BAB Berdarah Pada Trimester Kedua, Bahayakah?

Ketahui gejala, penyebab, dan cara mengatasinya dengan tepat ya, Ma!

7 April 2020

BAB Berdarah Trimester Kedua, Bahayakah
romper.com

Darah yang keluar saat buang air besar memang membuat setiap orang merasa panik, apalagi Mama yang sedang mengandung. 

Buang air besar yang berdarah (BAB) saat hamil merupakan salah satu kondisi yang wajib diwaspadai.

Meski tidak membahayakan kondisi ibu hamil, namun keluhan yang satu ini sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Biasanya darah yang keluar bersama kotoran akan berwarna cerah dan jumlahnya hanya sedikit.

Mengetahui hal tersebut akan mengganggu kegiatan Mama pada masa kehamilan, berikut Popmama.comtelah merangkum 3 fakta yang perlu Mama ketahui!

1. Penyebab BAB berdarah

1. Penyebab BAB berdarah
romper.com

Ada beberapa penyebab BAB berdarah saat hamil, yakni wasir, fisura ani, serta sembelit. 

Wasir tergolong umum ditemukan pada ibu hamil, terutama pada trimester kedua serta beberapa minggu setelah persalinan. 

Wasir terjadi ketika pembuluh darah di bagian anus melebar, seperti bengkak.

Ketika dilalui kotoran yang keras saat buang air besar, maka pembuluh darah yang bengkak tersebut akan robek dan terjadilah perdarahan. 

Selain itu, mengelap anus dengan tisu, juga dapat memicu perdarahan pada pembuluh darah yang bengkak.

Selain wasir, BAB berdarah saat hamil juga bisa disebabkan fisura ani, yaitu kondisi di mana dinding anus mengalami robekan. 

Fisura ani dapat menimbulkan keluhan nyeri pada anus. Hampir serupa dengan wasir, kondisi ini biasanya dipicu tinja yang keras lantaran konstipasi. 

Selain itu, konstipasi sendiri sangat sering terjadi pada saat kehamilan.

Editors' Picks

2. Cara mengatasi BAB berdarah

2. Cara mengatasi BAB berdarah
ibs.support.org.sg

Meskipun tidak terlalu berisiko bagi ibu hamil, namun ada baiknya jika Mama segera mengatasi masalah yang satu ini.

Berikut beberapa hal yang dapat Mama lakukan untuk mengatasinya:

  • Konsumsi makanan kaya serat

Saat BAB berdarah menyerang, Mama wajib mengonsumsi makanan yang kaya akan serat seperti sereal dan roti dari biji-bijian utuh, serta sayur dan buah, setiap hari. 

Selain itu, cukupi pula kebutuhan cairan tubuh, dan lengkapi dengan satu gelas jus buah.

  • Jangan menunda-nunda saat ingin BAB 

Ketika ingin buang air besar pada masa kehamilan, maka jangan pernah menundanya.

Dengan menundanya, maka kotoran akan mengeras dan membuat kotoran lebih sulit untuk keluar. Hindari pula mengejan terlalu kuat ketika BAB.

  • Jangan duduk atau berdiri terlalu lama

Untuk mengurangi tekanan pada pembuluh darah di anus, maka tidurlah dalam posisi menyamping. Selain itu hindari pula berdiri dan duduk terlalu lama saat Mama sedang mengandung.

  • Merendam bagian anus

Untuk mengatasinya, Mama juga dapat mengompres area sekitar anus dengan es untuk meredakan gejala wasir.

Selain itu melakukan sit bath menggunakan air hangat sebanyak dua kali sehari juga dapat Mama lakukan untuk meredakan nyeri yang Mama alami.

  • Pemilihan tisu saat membersihkan anus

Setelah buang air besar, biasakan untuk membersihkan dari arah depan ke belakang (dari vagina ke anus).

Perhatikan pula jenis tisu yang Mama gunakan, jangan pilih tisu dengan pengharum tambahan untuk mencegah masuknya bahan kimia pada organ vital.

  • Lakukan senam kegel setiap hari

Latihan ini akan meningkatkan sirkulasi di sekitar dubur sekaligus memperkuat otot anus. 

Latihan Kegel juga dapat memperkuat otot sekitar vagina yang dapat membantu pemulihan setelah melahirkan. 

Caranya, tahan otot sekitar vagina dan anus selama 5-10 detik, kemudian lepaskan. Ulangi 10-20 kali.

  • Mengoleskan salep ataupun obat wasir

Sebelum menggunakannya, lebih baik Mama mengkonsultasikan hal tersebut dengan dokter mengenai keamanan penggunaan obat atau salep tersebut.

Jika sudah mendapatkan persetujuan dari dokter, pakailah salep dan konsumsilah obat secara rutin.

3. Gejala BAB berdarah

3. Gejala BAB berdarah
giantmommy.com

Perdarahan yang disebabkan wasir dan fisura ani, pastinya akan memicu rasa sakit pada anus dan membuat kotoran tampak kemerahan. 

Jika tampak hanya sedikit darah yang keluar dan segera berhenti, tak perlu terlalu khawatir karena penanganan sederhana mungkin sudah cukup untuk mengatasi hal tersebut.

Namun jika kotoran sudah berwarna hitam ataupun gelap, kemungkinan ada perdarahan pada saluran cerna bagian atas, seperti lambung atau usus dua belas jari. 

Kotoran berwarna hitam juga dapat terjadi karena mengonsumsi suplemen zat besi.

Sementara itu, darah yang berwarna merah terang pada kotoran, kemungkinan disebabkan oleh darah yang berasal dari saluran pencernaan bagian bawah atau sekitar anus.

Waspadai jika kotoran berwarna kehitaman dan tidak lancar, atau tinja tampak terdiri atas campuran darah warna merah gelap dan terang. 

Selain itu, sakit perut yang diiringi dengan keluarnya darah segar juga harus segera mendapat penanganan dokter.

Untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan penyebab BAB berdarah, kemungkinan dokter akan meminta sampel dari kotoran yang bermasalah tersebut.

Jika hal tersebut berlanjut atau tampak semakin parah, maka segeralah konsultasikan dengan dokter sebelum terlambat.

Baca juga: Penyebab, Pengobatan, dan Ciri Infeksi Saluran Kencing Saat Hamil Tua

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.