Hati-hati Kram Perut saat Hamil, Ini Cara Mengatasinya dengan Cepat!

Kram perut memang normal, tapi bisa jadi pertanda keguguran hingga kontraksi dini

8 November 2020

Hati-hati Kram Perut saat Hamil, Ini Cara Mengatasi Cepat
Freepik/Dragana-gordic

Perubahan tubuh saat hamil ini tentunya membuat mama harus menyesuaikan diri dan kadang membuat tidak nyaman. Perubahan ini bisa membuat bagian tubuh mama terasa nyeri di beberapa bagian. Salah satunya adalah kram perut yang banyak dialami. Biasanya kram ini berhubungan dengan saluran pencernaan.

Ada beberapa hal yang bisa membuat ibu hamil mengalami kram perut. Penyebab kram perut ini bisa disebabkan oleh berbagai hal. Ada yang menjadi pertanda serius untuk kesehatan janin dan Mama.

Berikut Popmama.com rangkum informasi penyebab dan cara mengatasi kram perut saat hamil dengan cepat!

Editors' Picks

1. Penyebab kram perut saat hamil trimester kedua

1. Penyebab kram perut saat hamil trimester kedua
Freepik

Penyebab kram perut paling umum biasanya disebabkan oleh berbagai hal, seperti masalah pada lambung, kram setelah orgasme, peningkatan aliran darah ke rahim, kram karena perut ibu mengembang, hingga kontraksi Braxton Hicks.

Kontraksi Braxton Hicks adalah kontraksi yang dimulai di usia 20 minggu yang bisa menjadi tanda persiapan mama sebelum melahirkan. Kontraksi ini jarang terjadi, tidak berlangsung dalam waktu lama, datangnya tidak teratur, dan biasanya tidak menyakitkan. Salah satu penyebab utama kontraksi ini adalah karena dehidrasi.

Selain itu ada pula penyebab kram perut yang perlu diantisipasi yakni:

  • Kehamilan ektopik yang menyebabkan kram perut pada salah satu sisi saja. Kram ini bisa berlangsung lama dan bisa semakin memburuk.
  • Keguguran yang bisa menyebabkan kram perut di daerah perut, pinggang, dan panggul. Kadang kram ini sulit dibedakan apakah karena mengalami keguguran, implantasi, atau karena rahim sedang berkembang.
  • Nyeri ligamen terjadi karena peregangan perut selama kehamilan. Ketika meregang, perut bisa sakit dan kram atau nyeri tajam yang terjadi pada satu atau kedua sisi perut bagian bawah. Nyeri ini sering terjadi biasanya saat bangun dari tempat tidur, bersin, batuk atau tertawa, dan ketika bergerak tiba-tiba.

2. Cara mengatasi kram perut saat hamil dengan cepat

2. Cara mengatasi kram perut saat hamil cepat
Freepik

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kram perut saat hamil. Kram perut bergantung dari penyebab di balik rasa sakit yang Mama alami. Dikutip dari What to Expect, berikut adalah tips untuk meringankan penyebab paling umum kram perut selama kehamilan:

  • Berbaring dan istirahatkan tubuh untuk sementara waktu. Cara ini bisa meringankan kram yang berkaitan dengan implantasi, orgasme, peningkatan aliran darah ke rahim atau nyeri ligamen.
  • Minum banyak air dapat meringankan kram yang berkaitan dengan dehidrasi, kembung atau sembelit.
  • Berendam dalam air hangat dapat membantu meringankan kram kehamilan yang berkaitan dengan peningkatan aliran darah rahim.
  • Kenakan penyangga perut, yang dapat membantu meringankan kram perut yang terkait dengan nyeri ligamen pada trimester kedua kehamilan.
  • Ubah posisi tidur dan dan berbaring jika Mama merasa mengalami kontraksi palsu atau Braxton Hicks.

3. Kapan harus periksa ke dokter terkait kram perut?

3. Kapan harus periksa ke dokter terkait kram perut
Freepik

Agar lebih aman, Mama sebaiknya berkonsultasi ke dokter mengenai nyeri kehamilan termasuk kram ini. Dikutip dari What to Expect, pastikan Mama langsung menghubungi dokter jika mengalami beberapa gejala kram perut ini:

  • Nyeri perut bagian bawah yang parah di tengah, di satu atau kedua sisi yang tidak mereda.
  • Peningkatan keinginan minum yang disertai dengan penurunan buang air kecil, atau tidak ada buang air kecil selama sehari penuh.
  • Sakit kepala parah yang tidak akan hilang, perubahan penglihatan, pembengkakan tiba-tiba atau kenaikan berat badan yang tidak dapat dijelaskan (yang merupakan gejala preeklampsia),
  • Demam atau menggigil.
  • Terjadi perdarahan berat, atau perdarahan dengan kram atau nyeri parah di perut bagian bawah.
  • Diare berdarah.
  • Nyeri atau rasa terbakar selama buang air kecil, kesulitan buang air kecil, atau adanya darah dalam urine.
  • Pusing atau merasa akan pingsan.
  • Merasakan lebih dari empat kontraksi dalam satu jam (terutama jika itu terjadi sebelum 37 minggu kehamilan), karena bisa jadi merupakan tanda persalinan.

Itulah tadi cara mengatasi kram perut saat hamil dengan cepat. Terjadinya kram perut selama kehamilan sangat normal. Namun, bisa menyadari lebih awal dan potensi kram yang menyebabkan masalah lebih serius selama kehamilan tentunya lebih baik. Sehingga Mama juga bisa mendapatkan perawatan medis yang mungkin dibutuhkan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.