.

Akibatnya, Mama mungkin tetap ingin beristirahat meskipun sudah makan. Kondisi ini  terasa lebih mengganggu ketika tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan kehamilan, terutama jika disertai mual atau tidur yang kurang nyenyak. Kelelahan akibat perubahan hormon umumnya berangsur membaik ketika kehamilan memasuki trimester kedua. 

2. Kadar gula darah mengalami fluktuasi

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Jenis makanan yang dikonsumsi juga dapat memengaruhi energi setelah makan. Makanan atau minuman yang tinggi gula dan karbohidrat olahan, seperti minuman manis, kue, dan roti putih, dapat membuat kadar gula darah meningkat dengan cepat dan diikuti penurunan yang membuat tubuh terasa lelah atau kurang bertenaga.

Karena itu, Mama bisa mengonsumsi nasi bersama lauk berprotein dan sayuran, atau memilih roti gandum dengan telur sebagai menu sarapan. Jika rasa lemas setelah makan sering terjadi, terutama disertai gemetar, berkeringat dingin, atau jantung berdebar, sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk mengetahui apakah ada gangguan kadar gula darah.

3. Anemia

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Anemia merupakan salah satu penyebab penting kelelahan selama kehamilan. Kondisi ini terjadi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin tidak mencukupi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, Mama dapat merasa lemas, mudah lelah, pusing, atau sulit berkonsentrasi meskipun sudah makan.

Selama kehamilan, volume darah meningkat untuk mendukung kebutuhan Mama dan janin. Tubuh pun membutuhkan lebih banyak zat besi untuk memproduksi hemoglobin. Jika asupan zat besi tidak mencukupi, Mama berisiko mengalami anemia akibat kekurangan zat besi.

4. Stres dan kurang tidur selama kehamilan

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Kelelahan selama kehamilan tidak selalu disebabkan oleh faktor fisik. Perubahan emosi, kecemasan mengenai kondisi janin, kekhawatiran menjelang persalinan, atau penyesuaian terhadap peran sebagai calon orangtua juga dapat menguras energi mental. Akibatnya, Mama mungkin merasa tidak bertenaga meskipun sudah makan dengan cukup.

Selain itu, perubahan tubuh selama kehamilan dapat mengganggu kualitas tidur. Mama mungkin lebih sering terbangun untuk buang air kecil, sulit menemukan posisi tidur yang nyaman, atau mengalami keluhan fisik yang membuat istirahat tidak optimal. Jika berlangsung berulang kali, kurang tidur dapat menyebabkan rasa lelah tetap muncul sepanjang hari.

Cara Mengatasi Rasa Lemas saat Hamil

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Jika rasa lemas masih tergolong ringan, ada beberapa langkah yang bisa Mama lakukan untuk membantu menjaga energi selama kehamilan, seperti dikutip dari laman RSIA Puri Bunda.

1. Kurangi aktivitas yang terlalu melelahkan. 

Prioritaskan kegiatan yang benar-benar diperlukan dan selingi aktivitas dengan waktu istirahat. Jika Mama bekerja, coba atur jeda istirahat sepanjang hari. Jangan memaksakan diri menyelesaikan semua pekerjaan ketika tubuh sudah terasa lelah.

2. Konsumsi makanan bergizi seimbang. 

Pastikan menu harian mencakup karbohidrat, protein, sayur, buah, serta sumber lemak sehat. Mama dapat memilih nasi, kentang, atau gandum sebagai sumber energi, kemudian melengkapinya dengan telur, ikan, daging, tahu, atau tempe. Pola makan yang beragam membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan.

3. Minum air putih secara teratur

Kekurangan cairan dapat memperburuk rasa lemas dan pusing. Usahakan minum secara berkala sepanjang hari, terutama ketika cuaca panas atau Mama lebih banyak beraktivitas. Jika sering terbangun untuk buang air kecil pada malam hari, Mama dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan cairan pada siang hari tanpa sengaja membatasi cairan secara berlebihan.

4. Lakukan aktivitas fisik ringan sesuai kondisi tubuh

Jika kehamilan berjalan sehat dan dokter tidak memberikan pantangan, berjalan santai atau melakukan olahraga ringan yang sesuai untuk ibu hamil dapat membantu menjaga kebugaran. Mulailah secara bertahap dan hentikan aktivitas jika muncul pusing, nyeri, sesak, atau rasa lemas yang tidak biasa.

5. Konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter

Kebutuhan zat besi dan nutrisi tertentu meningkat selama kehamilan. Dokter dapat menyarankan suplemen prenatal atau zat besi sesuai kebutuhan, terutama jika ditemukan anemia. Hindari menambah dosis suplemen sendiri karena tidak semua rasa lemas disebabkan oleh kekurangan zat besi.

6. Jaga kualitas tidur dan kelola stres

Usahakan memiliki jadwal tidur yang teratur dan lingkungan istirahat yang nyaman. Mama juga dapat meminta bantuan pasangan atau keluarga untuk mengurangi beban aktivitas harian. Jika rasa cemas atau sulit tidur terus berlanjut, konsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Nah, itu dia deretan penyebab ibu hamil lemas padahal sudah makan. Semoga membantu, ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article