Mengenal Posisi Janin Usia 6 Bulan selama Berada di Dalam Kandungan

Kenali posisi si Kecil sebelum persalinan

30 Juli 2021

Mengenal Posisi Janin Usia 6 Bulan selama Berada Dalam Kandungan
Freepikt/tirachardz

Saat hamil, Mama pasti merasakan gerakan si Kecil mulai dari berputar-putar hingga tendangan. Gerakan si Kecil umumnya mulai dirasakan ketika usia kehamilan memasuki enam bulan. Bayi akan bergerak aktif dan merespon suara atau sentuhan ketika masa kehamilan enam bulan. 

Memasuki akhir trimester kedua, Mama juga dianjurkan untuk rutin memantau perkembangan dan posisi si Kecil melalui pemeriksaan USG. Dokter umumnya akan memeriksa dan menilai posisi bayi dalam kandungan, terutama jelang trimester ketiga dan persalinan.

Oleh karena itu, kali ini Popmama.com akan membahas mengenai posisi janin enam bulan hingga jelang persalinan. Mama juga akan mengetahui posisi bayi ideal dan kurang ideal untuk persalinan. 

Usia Kehamilan 6 Bulan

Usia Kehamilan 6 Bulan
Freepik
Ilustrasi

Dalam periode ini, bayi sudah bergerak aktif menggunakan jari tangan dan kakinya serta menggerakkan tubuhnya agar kepalanya menghadap ke bawah. Sehingga, Mama akan merasakan efek gerakan menendang setiap saat.

Tak hanya menggerakkan tubuhnya, bayi juga mulai mengenal siklus tidur dan belajar merespon suara. Biasanya si Kecil akan meningkatkan denyut nadi atau membalas suara dengan gerakan kaki atau tendangan. Maka tak heran jika Mama sering merasakan efek gerakan seperti menyentak atau cegukan. 

Posisi Anterior saat Kehamilan 8-9 Bulan

Posisi Anterior saat Kehamilan 8-9 Bulan
Freepik/drobotdean

Memasuki trimester ketiga, kepala bayi sudah menghadap ke bawah atau turun ke area panggul mama. Sementara itu, wajah bayi menghadap ke belakang atau punggung mama. Posisi bayi tersebut dikenal dengan nama posisi anterior. 

Apabila posisi bayi terletak di sebelah kiri, maka dokter akan menyebutnya sebagai oksiput kiri anterior. Sedangkan jika posisi bayi berada di posisi anterior agak ke kanan, maka dokter akan menyebutnya sebagai oksiput kanan anterior. 

Saat berada dalam posisi anterior, dagu bayi akan terselip di dada mereka dan si Kecil dapat melenturkan kepala dan lehernya. Posisi anterior dinilai sebagai posisi terbaik untuk melakukan persalinan secara normal. 

Editors' Picks

Posisi Bayi yang Kurang Ideal untuk Persalinan Normal

Posisi Bayi Kurang Ideal Persalinan Normal
Pixabay/WenPhotos

Memasuki trimester ketiga, posisi bayi seharusnya sudah berada pada posisi ideal untuk persalinan normal. Namun, terkadang ada bayi dalam kandungan tidak berada di posisi ideal karena dipengaruhi beberapa faktor di antaranya:

  • Bentuk panggul mama
  • Bentuk kepala bayi
  • Bayi tidak mampu menyesuaikan bentuk tubuhnya dengan ukuran panggul mama
  • Kemampuan otot dasar panggul mama untuk berkontraksi dan berelaksasi jelang persalinan

Dokter biasanya akan mencari cara agar bayi berada di posisi ideal. Namun, apabila bayi tetap berada di posisi tidak ideal, maka dokter akan menyarankan Mama untuk menjalani operasi caesar. Lantas, apa saja posisi janin kurang ideal untuk melahirkan normal?

1. Posisi posterior

1. Posisi posterior
Freepik

Bertolak belakang dengan posisi anterior, pada posisi posterior, kepala bayi menghadap ke bawah namun wajah bayi membelakangi punggung mama dan menghadap bagian perut. Punggung bayi akan bersandar pada punggung mama, sehingga posisi posterior juga dikenal dengan sebutan posisi back-to-back

Bayi berada di posisi posterior karena Mama sering menghabiskan waktu untuk duduk atau berbaring dalam waktu lama dan ukuran panggul yang cenderung sempit. Sekitar satu dari sepuluh bayi dalam posisi posterior bisa memutar diri secara spontan ke posisi ideal, sehingga Mama bisa menjalani persalinan normal. 

Namun, sebagian besar bayi perlu dibantu alat forceps untuk memutar posisi bayi secara manual. Apabila posisi bayi tidak dapat diputar, maka Mama perlu menjalani persalinan melalui operasi caesar. 

2. Posisi brow or face

2. Posisi brow or face
Unsplash/Daiga Ellaby

Pada posisi brow or face, bagian alis bayi akan memasuki jalan lahir terlebih dahulu dengan leher yang mendongak. Posisi ini memang cenderung jarang terjadi karena sebagian besar bayi akan berubah pada posisi posterior jelang persalinan. 

Posisi brow or face disebabkan oleh ukuran kepala bayi yang terlalu besar, riwayat melahirkan sebelumnya, atau ketuban pecah terlalu dini. 

3. Posisi berbaring secara horizontal atau transverse

3. Posisi berbaring secara horizontal atau transverse
Pexabay/PublicDomainPictures

Sesuai namanya, posisi transverse adalah posisi ketika bayi berbaring secara horizontal alias tegak lurus dengan jalan lahir. Posisi ini tentu saja menyulitkan Mama untuk menjalani persalinan secara normal karena bayi sulit melewati jalan lahir. 

Apabila Mama tetap memaksakan diri untuk melahirkan normal, maka berisiko menyebabkan jalan lahir robek dan prolaps tali pusat. Tentu saja kondisi ini bisa mengancam jiwa mama dan si Kecil. 

4. Posisi sungsang atau bagian bokong menghadap ke bawah

4. Posisi sungsang atau bagian bokong menghadap ke bawah
Unsplash/Daiga Ellaby

Posisi sungsang berlawanan dengan posisi anterior karena bagian bokong dan kaki bayi menghadap ke bawah. Posisi sungsang memang jarang terjadi karena  hanya dialami 1 dari 25 ibu hamil di dunia. 

Ada tiga jenis posisi bayi sungsang, yakni:

  • Complete breech atau bokong mengarah ke jalan lahir dengan posisi kaki terlipat di lutut. Artinya, kaki bayi berada di dekat bokong.
  • Frank breech atau bokong mengarah ke jalan lahir dengan posisi kaki lurus di depan tubuh dan berada di dekat kepala.
  • Footling breech ketika satu atau dua kaki bayi mengarah ke bawah menuju jalan lahir.

Posisi sungsang memang tidak ideal untuk persalinan normal karena berisiko bayi terlahir cacat atau mengalami trauma selama persalinan. Posisi sungsang juga bisa menyebabkan cedera pada kepala bayi. Oleh karena itu, dokter akan menyarankan Mama untuk melahirkan melalui operasi caesar. 

Posisi sungsang disebabkan beberapa faktor di antaranya Mama sedang hamil anak kembar, memiliki riwayat melahirkan secara prematur, bentuk rahim yang abnormal, serta cairan ketuban terlalu banyak atau sedikit. 

Nah itulah posisi janin enam bulan hingga persalinan berada di dalam kandungan. Dengan memeriksakan kehamilan secara rutin, Mama akan tahu seperti apa posisi janin mama sekarang.

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.