7 Tips Merawat Kuku Tetap Sehat saat Hamil, Hindari Penggunaan Aseton

- Hormon kehamilan bisa mengubah tekstur kuku menjadi lebih lunak atau rapuh, sehingga disarankan untuk memotongnya pendek agar tidak mudah patah.
- Hindari memotong kutikula dan paparan deterjen langsung. Gunakan sarung tangan untuk mencegah infeksi dan kekeringan pada kuku.
- Nutrisi dari dalam seperti biotin (telur atau alpukat) dan hidrasi yang cukup sangat penting untuk memperkuat struktur kuku saat hamil.
Perubahan hormon selama kehamilan memang membawa banyak kejutan, termasuk pada kondisi kuku ibu hamil. Bagi sebagian ibu hamil, hormon estrogen yang meningkat bisa membuat kuku tumbuh lebih cepat dan kuat. Namun, bagi sebagian lainnya, kuku justru menjadi lunak, rapuh, bahkan mudah patah.
Perubahan tekstur dan kekuatan kuku ini sangat wajar dan biasanya bersifat sementara. Meski begitu, merawat kuku tetap penting agar ibu hamil merasa nyaman dan terhindar dari risiko infeksi jamur atau bakteri.
Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa tips merawat kuku tetap sehat saat hamil
Yuk Ma, simak tipsnya!
Deretan Tips Merawat Kuku Tetap Sehat saat Hamil
1. Rajin memotong kuku agar tetap pendek

Kuku yang panjang saat hamil cenderung lebih rapuh dan mudah tersangkut pakaian atau benda lain, sehingga berisiko patah hingga ke daging.
Selain menyakitkan, kuku patah juga bisa menjadi pintu masuk bakteri. Oleh karena itu, langkah perawatan termudah bisa dengan menjaga kuku tetap pendek dan rapi.
Guntinglah kuku secara rutin setiap seminggu sekali setelah mandi, karena saat itu tekstur kuku sedang lunak sehingga mudah dipotong. Jangan lupa mengikir ujung-ujung kuku yang tajam agar halus dan tidak melukai kulit sendiri.
2. Gunakan pelembap atau minyak kutikula

Kuku yang kering memang musuh utama karena akan mudah retak dan mengelupas. Mama perlu rutin mengaplikasikan pelembap khusus tangan dan kuku setiap kali habis mencuci tangan atau sebelum tidur malam.
Untuk perawatan ekstra, Mama bisa mengoleskan minyak kutikula atau bahan alami seperti minyak zaitun dan minyak kelapa di sekitar pangkal kuku. Pijat perlahan agar minyak meresap, menjaga kuku tetap lentur, kuat, dan berkilau alami.
3. Pakai sarung tangan saat bersih-bersih

Sabun cuci piring, detergen baju, dan cairan pembersih lantai mengandung bahan kimia keras yang bisa menggerus kelembapan alami kuku. Paparan terus-menerus akan membuat kuku menjadi sangat kering, tipis serta mudah sobek.
Biasakan untuk selalu memakai sarung tangan karet saat mama melakukan pekerjaan rumah tangga yang melibatkan air dan sabun.
Perlindungan sederhana ini sangat efektif mencegah kerusakan kuku serta menjaga kulit tangan tetap halus.
4. Jangan memotong kutikula

Saat melakukan manicure di rumah atau salon, hindari memotong kutikula (kulit tipis di pangkal kuku). Kutikula berfungsi sebagai segel pelindung alami yang mencegah bakteri dan jamur masuk ke dalam lapisan kulit di bawah kuku.
Memotong kutikula bisa menyebabkan luka terbuka yang rentan infeksi, yang tentunya berbahaya dan merepotkan saat hamil. Cukup dorong kutikula secara perlahan menggunakan alat khusus yang tumpul setelah mandi air hangat.
5. Perbanyak asupan biotin dan protein

Kesehatan kuku sebenarnya berasal dari dalam tubuh. Pastikan mama mengonsumsi makanan yang kaya akan biotin (Vitamin B7) dan protein. Kuku terbuat dari protein keratin, jadi asupan protein yang cukup sangat penting untuk pembentukannya.
Mama bisa mendapatkan nutrisi ini dari telur, kacang-kacangan, alpukat, ubi jalar, ikan salmon, dan bayam.
Makanan-makanan ini tidak hanya memperkuat kuku, tetapi juga sangat bagus untuk perkembangan rambut dan kulit janin.
6. Hindari pembersih kuku aseton

Jika Mama suka memakai cat kuku, perhatikan cara membersihkannya. Cairan pembersih kuteks yang mengandung aseton sangat keras dan bersifat mengeringkan.
Penggunaan aseton secara rutin akan membuat lempeng kuku menipis dan warnanya menjadi kusam atau kekuningan.
Pilihlah pembersih kuku yang bebas aseton atau yang berbahan dasar minyak kedelai. Produk ini mungkin butuh waktu sedikit lebih lama untuk menghapus cat kuku, tetapi jauh lebih aman dan lembut untuk kesehatan kuku ibu hamil.
7. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

Dehidrasi tidak hanya membuat kulit kering, tapi juga membuat kuku menjadi rapuh. Air sangat penting untuk menghidrasi sel-sel tubuh, termasuk sel-sel pembentuk kuku.
Pastikan Mama minum minimal 8-10 gelas air putih setiap hari. Kuku yang terhidrasi dengan baik akan terlihat lebih bening, sehat, dan tidak mudah patah saat beraktivitas.
Itulah beberapa tips merawat kuku tetap sehat saat hamil.
Merawat diri saat hamil itu penting untuk menjaga suasana hati tetap bahagia. Kuku yang cantik dan bersih tentu akan membuat mama makin percaya diri menyambut si Kecil.
FAQ Perawatan Kuku Ibu Hamil
| Bolehkah ibu hamil memakai kuteks? | Boleh, asalkan dilakukan di ruangan berventilasi baik agar uapnya tidak terhirup berlebihan. Pilihlah kuteks yang berlabel 3-free, 5-free, atau water-based yang bebas dari bahan kimia berbahaya seperti formaldehyde, toluene, dan DBP. |
| Kenapa kuku jadi gelap atau ada garis hitam saat hamil? | Kondisi ini disebut melanonychia yang disebabkan oleh peningkatan pigmentasi (melanin) akibat hormon kehamilan. Biasanya garis ini akan memudar dengan sendirinya beberapa bulan setelah melahirkan. |
| Apakah aman melakukan gel polish atau kuku akrilik saat hamil? | Sebaiknya dibatasi atau dihindari. Sinar UV untuk mengeringkan gel berisiko bagi kulit, dan proses pelepasan akrilik membutuhkan aseton dalam waktu lama serta debu kikir yang bisa terhirup. Jika ingin, pastikan salon memiliki ventilasi udara yang sangat baik. |















-cf4163f640c5a1fa2a7eeb3068e19385.png)


