Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kurang Minum Air Putih saat Hamil, Benarkah Janin Ikut Dehidrasi?

Kurang Minum Air Putih saat Hamil, Benarkah Janin Ikut Dehidrasi?
Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI
  • Ibu hamil membutuhkan lebih banyak air putih untuk menjaga sirkulasi nutrisi, pembentukan plasenta, volume darah, dan kestabilan jumlah air ketuban bagi perkembangan bayi.

  • Kurang minum dapat menurunkan volume air ketuban sehingga ruang gerak bayi berkurang dan meningkatkan risiko kontraksi palsu serta gejala dehidrasi seperti lemas dan pusing.

  • dr. Tio menganjurkan untuk minum 8–10 gelas air per hari, memperhatikan warna urine sebagai indikator hidrasi, serta membiasakan membawa botol minum agar kebutuhan cairan terpenuhi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Selama hamil, tubuh mama membutuhkan lebih banyak cairan dari biasanya. Bagi ibu hamil, air putih dibutuhkan untuk membantu mengedarkan nutrisi ke seluruh tubuh., membentuk plasenta, meningkatkan volume darah, hingga menjaga jumlah air ketuban agar tetap cukup untuk si Kecil.

Sayangnya, masih banyak Mama yang belum memenuhi kebutuhan air putih setiap hari. Ada yang sering lupa minum karena sibuk beraktivitas, ada pula yang lebih memilih minuman lain seperti teh, kopi, atau minuman manis. Padahal, minuman tersebut tidak bisa sepenuhnya menggantikan manfaat air putih bagi tubuh.

Menurut dr. Prasetio Kristianto Budiono, Sp.OG, kondisi ini sering kali tidak disadari oleh ibu hamil. 

“Banyak bumil yang nggak sadar kalau kebutuhan asupan air putih mereka jauh dari yang dibutuhkan selama kehamilan dan tanpa disadari, bayimu sudah merasakan dampaknya,” tulis dr. Tio dalam unggahan di Instagram pribadinya @tiobudiono.spog. 

Penjelasan lebih lanjut mengenai kurang minum saat hamil dan dampaknya pada janin telah Popmama.com rangkum di bawah ini.

  1. Kurang Minum Air Putih saat Hamil, Benarkah Janin Ikut Dehidrasi?

    Kurang minum saat hamil
    Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI

    Saat tubuh mama kekurangan cairan, bayi memang tidak langsung mengalami dehidrasi. Namun, kondisi ini bisa memengaruhi lingkungan tempat bayi tumbuh selama berada di dalam kandungan, salah satunya melalui berkurangnya volume air ketuban.

    Air ketuban memiliki banyak fungsi penting selama kehamilan. Cairan ini melindungi bayi dari benturan, menjaga suhu di dalam rahim tetap stabil, memberi ruang agar bayi bisa bergerak bebas, serta membantu perkembangan paru-paru, otot, dan tulangnya. Oleh karena itu, jumlah air ketuban perlu tetap terjaga hingga menjelang persalinan.

    Menurut dr. Tio, air ketuban juga terus diperbarui setiap saat. Artinya, tubuh mama membutuhkan cukup cairan agar proses tersebut dapat berlangsung dengan baik. Jika Mama kurang minum dalam waktu yang cukup lama, jumlah air ketuban bisa berkurang sehingga bayi memiliki ruang gerak yang lebih sempit.

    Inilah sebabnya mengapa mencukupi kebutuhan air putih setiap hari bukan hanya penting untuk menjaga kesehatan mama, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi bayi selama tumbuh di dalam kandungan.

  2. Air Minum Membantu Menjaga Air Ketuban Tetap Optimal

    Kurang minum saat hamil
    Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI

    Air putih memiliki peran penting dalam membantu menjaga air ketuban tetap optimal selama kehamilan. Sebab, air ketuban tidak terbentuk sekali lalu menetap hingga waktu persalinan, tetapi terus diperbarui seiring bertambahnya usia kehamilan. 

    Menurut dr. Tio, air ketuban bukanlah  cairan yang diam di dalam rahim.

    “Air ketuban bukan ‘air yang diam’, dia terus diperbarui setiap saat,” tulisnya.

    Oleh karena itu, tubuh mama membutuhkan asupan cairan yang cukup setiap hari agar proses pembaruan air ketuban dapat berlangsung dengan baik.

    Agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi, Mama dianjurkan untuk minum sekitar 8-10 gelas air putih setiap hari atau sekitar 2-2,5 liter. Kebutuhan ini bisa meningkat jika cuaca sedang panas, banyak berkeringat, atau mengalami muntah akibat morning sickness.

    Sebagai cara sederhana untuk mengetahui apakah tubuh sudah mendapatkan cukup cairan, Mama juga bisa memperhatikan warna urine. Jika urine berwarna kuning pucat, umumnya tubuh sudah terhidrasi dengan baik. Sebaliknya, jika urine berwarna kuning tua, itu bisa menjadi tanda bahwa Mama perlu menambah asupan air putih.

  3. Apa yang Terjadi jika Dehidrasi saat Hamil?

    Kurang minum saat hamil
    Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI

    Kurang minum yang terjadi sesekali mungkin belum menimbulkan masalah. Namun, jika tubuh terus kekurangan cairan hingga mengalami dehidrasi, berbagai keluhan bisa mulai muncul.

    Salah satu tanda yang sering terjadi adalah kontraksi palsu atau braxton hicks yang terasa lebih sering.

    dr. Tio menegaskan bahwa kondisi tersebut belum tentu menjadi tanda persalinan.

    "Kontraksi palsu yang tiba-tiba lebih sering bisa jadi tanda dehidrasi, bukan tanda persalinan," tulisnya.

    Jika hal ini terjadi, Mama tidak perlu langsung panik. Cobalah memenuhi kebutuhan cairan terlebih dahulu dan beristirahat.

    "Minum 2-3 gelas air dan istirahat adalah langkah pertama sebelum panik," tulis dr. Tio.

    Selain menyebabkan kontraksi palsu, dehidrasi juga dapat membuat tubuh terasa lemas, pusing, lebih cepat lelah, bahkan memengaruhi konsentrasi. Pada beberapa kondisi, Mama juga bisa merasa gerakan bayi menjadi lebih sedikit dari biasanya.

    Jika gerakan bayi terasa berkurang bersamaan dengan Mama merasa haus atau urine berwarna kuning tua, minumlah air putih terlebih dahulu, kemudian amati kembali gerakan bayi selama sekitar satu jam.

    Namun, jika gerakan bayi tetap berkurang atau muncul keluhan lain seperti kontraksi yang tidak membaik, segera periksakan diri ke dokter atau rumah sakit.

  4. Tanda-tanda Dehidrasi saat Hamil

    Kurang minum saat hamil
    Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI

    Tubuh biasanya memberikan sinyal saat mulai kekurangan cairan. Sayangnya, rasa haus bukan selalu menjadi tanda pertama, sehingga Mama perlu memperhatikan gejala lainnya.

    Beberapa tanda yang dapat menunjukkan tubuh mama kekurangan cairan, antara lain:

    1. Urine berwarna kuning tua atau berbau lebih tajam.
    2. Mulut terasa kering dan bibir mudah pecah-pecah.
    3. Sakit kepala atau sulit berkonsentrasi.
    4. Tubuh terasa cepat lelah dan kurang bertenaga.
    5. Lebih mudah merasa kepanasan meski tidak banyak beraktivitas.
    6. Kram otot atau otot terasa lebih mudah tegang.

    Jika Mama mulai mengalami beberapa tanda tersebut, sebaiknya segera minum air putih dan jangan menunggu sampai rasa haus muncul. Memenuhi kebutuhan cairan sejak awal dapat membantu mencegah dehidrasi menjadi lebih berat.

  5. Tips agar Kebutuhan Air Putih Selama Hamil Terpenuhi

    Kurang minum saat hamil
    Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI

    Memenuhi kebutuhan air putih setiap hari bisa dimulai dari kebiasaan sederhana. Menurut dr. Tio, beberapa cara berikut dapat membantu Mama lebih mudah menjaga asupan cairan selama hamil.

    1. Siapkan botol minum berukuran 1 liter agar Mama lebih mudah memantau jumlah air yang sudah diminum.
    2. Biasakan minum satu gelas air putih setelah bangun tidur, sebelum makan, dan sebelum tidur.
    3. Minumlah sedikit demi sedikit tetapi lebih sering daripada langsung dalam jumlah banyak.
    4. Bawa botol minum saat beraktivitas di luar rumah agar tidak lupa minum.
    5. Jika bosan dengan rasa air putih, tambahkan irisan lemon, mentimun, atau daun mint agar terasa lebih segar tanpa tambahan gula.

    Nah, itu dia penjelasan mengenai kurang minum saat hamil. Jangan lupa minum air putih yang cukup setiap hari agar kebutuhan cairan selama kehamilan tetap terpenuhi, ya, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More