Hadapi New Normal, Ini Prosedur Pemeriksaan Kehamilan di Rumah Sakit

Akan ada perbedaan dengan prosedur periksa kehamilan sebelum pandemi Covid-19

29 Mei 2020

Hadapi New Normal, Ini Prosedur Pemeriksaan Kehamilan Rumah Sakit
Pixabay/medical prudens

Setelah tiga bulan berjibaku dengan virus corona, Indonesia kini bersiap untuk menghadapi new normal. Meski kasus infeksi Covid-19 masih bertambah setiap harinya, pemerintah terus mencanangkan kebijakan new normal di seluruh sektor.

Sadar atau tidak, akan ada banyak perubahan yang terjadi dalam gaya hidup kita sehari-hari, setelah menghadapi pandemi virus corona ini. Semua tidak akan kembali sama, sehingga memerlukan adaptasi dari kita semua untuk menghadapi wabah penyakit yang tidak bisa dipastikan kapan akan selesai.

Salah satu yang paling banyak ditanyakan adalah mengenai prosedur pemeriksaan kesehatan di rumah sakit, termasuk pemeriksaan kehamilan. Apalagi pemerintah telah menyarankan untuk tidak terlalu sering berkunjung ke rumah sakit, untuk meminimalkan risiko tertular virus corona.

Lalu bagaimana prosedur pemeriksaan kehamilan di rumah sakit dengan penerapan new normal?

Berikut ini Popmama.com merangkum informasinya untuk Mama.

1. Skrining suhu tubuh dan interview riwayat penyakit

1. Skrining suhu tubuh interview riwayat penyakit
Pixabay/guvo59

Berdasarkan informasi yang Popmama.com dapatkan dari Nurhidayati Endah Puspita Sari, Direktur Operasional RSIA Brawijaya Antasari, guna meminimalkan risiko penularan, setiap pasien dan pendamping yang datang akan melalui skrining suhu tubuh di pintu masuk rumah sakit. Selain itu juga akan ada interview terkait kemungkinan kasus infeksi Covid-19. 

"Sehingga pengunjung sudah dapat dipisahkan sejak di ruang tunggu," kata Nurhidayati.

2. Cuci tangan sebelum masuk

2. Cuci tangan sebelum masuk
Pixabay/slavoljubovski

Upaya pencegahan Covid-19 sejak awal juga diterapkan oleh RSIA Tambak. Rumah sakit yang berada di wilayah Menteng ini mengharuskan setiap pengunjung untuk mencuci tangan di tempat yang telah disediakan di depan pintu masuk rumah sakit. Setelah itu pasien harus melewati lorong disinfeksi. Tidak perlu khawatir Ma, cairan disinfektan yang digunakan aman bagi kulit dan pakaian.

Editors' Picks

3. Wajib menggunakan masker dan menerapkan physical distancing

3. Wajib menggunakan masker menerapkan physical distancing
Unsplash/Kate Trifo

Menggunakan masker juga menjadi sebuah tampilan wajib saat Mama ke luar rumah, apalagi ke rumah sakit. Rumah sakit juga umumnya membatasi jumlah pendamping yang ikut ke rumah sakit. Jadi sekarang mungkin Mama hanya bisa ditemani Papa dan tidak bisa membawa si Kakak untuk turut mengantar Mama memeriksakan kehamilan. Jangan khawatir ya, Ma, ini semua dilakukan untuk kebaikan semua pihak.

Selain itu Mama juga harus menerapkan physical distancing atau menjaga jarak dengan pasien lainnya saat di ruang tunggu.

4. Atur jadwal kunjungan

4. Atur jadwal kunjungan
Pixabay/firmbee

Sebelum datang ke rumah sakit, Mama sebaiknya mengatur jadwal kunjungan atau jadwal bertemu dokter. Hal ini untuk mencegah Mama terlalu lama menunggu di rumah sakit. Selain dapat menurunkan risiko tertular virus corona, hal ini juga dapat menghemat waktu mama. Selanjutnya pastikan Mama datang tepat waktu sesuai jadwal yang telah disepakati ya. Datang terlambat hanya akan mengganggu jadwal pasien lainnya.

5. Pemisahan poli infeksi dan non infeksi

5. Pemisahan poli infeksi non infeksi
Unsplash/impulsq

Mama juga tidak perlu terlalu khawatir saat akan memeriksakan kandungan ke dokter. Sebab, saat ini sudah diberlakukan pemisahan antara poli infeksi dan non infeksi. Seperti yang kita tahu, hamil bukanlah suatu penyakit, jadi poli kandungan dan kebidanan tentu akan dipisah dengan poli untuk orang sakit.

"Dengan pemisahan area infeksi dan non infeksi ini kami harapkan, mereka yang datang ke Brawijaya akan aman dari kemungkinan tertular infeksi yg tidak perlu," tambah Nurhidayati.

6. Periksa hanya di usia kandungan tertentu

6. Periksa ha usia kandungan tertentu
Pixabay/medical prudens

Kecuali dalam keadaan darurat, Mama sebaiknya hanya memeriksakan kandungan pada usia kehamilan tertentu saja. Waktu yang tepat untuk memeriksa kehamilan di masa pandemi Covid-19 adalah :

- usia kehamilan ke 11-14 minggu untuk memeriksa detak jantung.

- usia kehamilan ke 18-24 minggu untuk memeriksa organ tubuh janin.

- usia kehamilan ke 28-32 minggu untuk memeriksa pertumbuhan janin.

- usia kehamilan 37-40 minggu untuk memeriksa persiapan melahirkan.

Membatasi pemeriksaan kehamilan dapat menjauhkan Mama dari tertular berbagai penyakit yang bisa menular di rumah sakit, termasuk virus corona.

Itulah enam prosedur pemeriksaan kehamilan di rumah sakit di era new normal saat ini. Tidak perlu khawatir berlebih ya, Ma, sebab saat ini semakin banyak rumah sakit yang menerapkan prosedur pencegahan Covid-19.

Sehat selalu ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.