Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Terlanjur Pakai Skincare Retinol saat Hamil, Harus Bagaimana?
Freepik
  • dr. Nadia Wirantari menjelaskan bahwa retinoid oral seperti isotretinoin berisiko tinggi bagi janin, sedangkan retinol topikal dalam skincare memiliki penyerapan minimal dan tidak langsung membahayakan.
  • Retinol pada skincare bukan bentuk aktif, perlu proses perubahan menjadi retinoic acid, dan secara alami juga terdapat dalam makanan hewani yang aman dikonsumsi ibu hamil.
  • Meskipun penggunaan retinol topikal umumnya tidak berbahaya, dokter menyarankan ibu hamil untuk menghentikannya demi kehati-hatian serta memilih bahan alternatif seperti bakuchiol atau vitamin C.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Penjelasan medis mengenai penggunaan skincare yang mengandung retinol saat kehamilan serta anjuran bagi ibu hamil yang sudah terlanjur memakainya.
  • Who?
    dr. Nadia Wirantari, Sp.KK, melalui akun TikTok @dr.nadiaw, memberikan penjelasan kepada masyarakat terutama ibu hamil terkait keamanan retinol.
  • Where?
    Penyampaian informasi dilakukan secara daring melalui platform TikTok dan dibahas kembali oleh media daring nasional.
  • When?
    Keterangan disampaikan dalam video yang diunggah pada tahun 2023 dan kembali menjadi perhatian publik pada saat ini.
  • Why?
    Retinol dalam bentuk oral aktif seperti isotretinoin dapat menyebabkan deformitas janin sehingga penggunaannya perlu dihindari selama kehamilan.
  • How?
    dr. Nadia menjelaskan bahwa retinol topikal memiliki penyerapan minimal, namun tetap disarankan untuk dihentikan demi kehati-hatian selama masa kehamilan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada beberapa bahan aktif dalam skincare yang masuk kategori ‘awas’ alias sebaiknya dihindari. Salah satunya adalah retinol. Dikutip dari akun TikTok dr. Nadia Wirantari, Sp.KK yakni @dr.nadiaw menyebut alasan kenapa retinol banyak dihindari ibu hamil.

Rupanya yang benar-benar perlu dihindari adalah retinol dalam bentuk oral aktif atau isotretinoin yang merupakan obat keras turunan vitamin A (retinoid). Biasanya digunakan secara oral (diminum) untuk mengatasi jerawat parah (kistik/nodul) yang tidak responsif terhadap pengobatan lain.

“Retinol untuk ibu hamil dan busui, sebernarnya yang harus dihindari itu bentuk aktif dari oral yaitu isotretinoin karena dapat menyebabkan deformitas janin. Karena ada bahaya itu satu keluarga retinoid itu kena semua dan ditakuti waktu hamil,” jelas dr. Nadia.

Isotretinoin berbahaya untuk ibu hamil karena termasuk obat dengan risiko teratogenik tinggi, artinya dapat menyebabkan gangguan serius pada perkembangan janin.

Lantas, kalau retinol yang ada dalam skincare apa efeknya sama? Bagaimana jika sudah terlanjur pakai saat hamil?

Untuk menjawab hal itu, berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

1. Tak perlu panik jika sudah terlanjur memakai retinol

Menurut dr. Nadia, penggunaan retinol topikal (oles) yang sudah terlanjur dipakai tidak serta-merta membahayakan janin. Alasannya karena penyerapan skincare ke dalam tubuh sangat minimal.

“Yang sudah terlanjur pakai gimana ya? Ya tidak apa-apa, tidak usah khawatir,” ujar dr. Nadia dalam videonya.

Artinya, jika penggunaannya hanya sebentar dan dalam bentuk oles, ibu hamil tidak perlu merasa cemas berlebihan.

2. Retinol di skincare untuk ibu hamil berbeda dengan retinoid aktif

Pexels/SHVETS production

Retinol yang terdapat dalam skincare bukan bentuk aktif langsung. Ia perlu melalui beberapa proses perubahan di dalam tubuh sebelum menjadi retinoic acid (bentuk aktifnya).

“Retinol diubah beberapa kali untuk menjadi bentuk aktif (retinoic acid),” jelasnya.

Menariknya, retinol juga secara alami terdapat dalam beberapa makanan hewani yang aman dikonsumsi ibu hamil. dr. Nadia menyebutkan kandungan retinol juga ada di seperti susu, telur, daging, hati. Dimana makanan itu diperbolehkan dikonsumsi oleh ibu hamil.

3. Bolehkah pakai skincare retinol saat hamil?

Pexels/Kaboompics.com

Di akhir video itu, dr. Nadia menyebut jika sudah terlanjur jangan cemas berlebihan. Pasalnya dalam bentuk oles sebenarnya tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun, demi kehati-hatian, tetap disarankan untuk menghentikan penggunaannya selama hamil.

“Harusnya kan tidak apa-apa ya, tapi karena kita parno, just to be safe untuk ibu hamil bisa dihindari,” tutupnya.

4. Alternatif skincare yang aman untuk ibu hamil

Pexels/Olha Ruskykh

American Academy of Dermatology dan banyak ahli kulit di luar negeri menyarankan untuk “lebih baik berhenti” menggunakan retinoid termasuk retinol selama hamil karena lebih baik aman daripada menanggung risiko yang tidak diketahui. 

Sebagai alternatif retinol, banyak pakar merekomendasikan bahan-bahan yang umum dianggap lebih aman selama kehamilan, seperti:

  • Bakuchiol, alternatif retinol dari tumbuhan

  • Vitamin C,  antioxidant yang membantu warna kulit

  • Glycolic acid dan azelaic acid, exfoliant lembut

  • Hyaluronic acid dan peptides, hidrasi dan dukungan kolagen

Itulah tadi informasi mengenai terlanjur pakai skincare retinol saat hamil dan solusinya dari dokter. Semoga informasinya dapat membantu, Mama!

Editorial Team