Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You
Age VerificationThis content is intended for users aged 18 and above. Please verify your age to proceed.

Jangan Khawatir, Normal jika Gairah Seks Menurun saat Hamil 

Jangan Khawatir, Normal jika Gairah Seks Menurun saat Hamil 
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Penurunan gairah seksual saat hamil adalah hal wajar, terutama di trimester pertama, akibat perubahan fisik.

  • Gairah seksual biasanya meningkat kembali pada trimester kedua ketika tubuh lebih nyaman dan hormon stabil.

  • Menjaga keintiman tetap penting selama kehamilan melalui pijat, mandi bersama, atau kencan malam.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mama mungkin menyadari bahwa gairah seksual terasa menurun atau bahkan hampir hilang di awal kehamilan, meski pasangan tetap ingin dekat. Perasaan ini umum terjadi dan bagian alami dari perjalanan kehamilan.

Penurunan gairah seksual ini bukan berarti ada yang salah dengan tubuh Mama atau hubungan dengan pasangan. Banyak ibu hamil mengalami hal yang sama, terutama di trimester pertama.

Jadi, jangan khawatir, normal jika gairah seksual menurun saat hamil. Berikut Popmama.com siapkan penjelasannya. Yuk, simak bersama, Ma!

Table of Content

Kenapa Gairah Seks atau Libido Menurun saat Hamil?

Kenapa Gairah Seks atau Libido Menurun saat Hamil?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Studi tahun 2020 yang diterbitkan Journal of Clinical Medicine menunjukkan bahwa banyak ibu hamil mengalami penurunan hasrat seksual, terutama pada minggu-minggu awal kehamilan.

Dikutip dari Motherly, Dokter Kandungan dan Spesialis Reproduksi, Shilpi Agrawala, menjelaskan bahwa menurunnya gairah seksual atau dalam istilah medis disebut libido, bukan karena kekurangan hormon. Justru hormon seperti estradiol, progesteron, dan testosteron meningkat di awal kehamilan, sehingga tubuh Mama sebenarnya mendukung dorongan seksual secara biologis.

Menurut Dokter Agrawala, penyebab utama penurunan gairah seksual lebih berkaitan dengan respons tubuh terhadap kehamilan. Mual, muntah, kelelahan, perubahan suasana hati, dan sensitivitas penciuman bisa membuat Mama merasa tidak nyaman atau kehilangan minat untuk berintim. Semua hal ini adalah adaptasi alami tubuh dalam menghadapi perubahan besar selama kehamilan.

Kapan Gairah Seks Kembali saat Hamil?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Bagi banyak perempuan, gairah seksual mulai kembali pada trimester kedua. Pada periode ini, mual yang mengganggu di trimester pertama biasanya sudah berkurang, energi mulai pulih, dan tubuh terasa lebih nyaman untuk bergerak. Kondisi ini membuat Mama lebih siap secara fisik dan emosional untuk merasakan keintiman lagi.

Selain itu, hormon tetap meningkat secara normal, sehingga dorongan seksual didukung secara biologis. Dengan tubuh yang lebih nyaman dan hormon yang stabil, banyak wanita mulai merasakan hasrat yang sebelumnya menurun, bahkan beberapa mengalami lonjakan gairah yang tidak terduga.

Libido Kembali Menurun pada Trimester Ketiga

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat memasuki trimester ketiga, banyak ibu hamil kembali merasakan penurunan gairah seksual.

Hal ini karena pada trimester ketiga, tubuh menghadapi berbagai rasa tidak nyaman di fisik yang nyata, seperti mulas, sakit punggung, tekanan di panggul, kelelahan, hingga gangguan tidur yang membuat aktivitas intim menjadi sulit dan kurang nyaman.

Kapan Libido Rendah Perlu Diwaspadai?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Libido rendah selama kehamilan biasanya bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Namun, bila rendahnya libido muncul bersamaan dengan perubahan lain, seperti suasana hati yang terus-menerus sedih, kecemasan, kehilangan minat, menjauh dari orang-orang terdekat, atau munculnya rasa takut dan putus asa, hal ini perlu diperhatikan.

Kondisi ini bisa menjadi tanda depresi atau kecemasan prenatal, sehingga penting untuk membicarakannya dengan tenaga kesehatan agar Mama mendapatkan dukungan dan perawatan yang tepat.

Cara Menjaga Keintiman Tetap Hidup selama Kehamilan

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Kehamilan kadang membuat hubungan seksual sulit dilakukan, untuk itu menjaga keintiman tetap penting agar memperkuat ikatan emosional dengan pasangan. Ada banyak cara untuk tetap dekat dan menikmati sentuhan fisik tanpa tekanan melakukan hubungan seksual.

  • Pijat
    Mama bisa bersantai dengan posisi nyaman sambil pasangan memijat bahu, kaki, atau punggung. Aktivitas ini membantu meredakan ketegangan fisik sekaligus menjaga keintiman emosional.

  • Mandi bersama
    Membantu mencuci rambut atau saling membaluri sabun di pancuran air hangat bisa menjadi pengalaman menyenangkan. Panas air membantu mengurangi ketegangan tubuh dan membuat Mama merasa lebih rileks, tetap intim tanpa rasa sakit.

  • Kencan malam
    Tetaplah mengatur waktu untuk makan malam bersama, menonton pertunjukan, atau berdansa perlahan di rumah setelah anak-anak tidur. Aktivitas sederhana ini membantu melupakan rutinitas dan tetap menjaga koneksi emosional.

Apakah Hubungan Seks Aman selama Kehamilan?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Untuk kehamilan yang sehat tanpa komplikasi, hubungan seks umumnya aman. Janin terlindungi oleh rahim, leher rahim, dan lendir serviks sehingga tidak langsung terpengaruh oleh aktivitas seksual.

Orgasme bisa memicu kontraksi ringan pada rahim, yang merupakan respons normal tubuh. Meskipun kontraksi ini mungkin terasa mengkhawatirkan, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hubungan seks dapat menyebabkan keguguran. Namun, kekhawatiran psikologis yang muncul akibat rasa takut bisa berdampak pada kesehatan mental ibu, sehingga penting untuk merasa aman dan tenang.

Jadi, normal jika gairah seks menurun saat hamil. Jangan khawatir berlebihan, ya, Mama!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Latest in Pregnancy

See More