Kehamilan Minggu Ke-18

Mama bisa melakukan ini agar bisa merasa lebih nyaman

20 Januari 2018

Kehamilan Minggu Ke-18
Freepik

Bagaimana Perkembangan Janin Pada Kehamilan Minggu Ke-18

Panjang bayi dalam kandungan mama sekarang mencapai 20 cm dan beratnya nyaris 5 ons. Meskipun dalam perut bayi terbiasa mendengar degup jantung dan suara jantung mamanya, tapi ia juga bisa mendengar suara dari luar.

Otaknya sendang berkembang dan telinganya semakin terbentuk. Retina matanya lebih sensitif terhadap cahaya, bisa dibuktikan jika kamu sedang berjemur di bawah terik matahari pagi maka dia akan merasakan cahaya merah. Biasanya bayi dalam kandungan akan merespon dengan bergerak-gerak.

Keterampilan lain dari perkembangan janin pada kehamilan minggu ke-18 adalah menguap, menelan, semakin pintar mengisap, cegukan, dan membuat bentuk wajah. Jika kamu memiliki seorang bayi laki-laki, kelaminnya mulai bisa terlihat sekarang. Tapi mungkin ia masih malu dan menyembunyikan saat kamu melakukan tes menggunakan alat USG.

Beginilah Kehamilan Minggu ke-18 Mengubah Kehidupan Mama

Perut kamu dari luar mungkin sebesar melon, rahim terletak tepat di sebelah selatan pusar kamu. Hormon relaxin juga mengendurkan sendi kamu dan ini membawa pengaruh agar postur tubuh kamu bisa lebih seimbang serta mengurangi beban di punggung bawah.

Sudah waktunya saat berbaring kamu lebih baik berbaring miring ke satu sisi. Saat kamu berbaring telentang, rahim bisa memampatkan pembuluh darah utama, ini menyebabkan penurunan darah kembali ke jantung kamu. Berbaring miring dan letakkan bantal di belakang kamu. Buat posisi senyaman mungkin.

Lakukan dan Larangan

Kamu mungkin akan merasakan sakit dari bagian rahim atas sampai ke tulang kemaluan. Ini karena ligamen membentang untuk mendukung pertumbuhan rahim kamu. Ini akan segera membaik jika kamu berbaring miring dan letakkan bantal untuk menopang perut kamu, letakkan bantal satu lagi di bagian belakang untuk menopang bokong kamu.

Editors' Picks

Ini yang Perlu Dilakukan Mama Pada Kehamilan Minggu ke-18

Apakah kamu merasa sudah benar-benar membutuhkan baju hamil? Apakah dress hamil membuat kamu semakin nyaman? Jika sebelumnya kamu tidak terbiasa menggunakan dress atau daster saat mau tidur, kamu bisa coba memakan kaos oversize. Sesekali rasanya enggak masalah untuk geledah lemari suami. Mungkin ada pakaian yang nyaman untuk dipakai.

Jika sebelumnya kamu tidak pernah melakukan olahraga karena mual dan muntah, sekarang ubah kebiasaan kamu. Belum terlambat untuk mulai olahraga rutin. Kamu bisa coba senam kehamilan, latihan pernapasan atau pilates.

Menjaga Hubungan dengan Suami

Bukan hanya kamu yang bersiap-siap memiliki bayi, suami pun demikian. Komunikasikan apa yang akan dilakukan jika menghadapi permasalahan di kemudian hari, misalkan kalau kamu sakit atau bayi kamu sakit jika sudah lahir nanti. Komunikasikan apa yang kamu harapkan dari suami, seperti ingin diantar ke rumah sakit mana, dokter yang kamu percaya siapa, dan beri tahu jika kamu memiliki riwayat alergi pada obat tertentu.

Jika ini merupakan kehamilan kembar, kamu juga perlu bicarakan banyak hal dengan suami. Baca buku seperti The Parents Guide to Rising Twins oleh Elizabeth Friedrich dan Cherry Rowland. Perbanyak bacaan tentang membesarkan anak kembar, kamu bisa cek di toko buku atau penjual buku online.

Lakukanlah Jika Ini Bukan Kehamilan Anak Pertama

Jika kamu memiliki kakak atau saudara yang memiliki adik, ajak mereka untuk bercerita tentang rasanya menjadi seorang kakak. Ceritakan keseruannya di depan anak pertama kamu karena ia akan segera menjadi kakak dalam waktu dekat. Pastikan anak pertama kamu akan menyukai perannya sebagai kakak.