Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Ukuran perut hamil dapat tampak lebih besar karena kehamilan kedua atau berikutnya, kehamilan kembar, postur tubuh pendek, serta komposisi tubuh dan IMT.

  • Kenaikan berat badan berlebih selama kehamilan dan polihidramnion dapat memperbesar tampilan perut; kondisi ini perlu diperhatikan melalui pemeriksaan medis, termasuk USG.

  • Perut besar juga bisa dipengaruhi salah hitung usia kehamilan atau makrosomia, yaitu janin lebih besar dari rata-rata yang dapat terkait faktor genetik maupun diabetes gestasional tidak terkontrol.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernahkah Mama merasa ukuran perut terlihat lebih besar dibandingkan ibu hamil lainnya, padahal usia kehamilannya sama? Ukuran perut ibu hamil memang bisa berbeda-beda. Ada yang tampak lebih besar, tetapi ada pula yang terlihat lebih kecil meskipun usia kehamilannya sudah cukup tua.

Perbedaan ukuran perut ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari postur tubuh, berat badan, hingga jumlah janin dan cairan ketuban. Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran perut juga akan terus berubah mengikuti pertumbuhan rahim dan janin.

Agar lebih jelas, simak penjelasan Popmama.com berikut mengenai tujuh penyebab perut ibu hamil terlihat lebih besar dari usia kehamilan.

1. Kehamilan anak kedua atau berikutnya

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Perut mama yang sedang menjalani kehamilan kedua atau berikutnya mungkin terlihat lebih besar atau lebih cepat menonjol dibandingkan saat kehamilan pertama. Hal ini dapat terjadi karena otot perut dan jaringan penyangga di sekitarnya pernah meregang selama kehamilan sebelumnya. 

Otot dan jaringan tersebut memang dapat kembali mengencang, tetapi tidak selalu sepenuhnya seperti kondisi semula. Selain itu, otot perut yang sudah pernah meregang mungkin tidak memberikan dukungan sekuat sebelumnya ketika rahim mulai membesar. Alhasil, perubahan bentuk perut dapat terlihat lebih awal. 

2. Kehamilan kembar

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Kehamilan kembar bisa membuat ukuran perut mama tampak lebih besar dibandingkan kehamilan tunggal pada usia kehamilan yang sama. Pasalnya, rahim perlu menyediakan ruang untuk menampung dua atau lebih janin yang tumbuh secara bersamaan. 

Selain itu, kehamilan kembar juga dapat melibatkan jumlah plasenta dan cairan ketuban yang lebih banyak. Pertumbuhan rahim yang lebih cepat membuat baby bump mungkin terlihat lebih menonjol sejak trimester awal.

3. Postur tubuh pendek

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Mama yang bertubuh pendek, memiliki jarak yang lebih pendek antara tulang rusuk dan panggul. Akibatnya, ketika rahim membesar, perubahan bentuk perut dapat terlihat lebih menonjol ke arah depan dibandingkan pada ibu hamil yang bertubuh tinggi.

Selain tinggi badan, komposisi tubuh dan distribusi lemak juga dapat memengaruhi tampilan baby bump. Mama dengan indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi mungkin memiliki bentuk perut yang tampak berbeda dibandingkan Mama dengan IMT lebih rendah. 

4. Kenaikan berat badan selama kehamilan

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Kenaikan berat badan selama kehamilan merupakan hal yang normal karena tubuh mama mengalami berbagai perubahan untuk mendukung pertumbuhan janin. Namun, kenaikan berat badan yang melebihi rekomendasi dapat membuat ukuran perut tampak lebih besar. 

Kenaikan berat badan yang berlebihan juga perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, seperti diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi. Diabetes gestasional yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko janin tumbuh lebih besar dari ukuran rata-rata.

5. Kelebihan air ketuban atau polihidramnion

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Polihidramnion merupakan kondisi ketika jumlah cairan ketuban di dalam rahim lebih banyak daripada yang seharusnya. Kondisi ini dapat membuat rahim mengembang lebih cepat sehingga perut terlihat lebih besar dibandingkan usia kehamilannya. 

Ada beberapa kondisi yang berkaitan dengan polihidramnion, seperti misalnya janin yang mengalami gangguan menelan cairan ketuban dapat mengalami penumpukan cairan karena ginjalnya tetap menghasilkan urine. Jika Mama mengalami pembesaran perut yang cepat, dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk menilai jumlah cairan ketuban.

6. Kesalahan menghitung usia kehamilan

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Perhitungan usia kehamilan yang kurang tepat juga dapat membuat ukuran perut tampak lebih besar daripada perkiraan. Misalnya, Mama mengira usia kehamilan baru memasuki 13 minggu, padahal  ternyata sudah 15 atau 16 minggu. Perbedaan beberapa minggu ini dapat memengaruhi penilaian terhadap ukuran perut.

Untuk memastikan usia kehamilan, Mama dapat menggunakan hari pertama haid terakhir (HPHT) sebagai acuan awal. Namun, pemeriksaan USG, terutama pada trimester pertama, dapat membantu memperkirakan usia kehamilan dengan lebih akurat. 

7. Makrosomia atau ukuran janin lebih besar dari rata-rata

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Makrosomia merupakan kondisi ketika berat badan bayi diperkirakan lebih besar daripada rata-rata untuk usia kehamilannya. Kondisi ini dapat membuat ukuran perut ibu hamil terlihat lebih besar karena janin tumbuh dengan ukuran yang lebih besar. 

Selain faktor genetik, diabetes gestasional yang tidak terkontrol juga bisa meningkatkan risiko makrosomia. Ketika kadar gula darah tinggi, glukosa dapat melewati plasenta dan masuk ke dalam tubuh janin. Kondisi ini merangsang pankreas janin untuk menghasilkan lebih banyak insulin, sehingga pertumbuhan dan penambahan berat badannya berlangsung lebih cepat. 

Nah, itu dia deretan penyebab perut ibu hamil terlihat lebih besar dari usia kehamilan. Semoga informasi ini bisa menjawab rasa penasaran Mama, ya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article