TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Seks Oral saat Hamil, Boleh atau Tidak?

Seks oral kerap dijadikan alternatif saat hamil

12 September 2022

Seks Oral saat Hamil, Boleh atau Tidak
Freepik/cookie_studio

Melakukan seks oral kerap jadi pilihan alternatif untuk tetap bisa berhubungan intim sekalipun sedang hamil.

Tapi, tak sedikit juga yang beranggapan jika melakukan oral seks saat hamil berbahaya bagi janin dan ibu hamil itu sendiri.

Lalu, bagaimana kebenarannya? Apakah melakukan seks oral saat sedang mengandung aman dilakukan? Atau justru kegiatan ini berisiko bagi kehamilan mama?

Untuk meluruskan kebenarannya, Popmama.com akan membahasnya secara lengkap soal seks ral saat hamil dalam artikel berikut.

Bolehkah Oral Seks saat Hamil?

Bolehkah Oral Seks saat Hamil
Freepik.com/beststudio

Jawaban sederhana dari pertanyaan tersebut adalah boleh, asalkan dilakukan dengan sangat hati-hati, Ma.

Dikutip dari laman Parents, Mary Jane Minkin, MD, seorang profesor klinis di Departemen Obstetri, Ginekologi, dan Ilmu Reproduksi di Fakultas Kedokteran Universitas Yale, membenarkan pernyataan tersebut. 

Sama seperti melakukan penetrasi, oral seks saat hamil juga bisa memberikan efek kurang baik bagi janin dan kesehatan mama bila tidak dilakukan dengan benar. 

Lalu, apa saja hal yang perlu diperhatikan ketika ingin melakukan kegiatan ini saat sedang mengandung?

Editors' Picks

1. Pastikan tidak meniup vagina mama

1. Pastikan tidak meniup vagina mama
Pixabay/cuncon

Ketika sedang oral seks, pastikan Mama selalu mengingatkan Papa untuk tidak meniup vagina mama ya.

“Hal yang perlu dikhawatirkan adalah terjadinya pelebaran pembuluh darah di vagina ketika pasangan meniupkan udara ke sana. Udara tersebut bisa masuk ke dalam pembuluh tersebut dan menyebabkan terjadinya emboli udara,” jelas dr. Minkin.

Perlu Mama ketahui, emboli udara terjadi ketika udara menyumbat pembuluh darah mama.

Bila terjadi penyumbatan di pembuluh darah mama akibat udara yang ditiupkan tersebut, efeknya akan cukup buruk untuk janin.

Pasalnya, gelembung udara tersebut dapat mengganggu perkembangan janin ketika ia sampai ke plasenta. 

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, pastikan untuk berhati-hati dan tidak meniup vagina saat sedang seks oral ya.

2. Seks oral tanpa menggunakan kondom

2. Seks oral tanpa menggunakan kondom
Pexels/Nataliya Vaitkevich

Penggunaan kondom tak hanya ampuh untuk mencegah kehamilan saja, Ma.

Juga mencegah terjadinya penularan infeksi menular seksual, seperti herpes, gonore, dan lainnya.

Bila Mama dan Papa memutuskan untuk melakukan seks oral, pastikan tetap menggunakan kondom ya. 

Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Pakai kondom lebih baik dari pada tertular penyakit menular seksual yang dapat membahayakan keselamatan Mama dan si calon buah hati.

Pasalnya, ibu hamil yang tertular infeksi menular seksual dapat menularkan penyakit itu juga ke janin dalam proses persalinan per vagina. Akibat penularan tersebut, bayi bisa saja mengalami komplikasi, seperti radang otak, kerusakan saraf, bahkan kematian.

Bila Mama dan Papa tidak ingin menggunakan kondom saat melakukan ini, ada baiknya untuk memeriksakan diri kalian telah negatif dari berbagai infeksi menular seksual per trimester.

3. Oral seks saat di trimester ketiga kehamilan

3. Oral seks saat trimester ketiga kehamilan
Freepik/drobotdean

Melakukan seks, baik oral maupun penetrasi vagina, di trimester 3 perlu dilakukan dengan hati-hati.

Perubahan yang terjadi pada tubuh di masa kehamilan ini bisa membuat Mama jadi lebih rentan terserang penyakit.

Saat imun tubuh mama menurun, melakukan seks oral yang tidak hati-hati dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kelamin yang tidak diinginkan.

Masih mengutip dari Parents, dr. Minkin bahkan tidak menyarankan untuk melakukan oral seks tanpa pengaman di trimester tiga bila papa baru sembuh dari sakit flu.

Meskipun penularan flu tidak bisa terjadi lewat vagina, dr. Minkin mengkhawatirkan kemungkinan papa tertular virus herpes.

Kekhawatiran tersebut bukan tak beralasan, Ma. Pasalnya, penularan herpes kerap ditandai dengan terjadinya gejala mirip flu.

Itu dia informasi lengkap mengenai seks oral saat hamil. Bila Mama dan Papa ingin mencoba kegiatan ini tapi masih ragu, ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk